Kaleidoskop Ancaman dan Penistaan Al Aqsha (1997-2006)

1997-2006
 
1997:
 
28 Januari
Pemerintahan penjajah memanggil sejumlah penjaga Masjid Al-Aqsha untuk mengajukan mereka ke pengadilan, seperti diketahui bahwa perhatian para penjaga Masjid membuat risih pemerintah penjajah yang secara jelas diketahui bahkan oleh anak-anak di Palestina bahwa mereka yang berada di belakang berbagai agenda penistaan terhadap Masjid Al-Aqsha. 
 
 
10 Maret
Sejumlah polisi Israel yang berlokasi di pintu-pintu Masjid dan di dalamnya melakukan penghinaan terhadap Allah, dan mengizinkan para wisatawan asing untuk memasuki Masjid tanpa pemeriksaan. Meskipun ada protes dari lembaga wakaf terhadap sikap dan pelanggaran tersebut.
 
 
11 Maret
Penasehat yudisial pemerintahan (penjajah) Israel mengeluarkan kebijakan izin bagi Yahudi untuk beribadah di Masjid Al-Aqsha setelah melakukan kordinasi dengan kepolisian Israel. 
 
 
26 Agustus
Tentara penjajah menyerang kesucian Masjid Al-Aqsha dan memukuli seorang punduduk di pelataran Masjid Al-Aqsha, namun pemerintah penjajah menolak untuk menyingkirkan tentaranya (dari sana) dan mengancam akan menyerang Masjid. 
 
1998
 
12 Juli
Sekelompok Yahudi ekstrim melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsha
 
 
26 Agustus
Tentara Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha, kemudian memukuli seorang warga Palestina di pelataran Masjid. Kejadian itu dibiarkan Pemerintah Israel, justru mereka mengeluarkan ancaman pernyataan akan menyerbu Masjid.
 
 
27 September
Sejumlah Yahudi ekstrim berupaya masuk ke pelataran Masjid setelah mendapat izin dari polisi Israel.
 
1999 
 
4 Januari
Gershon Salomon memimpin gerak jalan yahudi ekstrem dari gerakan pengaman gunung kuil dan gerakan Hay dalam peringatan ‘kehancuran kuil’. Sejumlah lebih dari dua ratus orang Yahudi ektrem ini menyerbu Masjid Al-Aqsha, namun para penjaga Masjid menutup pintu al-magharibah dan silsilah yang bisa menghalangi mereka masuk, mereka tetap melakukan ritual di belakang pintu yang ditutup. 
 
 
21 Juli
Pengadilan tinggi Israel mengeluarkan ketetapan izin bagi kelompok pengaman gunung kuil untuk memasuki Masjid Al-Aqsha
 
 
14 November
Rabi yahudi Yitzhak Levi, pimpinan partai agama nasional dan menteri perumahan pada masa Ehud Barak menyeru kepada pembagian Masjid Al-Aqsha bagi Muslimin dan Yahudi dalam penyelesaian akhir.
 
 
2 Desember
Ehud Olmert – walikota Al-Quds- mengeluarkan ketetapan pelarangan lembaga wakaf Islam dalam melanjutkan upaya renovasi Musholla Al-Marwani.
 
20 Desember
Polisi Israel memasang kamera untuk mengawasi jalan-jalan menuju Masjid Al-Aqsha.
 
 
2000 
 
25 Januari
Polisi Israel melarang dua kontainerbahan bangunan untuk proyek renovasi Masjid Al-Aqsha. 
 
20 Juni
Sekelompok yahudi membuat situs internet yang memprovokasi terhadap yayasan wakaf Islam dan proyek renovasi Masjid Al-Aqsha, dan mengadakan aksiuntuk menyetop penghancuran peninggalan agama yahudi di gunung kuil.
 
 
10 Agustus
Sekelompok Yahudi melakukan gerak jalan dengan mengibarkan bendera Israel dan melantunkan slogan SARA terhadap Arab. Dalam perjalanan tersebut polisi Israel menganiaya seorang perempuan hingga mematahkan tangannya, menganiaya suami dan tiga anak di kampung Salwan sebelah selatan Masjid Al-Aqsha.
 
 
10 September
Shlomo Ben Ami Menteri Luar Negeri Israel menolak usulan keikutsertaan pihak Islam dalam mengelola Masjid Al-Aqsha.
 
 
28 September
Ketua partai Likud Israel, Ariel Sharon dan sejumlah anggota partai menodai pelataran Masjid Al-Aqsha, dengan penjagaan tentara Israel yang berjumlah tiga ribu orang. Penistaan ini memperuncing ketegangan Palestina-Israel ketika itu dan mendorong terjadinya intifadhah kedua. Bentrokan hebat terjadi di pelataran Masjid. 5 orang jatuh syahid dan ratusan lainnya korban luka-luka akibat bentrokan tersebut.
 
12 Oktober
Pemerintah israel melarang channel televisi untuk menyiarkan kegiatan shalat jum’at di Masjid Al-Aqsha, dan melarang siapa yang berusia di bawah lima puluh tahun untuk melakukan shalat di dalamnya.
 
 
22 Desember
Blokade ketat Israel terhadap Masjid Al-Aqsha pada hari Jum’at terakhir di bulan Ramadhan.
 
2001
12 Januari
Sekelompok Yahudi ekstrem memainkan drumband di sela-sela pelaksanaan shalat jum’at di masjid Al-Aqsha dan membunyikan suara bising untuk mengganggu jama’ah shalat.
 
1 Maret
Sutradara film Israel mengumumkan harapannya untuk menyelesaikan pendaftaran film baru (kesepakatan) yang menayangkan peluang pengeboman Masjid Al-Aqsha untuk memperoleh piala oskar.
 
 
15 Maret
Presiden Israel Moshe Katsav bergabung dengan para pendukung anti renovasi Masjid Al-Aqsha, dan meminta menteri dalam negeri untuk menghentikan pekerjaan renovasi tersebut.
 
18 April
Membangun museum Yahudi dekat Masjid Al-Aqsha sebagai upaya justifikasi bagi penguasaan terhadap Al-Quds, dan klaim Israel terkait Masji Al-Aqsha, di museum ini dipampang maketkuil yang berlokasi di tempat Masji Al-Aqsha.
 
20 April
Terungkapnya planing baru untuk membangun ratusan unit tempat tinggal di kota Ludd dekat Masjid Al-Aqsha.
 
11 Mei
Pasukan tentara penjajah Israel mengetatkan blokade terhadap Al-Quds, melarang para pemuda untuk melaksanakan shalat jum’at i masjid Al-Aqsha, serta menangkap sepuluh warga Palestina dengan alasan tidak mendapat izin masuk Masjid.
 
26 Juli
Pusat Kajian Strategis Amerika mengungkap sekelompok Yahudi yang memasukkan bahan-bahan radiasi, biologis dan kimia untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha.
 
28 September
Pemerintah Israel merubah kota Al-Quds menjadi asrama tentara bertepatan dengan waktu masuknya jum’at pertama tahun kedua peristiwa intifadhah, melarang jama’ah untuk shalat, hanya membolehkan bagi penduduk yang berumur lebih dari empat puluh tahun dan membawa identitas al-Quds.
 
26 Desember
Para rabi Yahudi memuji Sharon karena menerapkan penguasaan Israel atas pelataran Masjid Al-Aqsha. Bahkan mereka menyeru pemerintah Sharon untuk menghentikan berbagai kegiatan yang mereka anggap illegal yang dilakukan lembaga wakaf Islam dengan alasan akan merusak peninggalan agama Yahudi.
 
 
2002
23 Januari
Badan Intelegen Israel merekomendasikan izin bagi Yahudi ekstrem untuk masuk ke halaman Masjid .
 
4 September
Israel mensosialisasikan gambar kuil yang berlokasi di atas Masjid Al-Aqsha dalam bentuk gambar laser tiga dimensi.
 
30 September
Presiden Amerika George Bush menandatangani undang-undang yang mengikat administrasi Amerika untuk mengkategorikan Al-Quds sebagai ibukota abadi bagi Yahudi.
 
4 Oktober
Pasukan penjajah Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha dan menganiaya jama’ah shalat yang protes terhadap aturan Amerika tentang Al-Quds yang baru dikeluarkan.
 
4 November
Majalah Newsweek kuwait yang dikeluarkan dar al-wathon memuat  klaim Yahudi dan seorang jurnalis Yahudi, Efron yang menyatakan: “Masjid Al-Aqsha didirikan di atas reruntuhan kuil”.
 
15 November
Pada jum’at pekan kedua bulan Ramadhan, pasukan penjajah Israel melarang masuk puluhan ribu penduduk Palestina yang ingin melaksanakan shalat dan merubah kota kuno AL-Quds menjadi asrama tentara.
 
 
2003
14 Januari
Para pekerja arkeologi Israel mengklaim penemuan batu yang berasal sejak sembilan abad SM yang bertuliskan pernyataan tentang kuil, bantu ditemukan di galian bawah masjid Al-Aqhsa.
 
15 Januari
Institut Geologi Israel mengklaim penemuan batu dengan tulisan berasal dari abad ke sembilan SM.
 
29 Januari
Pagi hari, disebar hasil pemilihan umum parlemen Knesset Yahudi yang dimenangkan oleh partai Likud, partai-partai ekstrim memperoleh sebagian besar kursi. Media cetak Israel memajang pengumuman berwarna satu halaman penuh, mencantumkan gambar Masjid Al-Aqsha dan kubah shakhrah dalam bintang enam yang mengisyartkan bendera Israel dengan tema: “Gunung Kuil Hati Umat”. Pengumuman tersebut juga mengandung penghinaan terhadap Arab dan Kaum Muslimin. Disinyalir, yang menandatangani pengumuman tersebut adalah sekumpulan pemikir, sastrawan, politisi, mantan pimpinan militer dan para insinyur senior.
 
10 Februari
Sore hari pelantikan kabinat baru di bawah pimpinan Ariel Sharon, disebar media informasi berjumlah jutaan eksemplar yang mencantumkan pernyataan “Gunung Kuil adalah Hati Umat”, di sampul depannya dipampang gambar kubah shakhrah, pelataran Masjid Al-Aqsha dan tembok burak di dalam bintang enam David.
 
20 Februari
Israel memasang kamera yang merekam perjalanan Kaum Muslimin yang masuk lewat pintu asbath, juga melakukan pemeriksaan di rumah-rumah penduduk yang berdempetan dengan Masjid Al-Aqsha juga terhadap setiap anggota keluarga serta jumlah mereka.
 
13 Mei
Upaya membunuh Syekh Raid Salah –Syekh Al-Aqsha- setelah terungkap upaya Yahudi menyerbu Masjid Al-Marwani sebagai bagian Masjid Al-Aqsha melalui pintu gerbang di tembok selatan Masjid Al-Aqsha.
 
22 Juli
Pimpinan partai Harapan Israel Simon Peres menyeru kepada internasionalisasi al-Haram Al-Qudsi, dan menyerahkan pengelolaannya kepada Dewan kota internasional yang diketuai Sekjen PBB dengan dua wakil: 1. Wakil Arab yang bertanggungjawab terhadap tempat peninggalan Islam yang berada di atas tanah. 2. Wakil Israel yang bertanggungjawab terhadap tempat peninggalan yang berada di bawah Masjid Al-Aqsha.
 
24 Agustus
Polisi israel menganiaya sejumlah pengurus lembaga wakaf Islam dan jama’ah shalat Masjid Al-Aqsha, dan menciderai Syeikh Mahmud Husein –direktur dan khatib masjid- dan Haji Musthafa Abu Zahrah- anggota Dewan Tinggi Islam- karena protes terhadap izin masuk bagi Yahudi.
 
12 Oktober
engumuman tentang kesepakatan Jenewa di Swiss yang memuat penyerahan terhadap sebagian wilayah Masjid Al-Aqsha dan kota Al-Quds, dan memberikan kekuasaan penuh terhadap Israel atas tembok Burak.
 
10 November
olisi Israel menangkap Syeikh Taisir At-Tamimi – hakim agama di Palestina dan khatib Masjid Al-Ibrahimi di Hebron. Beliau dibebaskan setelah 24 jam penangkapannya dengan tuduhan provokasi melarang Yahudi dan para pemukim Yahudi masuk Masjid Al-Aqsha. Usai penangkapannya, beliau dilarang memasuki kota AL-Quds.
 
2004
 
28 Januari
Menteri KeamananDalam Negeri Israel, Tzachi Hanegbi berbangga dengan mengatakan: “Diantara capaian terpentingku adalah penangkapan Raid Salah, penghancuran Masjid Syihabuddin di Nashirah, dan izin bagi Yahudi memasuki masjid Al-Aqsha.
 
 
2 April
Selama tiga pekan berturut-turut, polisi Israel melarang Kaum Muslimin yang berusia di bawah 45 tahun melakukan shalat Jum’at di Masjid Al-Aqsha, dan mencoba mengubah kota Al-Quds dan sekeliling Masjid Al-Aqsha menjadi semacam asrama tentara.
 
8 Juni
Lembaga wakaf Islam mengecam peristiwa kebakaran di dalam Masjid Al-Aqsha sebab lembaga-lembaga Israel melarang pembersihan sampah sisa-sisa perkebunan dan pembersihan dari pelataran Masjid Al-Aqsha sementara cuaca sangat panas.
 
22 Juni
Otoritas peninggalan bersejarah israel secara diam-diam memindah kamera pengawasan ke dalam Masjid Al-Aqsha, berhadapan dengan mushalla Al-Marwani, yang sebelumnya diletakkan di luar pagar Masjid.
 
25 Juli
Harian Haaretz: Terbuka peluang meluncurkan pesawat tempur atau aksi bunuh diri Yahudi untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha, juga peluang untuk membunuh tokoh utama lembaga wakaf Islam di Al-Quds.
 
2 September
Untuk pertama kali, sekelompok Yahudi menggalang mobilisasi provokasi pers terhadap lembaga wakaf Islam.
 
28 September
oran harian Haaretz: “Lembaga pembangun kuil –lembaga yang dekat dari partai Likud- memaparkan rancangan baru pembangunan kuil khayalan berupa pembangunan atap luas yang dibangun di atas lokasi pelataran Burak terdiri dari sepuluh tiang tinggi sebagai simbol sepuluh wasiat, dan di atas atap yang tinggi ini dibangun kuil khayalan ketiga. Agar kuil ini mendapat kesuciaannya, diusulkan dibuat terowongan dari posisi tengah atap menuju lokasi di dalam Al-Quds yang dekat dari Kubah Shakhrah.
 
1 Oktober
Pemberlakuan berbagai prosedur dan aturan Israel terhadap Al-Quds dan Masjid AlAqsha. Kepolisian Israel melarang siapa yang berusia di bawah empat puluh tahun untuk mendatangi kota kuno Al-Aquds dan shalat Jum’at di sana. Pelataran dan lorong Masjid Al-Aqsha menjadi kosong sebab peraturan Israel yang juga mencakup pelepasan balon dan helikopter di langin Masjid Al-Aqsha untuk mengawasi jama’ah shalat.
 
10 Desember
Para jutawan Amerika yang berasal dari partai Republik menyerukan percepatan pembangunan kuil ketiga, mensupport ideologi pembangunan kuil dengan harta, hubungan politik, dan ikut serta dalam muktamar pembangunan kuil.
 
21 Desember
Sekelompok Yahudi mengadakan seminar bertema “Perselisihan atas Tanah dan Korelasinya dengan Kuil” di Al-Quds untuk mengkaji tentang cara pembangunan kuil khayalan, peserta seminar berjumlah 1200 peserta, diantaranya orang-orang kaya Amerika dari partai Republik.
 
2005:
5 Januari
Organisasi Yahudi ‘Kaum Wanita untuk Kuil’ bekerja untuk meningkatkan perhatian perempuan dalam pembangunan kuil khayalan ketiga, mereka mengumpulkan perhiasan dan emas untuk membuat berbagai perkakas dan perlengkapan kuil.
 
2 April
Koran Yediout Ahronot: “Badan keamanan Israel mendiskusikan di bulan-bulan akhir ide-ide beragam tentang peluang menyerang Al-Quds, seperti peluang pengeboman Al-Quds yang dilakukan Yahudi ekstrem dengan senjata mortir dari arah gunung Zaitun, atau pilot berani mati dengan mendarat dengan pesawat peluncur di Al-Quds dan meledakkan dirinya atau menanam bom di salah satu pintu masuk Al-Quds, juga diskusi tentang peluang penembakan terhadap jama’ah shalat atau menembak engan altileri atau mengirim pesawat kecil yang dipasangi jebakan untuk meledakkannya di atas Masjid Al-Aqsha. Pihak kepolisian tidak mempermasalahkan aksi Yahudi ekstrem menembakkan jama’ah shalat dari tempat di atas Masjid dan pintu masuk yang dikuasai Yahudi.
 
10 April
i saat ribuan Kaum Muslimin melakukan ribath (bersiaga menjaga Masjid) di jalan menuju pintu asbath, mobil polisi Israel berlintas di hadapan mereka dan melakukan aksi-aksi provokatif, tanpa alasan dan pemberitahuan sebelumnya, pasukan polisi menyerang para pemuda dan memukuli mereka dengan tongkat, senapan, kuda dan senapan suara. Penganiayaan tersebut menyebabkan 12 pemuda luka-luka di beberapa bagian tubuh dan wajah.
 
 
22 Mei
Laura Bush –istri Presiden AS- datang dan mengelilingi Masjid Al-Aqsha dengan pengamanan yang sangat ketat, sedang sejumlah jama’ah shalat menyampaikan kritik kepadanya. Kemudian ia mengunjungi tembok Burak (ratapan) dan meletakkan surat permohonan di sisi tembok mengikuti ritual yang dilakukan Yahudi.
 
22 September
Pemerintahan Israel menutup dua yayasan Arrifadah dan Iqra’. Yayasan arrifadah yang memiliki konsen dalam memelihara Masjid Al-Aqsha dan jama’ah shalat telah berjalan selama lebih dari setahun setengah dengan izin perusahaan di wilayah Israel, dan yayasan Iqra’ mensupervisi sekitar 200 halaqah/gurp Al-Qur’an di Al-Qudsyang sudah berjalan selama lebih dari tiga tahun. Penutupan kedua yayasan tersebut karena tuduhan adanya hubungan dengan gerakan HAMAS.
 
11 Desember
Pemerintahan Israel menetapkan anggaran 68 juta shekel (sekitar 15 juta USD) untuk pembangunan dan renovasi pelataran Burak (tembok ratapan). Rencana pembangunan baru yang berlangsung selama lima tahun ini mencakup kantor pusat para pengunjung, pos polisi, pos intel, ruang pengawasan, ruang khusus bagi orang sakit dan tua renta. Rencana tersebut muncul beramaan dengan meningkatnya jumlah pengunjung tembok ratapan, dan pada tahun 2005 saja jumlah pengunjung mencapai lima juta orang.
 
2006:
 
Syeikh Raid Salah, Sang Penjamin Al-Aqsha. www.imemc.org
3 Januari
yeikh Raid Salah, Pimpinan Gerakan Palestina 48 mengungkap dalam keterangan rinci foto dan video menayangkan gereja yahudi dan beberapa ruang yang dibangun di bawah Masjid Al-Aqsha, sambil menunjukkan kesaksian seorang pengemudi truk pengangkut bahan bangunan yang terkejut ketika ia melihat jalur lebar di bawah Masjid Al-Aqsha yang bisa dilewati oleh truk. 
 
28 Maret
Kepolisian Israel di Al-Quds menutup Masjid Al-Aqsha dan melarang Muslimin untuk melakukan sholat di sana, dengan alasan kekhawatiran terjadi bentrok antara Muslimin dan Yahudi ekstrem di saat berlangsungnya pemilihan umum Israel.
 
18 Juni
Setelah berlangsung 18 tahun proses pencarian peninggalan sejarah, Israel membangun bascamp baru untuk para pengunjung Yahudi di tembok ratapan yang dinamakan ‘silsilah generasi’. Mereka menghubungkan pintu masuk bascamp ini dengan dengan pintu masuk terowongan pagar barat Al-Quds, sebagai isyarat kepada para pengunjung tentang hubungan Yahudi dalam beberapa generasi dengan Al-Quds sejak zaman nabi Ibrahim hingga saat ini.
 
5 Juli
Seorang pengacara Samuel Parkopech- penduduk Tel Aviv menerbitkan satu buku berjudul ‘Betapa Berwibawa Tempat Ini’, berbicara tentang kuil khayalan dan hak Yahudi, juga menegaskan bahwa bagian tembok Burak terdaftar sebagai hak milik Israel di lembaga catatan tanah Israel.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *