Kaleidoskop Ancaman dan Penistaan Al Aqsha (2007-2014)

Ringkasan Kaleidoskop Ancaman dan Penistaan 2007-2014

 

2007

 

10 Februari :

Buldozer Zionis yang didukung oleh pasukan besar Israel memulai penghancuran rumah pagar kayu di pintu al-magharibah dekat dari tembok Burak, sebagai jalan satu-satunya menuju Masjid Al-Aqsha.

 

13 Februari :

Syeikh Raid Salah mengungkap adanya piagam Yahudi yang menegaskan rencana Zionis untuk membangun jembatan besar untuk menggantikan jalan pintu al-magharibah, agar memudahkan masuknya ratusan tentara Zionis, perlengkapan militer dan buldozer pada waktu yang sama untuk menghancurkan Al-Aqsha.

 

7 Maret :

Penangkapan Syekh Raid Salah dan jatuhnya beberapa korban luka akibat penganiayaan dan penyerangan Israel terhadap perkemahan siap siaga (ribath).

 

8 Mei :

Syeikh Raid Salah mengungkap tender rencana penggalian baru yang lebih luas dan dalam di pelataran burak, dan mengingatkan tentang runtuhnya sebagian tempat di Masjid Al-Aqsha.

 

2008:

24 Juli :

Barack Obama calon Peresiden AS dari Partai Demokrat menutup kunjungannya ke Israel dengan mendatangi tembok Burak yang ditengarai sebagai upaya meraih dukungan Lobi Yahudi Zionis di USA.

10 Agustus :

Pemerintah Israel menerapkan tambahan peraturan berupa prosedur militer dan keamanan di Al-Quds khususnya pada pintu masuk utama, di jalan-jalan, pasar, sekeliling Al-Quds kuno dan Masjid Al-Aqsha, karena peringatan hari kehancuran Kuil yang diselingi dengan aksi-aksi penistaan yahudi terhadap Masjid Al-Aqsha, seperti penyerbuan pintu-pintu Al-Aqsha, sebagai upaya peletakan batu pertama (pondasi) kuil khayalan di dalam Masjid.

15 Agustus :

DR. Ahmad Abu Halibah ketua komite Al-Quds di Dewan Legislatif Palestina mengatakan bahwa penggalian yang dijalankan Yahudi mulai menyentuh pondasi Masjid Al-Aqsha dan menjamah seluruh lorongnya, ditemukan terowongan baru di bawah Masjid Al-Marwani sepanjang 800 meter yang mengungkap banyak keretakan dan reruntuhan di tembok dan lantai Masjid terutama di bagian pagar selatan.

19 Agustus :

Lebih dari 200 ribu Kaum Muslimin melaksanakan shalat jum’at di Masjid Al-aqsha pada jum’at ketiga bulan Ramadhan meskipun peraturan ketat yang diterapkan Israel di tempat perlintasan dan mengerahkan militer, anjing polisi, helikopter di Al-Quds dan sekitarnya untuk menghalangi para penduduk palestina. Ratusan orang dari mereka melaksanakan shalat di jalan perlintasan Al-Quds sebab pemerintah Israel melarang mereka masuk.

12 Oktober : Pimpinan Israel secara resmi membuka gereja besar Yahudi di atas tanah wakaf Islam yang berhasil mereka kuasai atas upaya organisasi pemukiman Yahudi, Ateret Cohanim, yang berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Al-Aqsha arah tembok Barat. Al-Aqsha Foundation menyatakan: “Gereja Yahudi yang baru diresmikan tersebut berbentuk bangunan dua tingkat, di dalamnya ada aula besar mencakup kitab tanakh Yahudi, ruang belajar, di bagian atas ada kubah besar dan tinggi, di bagian bawah ada jalur penggalian dan terowongan yang menghubungkan gereja dengan lokasi tembok Burak dan dengan terowongan yang dekat dari pintu al-muthahharah serta terowongan Yabousian sepanjang tembok Barat Masjid Al-Aqsha”.

24 November : Siswa Sekolah Yahudi di gunung Zion menghancurkan pagar pemakaman Nabi Dawud (sebagai wakaf dari keluarga Ad-Dajani) yang terletak di gunung zion di Al-Quds. Mereka juga menggilas sebagian makam dan tanah. Pagar tersebut mengelilingi pemakaman yang telah dibangun sejak ratusan tahun. Pemakaman tersebut dan beberapa menjadi korban berbagai penistaan Zionis selama beberapa tahun.

 

2009 :

1 Februari : 17 siswi di Al-Quds terkena luka sedang dan berat sebab jeblosnya lantai kelas yang mereka tempati di Sekolah yang terletak dekat dari Masjid Al-Aqsha. Kejadian tersebut menyebabkan sejumlah siswi terperosok dalam lubah berkedalaman antara satu setengah hingga dua meter. Kejadian tersebut menurut penduduk setempat karena penggalian Israel di bawah wilayah Al-Quds kuno terutama sekeliling Masjid Al-Aqsha yang berjarak hanya 100 meter dari sekolah.

5 Maret : Koran Ma’arif Israel menyebarkan laporan palsu tentang izin bagi Israel untuk membangun museum ‘toleransi’ di atas reruntuhan makam ma’manallah di wilayah barat Al-Quds. Laporan itu berisi rincian tempat yang ada di pemakaman seperti makam dan kuil.

3 Mei : Eli Yishai Menteri Dalam Negeri Israel mengadakan pertemuan tertutup dengan pimpinan Organisasi pemukiman Yahudi di salah satu tempat yang mereka kuasai di kota Salwan, bersebelahan dengan Masjid Al-Aqsha. Dia menegaskan persetujuannya atas seluruh rencana pembangunan Kuil yang akan didirikan di Salwan termasuk proyek pembangunan jembatan, terowongan, taman-taman Talmud dan tempat wisata. Dia juga menyatakan akan mengarahkan seluruh elemen pemerintahan untuk menciptakan kondisi yang kondusif di Salawan. Pemerintah akan menjadikan pengurangan jumlah penduduk di Salwa sebagai agenda prioritasnya. Dinyatakan oleh Lembaga Al-Aqsha untuk Wakaf dan Peniggalan bahwa: pernyataan Elie tersebut tidak lain mengisyaratkan perang terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha.

2 Juni : Lembaga Al-Aqsha untuk Wakaf dan Peninggalan yang berkantor di Palestina 48 mewanti-wanti pelaksanaan ‘proyek penerangan malam’ dalam membuat jaringan lampu penerangan malam, terutama di jalan, gang dan pagar kota kuno Al-Quds serta sekeliling Masjid Al-Aqsha. Selain itu akan ada pameran dan pesta musik malam di seluruh kota kuno dekat Masjid Al-Aqsha dengan alasan menarik wisatawan di malam hari. Diantara maksud dari proyek tersebut adalah menghubungkan lokasi wisata antara Barat Al-Quds dan kota kuno, serta menarik masyarakat Yahudi dan wisatawan asing agar berkunjung ke kota kuno dan tempat-tempat yang bisa menjelaskan sejarah Yahudi di Al-Quds. Lembaga Al-Aqsha untuk Wakaf dan Peninggalan menegaskan bahwa anggaran awal untuk proyek yahudisasi tersebut mencapai 150 juta shekel (sekitar 38 juta USD).

 

2010:

11 Januari 2010, Pada hari senin siang tanggal 11 Januari 2010 pukul 12.30, The Israeli Home Front Command –komando regional Pasukan Pertahanan Israel- menyampaikan pencekalan terhadap Sheikh Raed Salah –pemimpin HAMAS di Palestina- untuk memasuki seluruh wilayah Yerusalem selama enam bulan berdasarkan mandat dari undang-undang darurat.Perintah pencekalan ini disertai dengan sebuah peta yang menunjukkan batas-batas wilayah yang tidak boleh dimasuki oleh Sheikh Raed Salah. Sheikh Raed Salah sendiri telah dipanggil untuk datang ke pusat kepolisian Israel di Wadi Ara guna menerima surat pencekalannya. Hal ini terjadi beberapa jam sebelum surat perintah pencekalan terhadap Sheikh yang sebelumnya habis, dalam surat sebelumnya Sheikh dilarang untuk memasuki wilayah al Quds selama tiga pekan.

20 Mei 2010, Proyekkereta api (untuk menghubungkan pemukiman-pemukiman warga Israel) di kota al Quds merupakan sebuah proyekyangtermasuk dalam rangkaian proyek besaruntukmemperlancar proses Yahudisasikota al Quds dan masjid Al-Aqsa.

30 September 2010, Zionis Israelmulaimeningkatkan intensitas guna memperbanyak simbol-simbol Yahudi di masjid al Aqsha melalui sebuah rencana untukmemaksakanrealitas baru serta pembentukansebuah kondisi di mana MasjidAlAqsaterbagi secara temporal dan spasialantara Muslim dan Yahudi. Salah satu yang sudah nampak adalah banyaknya kelompok-kelompokdanpemukimYahudi yang menyerbu MasjidAl-Aqsa selamabeberapa pekan ini baik secara pribadi maupun kolekstif –untuk melakukan ritual keagamaan Yahudi-.

29 Desember 2010,Zionis Israel terus melakukan upaya pendistorsian terhadap sejarah dan peradaban Islam dan Arab di kota al Quds.Mereka berusaha untuk mengaburkan berbagai situs Islam dan Arab dengan memalsukan dan mengkorvensi berbagai situs Islam menjadi situs Yahudi. Al-Aqsa Foundation menambahkan bahwa Zionis Israel telah mengganti bebatuan yang terdapat pada tembok Kota Tua Yerussalem dengan batu-batu yang di atasnya terdapat simbol-simbol Yahudi seperti gambar Haikal Sulaiman dan Bintang Daud (Star of David) dengan dalih perbaikan dan pemeliharan tembok Kota Tua Yerussalem.

30November 2010, Muncul ajakan dan seruan bagi berbagai kelompok Yahudiuntuk menyerbu MasjidAl-Aqsa danmengadakan studi selama beberapa hari di dalamnya. Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan penuh dan dimulai pada hariKamis 2Desember 2010bertepatan dengan perayaan Hanukkah yang disebut juga sebagai hari penyucian Bait Allah.

 

2011:

4 Januari : Hari-hari ini, Zionis Israel telah memulai beberapa acara cyber Yahudi dengan menggunakan teknologi modern. Acara yang diadakan di kawasan Buraq Square ini bertujuan untuk memperluas wilayah dan jangkauan Yahudi, serta menarik perhatian para wisatawan asing dan generasi muda Yahudi. Acara ini disertai juga dengan aktifitas pemutarbalikan fakta sejarah dan pemalsuan beberapa situs Islam terutama yang berkaitan dengan Buraq Square. Beberapa gerakan dan organisasi Yahudi telah meluncurkan propaganda-propaganda melalui teknologi cyber. Hal ini dilakukan dalam rangka menindak lanjuti proses Yahudisasi Buraq Square, baik di tingkat lokal maupun internasional, dengan merubah namanya menjadi Tembok Ratapan yang berarti ratapan atas kehancuran Kuil Suci Kedua. Mereka mengira bahwa tembok tersebut adalah salah satu tembok yang tersisa dari Kuil Suci Kedua, dan berharap untuk membangun kembali Kuil Suci Ketiga. Berkaitan dengan aktifitas ini, Al Aqsa Foundation mengatakan: “Tidak dapat dipungkiri bahwa peperangan terhadap al Quds dan tempat-tempat suci yang ada di sekitarnya terutama Masjid Al-Aqsa belum berhenti sejak pendudukan Israel pada tahun 1967, bahkan perang ini kemudian meluas cakupannya dengan adanya perang cyber (cyber war).

07 April : Selama dua hari berturut-turut, Channel 10 (Israel 10) telah mengulangi pelanggarannya terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa dengan menyiarkan iklan untuk sebuah program televisi yang berkaitan dengan busana dan mode. Dalam iklan tersebut, ditampilkan beberapa gambar fotomodel dengan pakaian yang tidak sopan dengan latar belakang Tembok Ratapan. Pada hari minggu pagi (13 April 2011), pasukanZionis Israelmenyerang para jamaah Masjid Al-Aqsa dan menangkap tigadi antara mereka.Akan tetapi, para jamaah mencoba untuk menolong salah satu di antara mereka. Hal ini menimbulkan percekcokan antara para jamaah dengan pasukan Zionis, bahkan terjadi baku hantam di antara kedua belah pihak terutama ketika pasukan zionis mulai memukuli mereka dan juga beberapa jamaah yang lain.

16 Juni :Al-Aqsa Foundation mengecam beberapa organisasi dan politisi Amerika yang ingin menyelenggarakan konser untuk mendukung pendudukan Israel.Konser ini akan diselenggarakan pada tanggal 24 Agustus 2011 di komplek istana kekhalifahan Bani Umayyah yang terletak di selatan Masjid Al – Aqsa dan juga Buraq Square yang terletak di barat daya Masjid Al Aqsa dengan menjadikan Masjid Al – Aqsa sebagai latar belakang. Al-Aqsa Foundation menegaskan dalam pernyataannya bahwa penyelenggaraan acara semacam ini di wilayah yang disucikan oleh umat Islam dengan dengan latar belakang Masjid Al – Aqsa merupakan sebuah pelecehan yang sangat jelas terhadap Masjid Al – Aqsa dan beberapa situs yang sudah disebutkan di depan. Hal tersebut juga bisa dianggap sebagai penghinaan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika terhadap perasaan dari satu setengah miliar Muslim di dunia, karena sebagaimana diketahui konser tersebut bertepatan dengan sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan yang merupakan hari puasa dan itikaaf di Masjid Al Aqsa.

 

2012:

5 April : Dalam rangka memperingati hari Paskah Yahudi, puluhan Yahudi ekstrim menyerbu Masjid Al-Aqsha dalam kelompok-kelompok kecil yang datang berurutan di bawah perlindungan polisi. Penyerbuan tersebut dilaksanakan dalam rangka memenuhi seruan para Rabi senior Yahudi, yang juga mencakup seruan untuk berkumpul di pelataran tembok Burak. Penyerbuan tersebut berlangsung selama satu pekan 6-14/4 20012.

26 Juni : Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan tentang identitas Yahudi bagi tembok Burak saat berada di sana, dan sebab kunjungannya ini adalah melakukan doa untuk kembalinya pembangunan kuil.

29 Juli : Calon Presiden Amerika dari Partai Republik Mitt Romney menuju tembok Burak dalam rangka promosi pemilihannya pada hari peringatan ‘kehancuran kuil’. Di salah satu sisi tembok Burak, dia meninggalkan kertas bertuliskan doa. Dia juga mengatakan: “Di tempat dan hari yang diberkahi ini saya banyak mengetahui sejarah yahudi dan merasa kepedihan yang dirasakan Yahudi akibat penghancuran kuil”.

9 September :Ratusan warga negara asing dari berbagai negara ikut serta dalam night party yang diselenggarakan oleh Zionis Israel di komplek Istana Khilafah Umawiyah, tepatnya di belakang mihrab masjid al Aqsha dan mushalla Marwani. Pesta ini dihadiri oleh beberapa grup musik asing dan lokal, mereka menyanyi dan menari sampai malam hingga mengganggu para jamaah masjid. Acara ini merupakan bagian dari program Zionis Israel dalam rangka menyambut Tahun Baru Yahudi (Rosh Hashanah) yang jatuh pada pekan depan.

23 Desember : Jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Maariv pada hari jumat menyatakan bahwa 71% warga Israel dan Yahudi Ortodoks (Haredim) mendukung orang-orang Yahudi untuk diperkenankan masuk ke masjid al Aqsha guna menunaikan ibadah dan melaksanakan ritual agama di dalamnya, sedangkan yang menolak hanya sekitar 7%.

 

2013:

23 Januari : Al-Aqsa Foundation memperingatkan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu akan banyaknya bentuk dan metode Yahudisasi Buraq Square yang terletak di sisi barat Masjid Al-Aqsa, serta meningkatnya ancaman penistaan yang dilakukan oleh para pemukim Yahudi dan kekuatan-kekuatan Zionis lainnya yang dengan sengaja melakukan upacara agama maupun kemasyarakatan di dalamnya. Kegiatan-kegiatan ini merupakan skema untuk mengabadikan pendudukan wilayah ini oleh Zionis Yahudi. Al-Aqsa Foundation berhasil memantau langkah baru dalam proses Yahudisasi. Sebuah perusahaan Yahudi telah menyelenggarakan pesta pernikahan untuk dua pengantin baru Yahudi di Al-maghoribah Gate (The Dung Gate) yang berdekatan dengan Buraq Square yang terletak di sisi barat Masjid Al-Aqsa, sebagai bentuk promosi untuk memperkenalkan pernikahandisekitar MasjidAl-Aqsa. Langkah ini termasuk dalam skema yahudisasi yang dikerjakan oleh banyak penguasa Yahudi.

31 Januari : Al Quds International Institution mengutuk keras produksi film yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Israel. Film ini menunjukkan penghancuran Qubah ash Shakhrahdi Masjid Al-Aqsa dan pembangunan Haikal Sulaiman di atas reruntuhannya. Protes ini dilakukan dengan alasan bahwa film tersebut mencoba untuk menyebarkan misi rahasia Yahudisasi Palestina. Hisham Yakub -juru bicara al Quds International Institution- mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Quds Press: “Film yang diproduksi oleh Departemen Luar Negeri Israel ini merupakan salah satu aksi yang tercakup dalam rencana sistematis dan berkesinambungan yang menyasar tempat-tempat suci di kota Yerusalem khususnya Masjid Al-Aqsa”, rencana tersebut menunjukkan bahwa aksi tersebut “bertepatan dengan meningkatnya kampanye yahudisasi di Yerusalem serta eskalasi undangan yang memungkinkan orang-orang

05 Februari : Pasukan Israel melakukan penangkapan terhadap 7 mahasiswi unggulan diMasjid Al-Aqsa, dan kemudian melepaskanenam dari mereka, sedangkan satu mahasiswi tetap ditahanuntuk dibawa ke pengadilan. Peristiwa ini terjadi setelahpenyerangan terhadap MasjidAl-Aqsa yang dilakukan oleh salah satu anggotaKnesset dari partai Likud Beiteinu bernama MosheFeiglin di tengahpenjagaan ketat olehpasukan Zionis.

24 Februari : Tentara Israel melarang pelajar yang berumur di bawah 45 tahun mengunjungi Masjid Al-Aqsha. Sekitar 20 pelajar dalam proyek ‘menghidupkan teras ilmu di masjid Al-Aqhsa’ yang diadakah lembaga pembangunan Al-Aqsha dan tempat suci terpaksa melakukan ribath (bersiaga) di depan pintu asbath. Sementara pada waktu yang sama, tentara Israel menahan Saher Azawi seorang aktivis organisasi ‘teras ilmu’ di Masjid Al-Aqsha.

21 Juli : Kelompok Kuil menerbitkan film tiga dimensi yang bercerita tentang perjalanan mengelilingi Masjid Al-Aqsha sambil meyakini bahwa itu adalah kuil yang diimpikan Yahudi untuk dibangun di bawah reruntuhan Masjid Al-Aqsha. Film tersebut berisikan penjelasan lengkap tentang landmark Masjid Al-Aqsha sebagai peninggalan kuil. Film tersebut bisa dilihat di link: http://harhakodesh.co.il/tour.

10 September : Disampaikannya Klaim Israel Antiquities Authority tentang penemuan harta karun Yahudi di sekitar masjid al-Aqsa.Al Aqsha Foundation mengatakan dalam sebuah pernyataannya pada hari Selasa tanggal 9 September 2013 bahwa upaya pemalsuan yang dilakukan oleh beberapa kekuatan Zionis terutama Israel Antiquities Authority terhadap benda peninggalan peradaban Islam dan Arab tidak lain merupakan salah satu intrik dan kecurangan yang bertentangan dengan realitas di lapangan. Al Aqsha Foundation mengatakan bahwa sejarah benda-benda antik berupa medali emas yang terukir di atasnya gambar tempat lilin Yahudi tersebut kembali ke masa Bizantium, sedangkan pihak Israel Antiquities Authority mengklaim bahwa benda-benda tersebut ditemukan untuk pertama kalinya di istana Umayyah yang hanya berjarak 50 meter dari dinding selatan Masjid Al-Aqsa. Klaim ini adalah sebuah isyarat yang menunjukkan bahwa benda-benda tersebut mempunyai keterkaitan langsung dengan sejarah “legenda” kuil suci.

7 Oktober : Beberapa kekuatan pendudukan Israel masih terus melakukan tindak ketidakadilan dan berbagai jenis pelecehan terhadap siswa-siswi unggulan dan para guru. Di mana pada bulan lalu, 13 kasus kekerasan yang bervariasi bentuknya, baik itu penangkapan, penyerangan, dan penyitaan kartu identitas dan pelarangan untuk memasuki masjid al Aqsha untuk menunaikan shalat. Hari demi hari, pelecehan dan penistaan semakin menjadi-jadi hingga mempengaruhi semua aspek masjid al Aqsha. Selain itu, badan intelijen juga terus melakukan aksi-aksi kekerasan terhadap para siswa, di mana setiap pagi mereka berdiri di gerbang Masjid Al-Aqsa dan memberikan surat panggilan penyelidikan di kantor polisi Yerusalem. Kasus yang paling baru terjadi kemarin hari Ahad tanggal 6 Oktober 2013, ketika polisi Yahudi menghentikan salah satu satu guru dan beberapa siswa unggulan serta staf departemen wakaf ketika mereka masuk ke masjid al Aqsha dari pintu asbathdan menyerahkan surat penyelidikan kepada mereka. Yayasan Wakaf Al-Aqsha menyatakan dalam laporan media yang dipublish pada Selasa, 22/10/2013, bahwa pihaknya mengungkap proposal proyek untuk menetapkan aturan dan undang-undang pembagian Masjid Al-Aqsha antara Kaum Muslimin dan Yahudi dari sisi tempat dan waktu. Para aktivis partai Likud yang menyebut diri mereka ‘pimpinan yahudi’ yang diketuai oleh Moshe Feiglin adalah pihak yang menyiapkan proposal tersebut. Mereka telah menyerahkan proposal tersebut ke hadapan Menteri Agama yang berjudul ‘Proyek Undang-undang dan Peraturan Dalam Rangka Menjaga Gunung Kuil Tempat Suci’. Mereka juga mengumumkan untuk berusaha menggolkan proyek tersebut di Knesset dan Pemerintah Israel dalam waktu dekat dalam berkordinasi dengan komisi Dalam Negeri di Knesset, mereka akan paparkan proyek tersebut kepada komisi dalam pertemuan khusus di gedung Knesset dua pekan yang akan datang.

3 November 2013: Sekretaris umum komite kepemilikan Al-Quds Abdullah Kan’an mengatakan bahwa sejak tahun 1967 israel tidak pernah berhenti bekerja untuk merealisasikan khittah baik yang terselubung maupun yang nampak untuk yahudisasi Al-Quds, pemadatan pemukiman dan pengusiran orang Arab di Al-Quds, serta untuk menguasai tempat-tempat bersejarah untuk membangun kuil khayalan di sisi lain. Beliau menambahkan dalam penjelasan pers, bahwa Israel bekerja dari waktu ke waktu untuk menggolkan aturan dan undang-undang yang membenarkan penistaan yang mereka lakukan atas Al-Quds dan tempat–tempat suci di dalamnya untuk mengokohkan penguasaan atas tdmpat-tempat bersejarah Islam terutama Masjid Al-Aqsha. Beliau menjelaskan, support dan back up Pemerintah yang dilakukan secara kontinyu dan segera terhadap para Yahudi eksterm dan yang menyatakan diri sebagai agamis untuk memasuki Masjid Al-Aqsha dan melakukan ritual di sana adalah diantara cara Israel untk membentuk kondisi baru agar Arab dan Kaum Muslimin menerima pembagian Al-Aqsha, sebagai langkah pertama untuk menguasai selanjutnya menghancurkannya agar di tempat tersebut dibangun kuil khayalan.

 

2014: Yayasan Wakaf Al-Aqsha memperingatkan dalam pernyataan mendesak pada hari Selasa 10/12/2013 perihal kegiatan pasukan Israel dan tim kepolisian serta tehnisi yang memasang tiga kamera pengawasan dan monitoring di Masjid Al-Aqsha, yang terletak di atas bangunan di arah Utara pelataran Kubah Shakhrah, yang dikuasai penjajah dan dipakai sebagai pos polisi Israel. 5

Januari 2014: Hoby baru para pemukim Yahudi adalah menganiaya para siswi Masjid Al-Aqsha. Hari Ahad pagi, seorang pemukim Yahudi menganiaya anak perempuan Palestina yang bernama Mundzir Jalajila, 12 tahun, saat menuju sekolah Aqsha Syar’iyah Puteri yang berlokasi di pelataran Masjid Al-Aqsha. Orangtua siswi memberitakan bahwa seperti biasanya sehari-hari anaknya keluar dari rumah di distrik Wadi Hilwah Silwan menuju Sekolah Aqsha Syar’iyah Puteri melewati jalan Wadi Hilwah –pintu Masgahribah- distrik Syaraf hingga pintu silsilah dan Sekolah. Beliau menambahkan, hari ini, ia berjalan menuju distrik Syaraf ditemani sepupu perempuannya, melewati seorang pemukim Yahudi, dan setelah mendekat beberapa langkah, ia dikejutkan dengan hentakan pemukim Yahudi terhadap punggungnya yang menyebabkan ia terjatuh, kemudian Yahudi tersebut memukul dengan tangan dan kakinya bagian punggung, kepala dan perut siswi tersebut.

14 Mei 2014 Penjajah Israel menganiaya para aktivis muda di Masjid Al-Aqsha. Israel terus melakukan cara-cara baru untuk mempersempit gerak Jama’ah dan para aktivis Masjid Al-Aqsha dan menjauhkan Kaum Muslimin -pihak yang berhak- atas hak mereka, yaitu Al-Aqsha. Mereka memaksakan penjajahan baru yang dicita-citakan dalam bentuk pembagian kekuasaan atas Masjid Al-aqsha dari sisi waktu dan lokasi. Salah satu cara baru tersebut adalah penganiayaan terhadap para pemuda aktivis Masjid Al-Aqsha terutama para siswa. Belakangan tercatat lebih dari 10 kali penganiayaan Israel dalam rangka menjauhkan para siswa dari sekolah pelataran batu yang terdapat di Masjid Al-Aqsha.

27 Mei 2014 Yayasan Al-Aqsha mengungkap secara detail berupa gambar, peta dan dokumen pembangunan Sinagog Jewel of Israel dekat Masjid Al-Aqsha. Pemerintahan Israel meletakkan batu pertama pembangunan Sinagog Jewel of Israel pada sore hari, dan menetapkan biaya 50 juta shekel untuk pembangunannya. Yayasan Wakaf Al-Aqsha mengatakan dalam keterangan pada Selasa pagi, 27/5/2014, bahwa Pemerintahan Israel yang diwakili Menteri Perumahan Israel Uri Ariel dan Wakil Menteri Agama Eli Ben Dahan akan meletakkan batu pertama pembangunan Sinagog Jewel of Israel pada sore hari ini di jantung kot kuno Al-Quds, sejauh 200 meter arah Barat Masjid Al-Aqsha. Dalam hal ini, sumber berita Israel mengungkapkan bahwa Pemerintahan Israel akan membiayai pembangunan Sinagog secara keseluruhan dengan total biaya 50 juta shekel, dan menetapkan anggaran tersebut saat rapat khusus yang dilangsungkan pada hari Selasa, besok dalam rangka peringatan ‘Hari Ursalim’ sebagai peringatan penyatuan dua sisi Al-Quds yang bertepatan pada Hari Rabu, 28/5/2014.

21 Agustus 2014 Al-Aqsha mengapresiasi para hafizh Al-Qur’an di tengah aksi pengusiran para siswa. Ratusan anak ditemani keluarga mereka berkumpul pada Kamis pagi di hadapan pelataran batu Sabra dan Shatila Masjid Al-Aqsha, untuk mengikuti acara penghargaan terhadap siswa dalam kegiatan ‘mushafku kekasihku’, juga penghargaan terhadap peserta lomba hafalan Al-Qur’an di bulan Ramadhan lalu yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembangunan Al-Aqsha dan Tempat Suci. Panitia kegiatan ini, Syeikh Bassam Al-Asymar menyampaikan bahwa jumlah siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut mencapai tiga ratus orang, meskipun dengan melewati ancaman dan larangan masuk terhadap mereka di banyak waktu. Beliau juga menegaskan bahwa acara tersebut alhamdulillah berjalan sukses meski polisi Israel melarang membawa alat pengeras suara dan perlengkapan penting lainnya.

3 September 2014 Hari Rabu, 3/9/2014, Yayasan Wakaf Al-Aqsha menyampaikan kecaman terhadap larangan Israel terhadap kegiatan Yayasan Pembangunan Al-Aqsha dan Tempat Suci, memposisikan Yayasan sebagai lembaga ilegal dan penutupan kantor yayasan di kota Nashirah atas instruksi Menteri Keamana Israel Moshe Yaalon, berdasarkan asumsi bahwa Yayasan menjadi ancaman bagi keamanan Israel serta memiliki hubungan dengan Gerakan Hamas. Yayasan Wakaf Al-Aqsha menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan secara langsung untuk menyetop kegiatan yayasan-yayasan dalam menyelamatkan Masjid Al-Aqsha, menggagalkan proyek pembangunan, terutama proyek kegiatan belajar mengajar di pelataran batu yang dijalankan Yaysan Pembangunan Al-Aqsha sebagai langkah dasar dalam menghidupkan dan memakmurkan Masjid Al-Aqsha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *