Zionis: Perjanjian Damai dengan Yordania Izinkan Yahudi Ibadah di al Aqsha

Seorang anggota parlemen “Knesset” Zionis dari partai “Yahudi Home”, Zebulon Kalba, mengatakan bahwa orang Yahudi berhak beribadah di dalam masjid al Aqsha. Karena menurutnya ini sesuai dengan “perianjian damai” antara Yordania dan entias Zionis. Dia menampik bahwa otoritas penjajah Zionis telah meminta kepada Yordania agar orang Yahudi diizinkan beribadah di dalam masjid al Aqsha.

“Saya tidak melihat ada suatu organisasi atau pihak dari kalangan agama Yahudi meminta hal ini (ibadah Yahudi di dalam masjid al Aqsha) dari pihak Yordania,” ungkapnya. Dia melanjutkan, “Namun demikian pihak Yordania harus diingatkan bahwa perjanjian damai antara kita pada pasal kesembilan mengatakan: semua pihak mengizinkan pihak lain untuk masuk ke tampat-tempat agama dan bersejarah,” ungkapnya. Inilah, menurutnya, yang menuntut kerajaan Yordania harus mengizinkan orang Yahudi beribadah di dalam masjid al Aqsha tanpa harus mengajukan permintaan untuk itu.

Pernyataan Kalba ini mengomentari pernyataan penasehat Yordania untuk tempat-tempat suci Islam dan Kristen di kota al Quds, Abdul Nasher Nashar seputar penolakan Amman mengizinkan orang Yahudi beribadah di dalam masjid al Aqsha, setelah otoritas Zionis mengajukan permintaan tersebut. Demikian menurut surat kabar Zionis Ma’arev.

Nashar mengatakan bahwa orang-orang Yahudi radikal tidak akan diizinkan masuk ke dalam masjid al Aqsha untuk beribadah di dalamnya. Mereka terus dilarang masuk ke area seluas 144 ribu meter persegi milik kaum muslimin. Nashar menilai, permintaan Zionis ini sebagai upaya ‘Israel’ untuk membagi masjid al Aqsha dalam upaya untuk melakukan yahudisasi kota al Quds. (infopalestina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *