Israel Tolak Masuk UNESCO Ke Kota Tua Khalil

aspacpalestine.com – Tepi Barat. Otoritas Israel menolak memberikan visa masuk untuk tim investigasi UNESCO PBB. Tim tersebut dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke kota tua, bagian selatan Khalil, Tepi Barat. Kunjungan tersebut dilakukan dilakukan sebelum pemilihan yang akan datang bulan depan. Kunjungan itu bertujuan untuk mempertimbangkan kawasan tersebut sebagai situs warisan dunia yang terancam punah. Hal tersebut menurut berita media Israel, Minggu (25/6/2017).

Sementara otoritas Palestina telah berencana memperkenalkan situs tersebut, sebagai pertimbangan daftar warisan dunia UNESCO pada tahun 2018. Mereka memutuskan untuk segera mengajukan situs tersebut,  dikarenakan kekerasan Israel yang rutin dilakukan di kota tua. Orang-orang Palestina menganggap kekerasan rutin tersebut mengancam keutuhan situs tersebut. Disamping itu juga mengusulkan daerah tersebut sebagai daerah yang terancam punah.

Seorang delegasi Palestina untuk UNESCO dilaporkan telah menyatakan “hal yang mengkhawatirkan terkait kekerasan Israel, termasuk vandalisme, pengrusakan insfrastruktur, dan serangan lain. Hal tersebut disampaikan dalam surat yang dikirim ke pusat warisan dunia.

UNESCO telah dijadwalkan untuk memutuskan terkait status situs tersebut, saat konferensi yang berlangsung selama 2 Juli – 12 Juli di Krakow, Polandia. Pengambilan keputusan tersebut diharapkan mencakup pasal penolakan terkait kedaulatan Israel terhadap Al-Quds timur terjajah. Al-Quds Timur dicaplok pada tahun 1980 dan langkah itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

 

Sumber: palestinechronicle.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *