Israel Kritis, Paksa AS Lobi Kembali Mesir

Tekanan Hamas terhadap Zionis Israel akhirnya berhasil. Diluar prediksi, pihak Israel mengalami kerugian materi sebesar 5,5 milliar USD. Hal ini memaksa mereka mematuhi keinginan Hamas untuk mencabut blokade dari Jalur Gaza yang kini sudah memasuk tahun ke 8. Menlu AS, Kerry dan Menlu Inggris mengunjungi Tel Aviv Israel, Kamis (24/7) untuk mendengar keluhan mereka. Kedua rekan Zionis Israel ini memberikan simpatinya atas apa yang menimpa Israel. Satu-satunya pihak ketiga yang diharapkan menjadi fasilitator kedua pihak yang tengah berseteru ini adalah negara Mesir. Walaupun sebelumnya usulan genjatan senjata yang diusulkan Mesir beberapa pekan lalu sempat ditolak pihak Hamas, karena dinilai menguntungkan pihak Israel. Mesir sendiri paska kudeta dinilai tidak akan memiliki peran optimal di kawasan timur tengah, pasalnya kudeta yang terjadi saat ini disokong oleh pihak Israel, sehingga sulit memastikan netralitas Mesir dalam menjadi mediator. Alasan ini pula sepertinya yang memaksa Hamas terkesan berjuang sendirian, bagi Hamas penghapusan pendudukan atas tanah Palestina merupakan tuntutan mutlak, dan ini diawali dengan pencabutan blokade dari Jalur Gaza. Kini “bola” ada di tangan Israel sendiri. Bagi Hamas percuma gencatan senjata kalau mereka dipaksa mati secara perlahan melalui blokade. Mati sebagai syuhada diterjang roket-roket Israel bagi mereka jauh lebih mulia. Hamas dengan faksi perlawanan lainnya di Jalur Gaza memastikan diri telah siap dengan perang yang jauh lebih panjang. Terbukti kendati serangan darat sudah dilancarkan Israel, di waktu bersamaan pihak pejuang Palestina terus melepaskan ratusan roketnya setiap hari ke wilayah yang diduduki Israel. Sejauh ini pihak Mesir tetap dengan opsi gencatan senjata tanpa syarat. Untuk kemudian memasuki tahap perundingan. Usulan Gencatan Senjata AS Menlu AS, John Kerry baru-baru ini memberikan inisiatif baru untuk gencatan senjata di Jalur Gaza. Kerry mengusulkan terwujudnya gencatan senjata selama satu pekan. Kemudian dilanjutkan dengan perundingan secara tidak langsung antara Hamas dengan pihak Israel, dan selamat satu pekan tersebut pihak Israel diperbolehkan untuk melanjutkan operasi penghancuran terowongan bawah tanah di Jalur Gaza. Sampai saat ini usulan tersebut masih menunggur respon dari pihak Hamas dan Israel. Sejauh ini pihak Kerry mengontak Menlu Qatar dan Turki agar memberikan dukungan terhadap usulannya tersebut. @ASPAC For Palestine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *