Januari 2013

Israel Larang Tawanan Palestina Berpakaian Musim Dingin 

Wa’d, sebuah asosiasi untuk mendukung para tawanan Palestina melaporkan, penguasa penjara Israel tidak mengizinkan para tawanan Palestina mengenakan pakaian musim dingin dan sejumlah kebutuhan dasar lainnya. Larangan ini sudah berlaku sejak enam tahun berturut-turut.

Kantor berita PIC (Palestinian Information Center) mengutip Wa’d bahwa di tengah musim dingin dan kondisi para tahanan yang memburuk, zionis tetap memperlakukan mereka secara tidak manusiawi.

Wa’d menyatakan telah berusaha menyediakan bantuan pakaian musim dingin. Pakaian-pakaian ini sudah dititipkan melalui organisasi-organisasi kemanusiaan internasional namun pihak Israel menolak kiriman tersebut.

 

 

Banjir Rendam 400 Rumah di Tepi Barat 

Badan Pertahanan Sipil Palestina, Selasa (8/1) malam melaporkan bahwa angin kencang melanda wilayah Palestina dan semakin kencang menjelang malam. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Tepi Barat, mengakibatkan lebih dari 400 rumah terendam banjir. Sementara itu ratusan warga menderita akibat cuaca buruk.

Laporan yang dikeluarkan Humas Badan Pertahanan Sipil Palestina mengatakan, “Korban akibat intensitas udara rendah di propinsi-propinsi hingga menjelang malam mencapai 500 orang, ditambah 400 rumah yang terendam banjir akibat diguyur hujan lebat.”

 

Zionis Intimidasi Wartawan Saat Pengusiran Desa Babu Syams 

Forum Jurnalis Palestina mengecam serangan pasukan Zionis terhadap para wartawan dan pencegahan liputan yang mereka lakukan terhadap serangan yang dilakukan Zionis saat pengusiran desa Babu Syams di timur al Quds.

Dalam pernyataannya kemarin, Selasa (15/1), Forum Jurnalis Palestina mengatakan, pasukan penjajah Zionis Ahad tengah malam menyerang para wartawan, menahan dan mencegah mereka dengan kekuatan untuk melakukan tugas jurnalistik mereka dalam meliput saat pengosongan (pengusiran) warga desa Babu Syams.

Menurut para wartawan, pasukan penjajah Zionis Israel menahan sekitar 20 wartawan dari berbagai media massa, mereka dikepung oleh sejumlah serdadu yang menyorot dengan lamput ke arah kamera mereka untuk mengaburkan pengambilan gambar serangan yang terjadi terhadap para aktivis dan relawanan solidaritas di desa Babu Syams. Bersamaan dengan penutusan siaran langsung televisi Palestina.

Para serdadu Zionis menyerang para wartawan, mendorong mereka ke tanah dan menahan di tempat yang mirip dengan galian di daerah terjadinya serangan terhadap aksi damai warga sipil dengan cara yang bertentangan dengan semua piagam HAM.

 

Kampanye Tuntut Inggris Minta Maaf Pada Palestina Digelar 

Konferensi pecan keempat bagi korban rakyat Palestina sejak Sabtu kemarin (19/1) masih berlangsung. Adapun tema konferensi tahun ini berjudul, “Inggris dan warisan kolonialismenya di Palestina , Tiba saatnya bagi Inggris minta maaf”.

Ikut dalam konferensi ini sejumlah dubes Negara Arab serta sebagian anggota parlemen Inggris serta seluruh akadimisi, wartawan, relawan Palestina yang sejak awal pecan menunggu-nunggu tersebut yang berasal dari sejumlah kota di Inggris.

Sementara itu, ketua dewan Pembina pusat hak kembali Palestina, Muhamamd Hamid di acara pembukaannya menegaskan tentang pentingnya memelihara prinsip-prinsip Palestina khususnya hak kembali. Ia menganggap hak kembali merupakan salah satu tema yang dihasilkan dalam konferensi ini untuk menyusun setrategi dalam melawan kampanye Balvour. Inilah yang dicoba digagas pihaknya selama lebih dari lima tahun untuk mendesak Inggris akan meminta maaf pada rakyat Palestina atas semua penderitaan dan kesengsaraan yang mereka alami lebih dari tujuh dekade.

 

Israel Masifkan Penggaliannya di Jalan Al-Mugaribah Al-Aqsha 

Yayasan Wakaf Al-Aqsha dalam keterangan persnya, Senin (21/1) menegaskan, penjajah Zionis terus meningkatkan intensitas penggalian dan penghancuran sejumlah bangunan yang menuju jalan Al-Mugaribah, gerbang Al-Aqsha bagian barat. Mereka memperdalam dan memperluas jangkauan galian tersebut.

Menurut data yang ada di Yayasan Al-Aqsha menyebutkan, penjajah Zionis dalam waktu dekat ini berniat memperluas areal Al-Burak (tembok ratapan) sebagai tempat ritual mereka. Terutama bagian khusus untuk perempuan. Bersamaan dengan ini mereka akan membuka areal khusus untuk perempuan di tanah kosong menuju Al-Mugaribah. Mereka sudah melakukan persiapan untuk itu.

Dalam kunjungannya ke areal Al-Buraq, yayasan Al-Aqsha memantau adanya perluasan galian yang dilakukan Zionis. Pihaknya juga berhasil mendokumentasikan kegiatan mereka ini, dimana galian mereka hanya berjarak satu meter dari galian lama.

Jalan Al-Mugaribah merupakan bagian tak terpisahkan dari bangunan Al-Aqsha milik ummat Islam. Sudah ada puluhan galian di sepanjang jalan A-Mugaribah tersebut yang dilakukan Zionis. Mereka mengangkut tanah dan bebatuan yang ada di sana dengan karung plastic. Terakhir mereka membangun tenda besar di sana untuk melakukan penggalian dan perusakan terhadap sebagian besar bangunan bersejarah di areal Al-Aqsha.

 

Netanyahu Menang, Israel Lanjut Caplok Wilayah Palestina? 

Benyamin Netanyahu akhirnya dinyatakan menang dalam Pemilu Parlemen Israel. Dalam hitung cepat, Selasa 22 Januari 2013, Partai Yisrael Beitenu yang beraliran ultranasionalis, Likud mempertahankan dominasi di parlemen dengan perolehan suara terbanyak dibanding 31 partai lainnya, yakni 31 kursi dari jumlah 120 kursi parlemen.

Sementara, rival berat Netanyahu Partai Rumah Yahudi pimpinan Bennet memperoleh sekitar 18 sampai 19 kursi. Dengan hasil ini, Netanyahu kembali menjadi Perdana Menteri Israel untuk masa jabatan ketiga kalinya.

 

 

Konvoi Bantuan Medis Muslim Rusia untuk Gaza 

Hari ini Ahad (27/1) konvoi “Harapan dan Cinta 4” yang membawa bantuan medis Rusia ke Jalur Gaza akan bertolak. Konvoi ini juga diikuti oleh wartawan dan tim wartawan TV disamping relawan dari lembaga sosial Rusia.

Konvoi ini membawa bantuan media dan obat-obatan untuk penderita kanker dan penyakit ginjal yang diderita oleh warga Jalur Gaza yang diblokade sejak beberapa tahun yang mengakibatkan nyawa pasien dalam bahaya.

Bantuan ini dihimpun dari umat Islam dari seluruh wilayah di Rusia yang ditangangi oleh Organisasi Solidaritas Sosial, seperti ditegaskan Hawa Nativa, wakil ketua lemnaga dan ketua delegasi ke Gaza.

Mereka juga ditemani oleh tim televisi Rusia yang akan meliput dan mengambil gambar untuk film dokumenter penderitaan warga Palestina di bawah blokade zionis.

Konvoi juga diikuti oleh wartawati perempuan Rusia terkenal Nadijada Kuforkuva, istri wartawan terkenal Mazim Chichinko yang diberi penghargaan pemerintah Palestina di Gaza atas jasanya membela Palestina di Rusia yang akhirnya membuatnya dikejar-kejar dan diancam oleh organisasi zionis di Rusia.

 

Badan Islam – Kristen: Penghancuran Rumah-rumah Palestina di al Quds Rasis dan Dendam 

Sekjen Badan Islam – Kristen untuk Membela al Quds dan Tempat-tempat Suci, Dr. Hana Isa, menilai bahwa aksi pasukan penjajah Zionis yang menghancurkan, menyerang dan meratakan tanah rumah serta melakukan penangkapan di daerah Silwan di kota al Quds merupakan “tindakan yang menghancurkan setiap perundingan langsung dan tidak langsung serta hambatan utama terhadap proses perdamaian, juga penghalang utama pendirian negara Palestina merdeka sesuai dengan resolusi DK PBB nomor 242 tahun 1967.

Dr. Isa menambahkan, “Tujuan Zionis di balik itu adalah mencekik keberadaan Palestina dan menerornya dengan jalan kekerasan agar warga asli meninggalkan kota suci al Quds, dengan tujuan memangkas jumlah Palestina di kota al Quds dan menyediakan lahan yang luas untuk kepentingan pembangunan permukiman Yahudi. Hal itu merupakan sanksi massal dan secara terang-terangan bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional terutama perjanjian Jenewa IV untuk melindungi penduduk sipil tahun 1949 yang melarang penggunaan sanksi massal.”

 

 

Penjajah Zionis Berupaya Ubah Perbatasan Al-Quds 

Laporan yang dirilis Institut Ariej menyebutkan, penjajah zionis berupaya mengubah perbatasan kota al-Quds, sesuai dengan visi masa depn mereka, untuk merealisir mayoritas yahudi di kota al-Quds, dengan membangun dinding pemisah dan menyita tanah-tanah Palestina, kemudian menggabungkan pemukiman yahudi di sekitar al-Quds sampai ke perbatasannya. Dengan itu dibangun geografi baru dan mengisolasi komunitas Palestina berada di bagian terluar kota al-Quds.

Laporan merilis proyek al-Quds Raya dan perpanjangan jalan yang menembus pinggiran selatan al-Quds dan memasukannya kedalam kawasan jajahan tahun 1967, dengan membelah kota Betshafafa dan Syarafat, serta mengisolasinya dari kota lainnya, di samping menyita 234 acre untuk tujuan ini. Anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini senilai 1,1 milyar USD, dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2015 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *