Pengungsi Palestina Suriah Dilarang Masuk Libanon, Sejumlah Organisasi HAM Khawatir

Badan Bantuan Pengungsi Palestina UNRWA mengungkapkan kegelisahannya atas aturan ketat Libanon atas pengungsi Palestina yang datang dari Suriah.

Dalam pernyatannya kemarin Selasa (6/5), pihak UNRWA saat ini sedang memantau kondisi di perbatasan Libanon – Suriah secara intens. Mereka memperoleh jaminan dari pihak Libanon bahwa aturan ketat itu hanya sementara. UNRWA berharap dalam waktu dekat aturan itu akan dicabut.

UNRWA menambahkan, pihak merasa khawatir terhadap pengusiran pengungsi Palestina dari Libanon ke Suriah dalam waktu dekat.

Mereka menegaskan, sikap Dewan Keamanan PBB yang sudah menegaskan soal pentingnya prinsip “tidak mengembalikan paksa para pengungsi” mengingatkan negara-negara tetangga Suriah untuk menjaga seluruh warga yang melarikan diri akibat kekerasan di Suriah, termasuk pengungsi Palestina.

Semenatra itu, organisasi Human Right Wacht Internasional kemarin mengkritik pemerintah Libanon yang mengembalikan 40 warga Palestina secara paksa ke Suriah dan menganggapnya hal itu akan mengancam nyawa mereka.

HRW meminta kepada pemerintah Libanon agar mencabut larangan pengungsi Palestina masuk ke Libanon melalui perlintasan “bersama” dengan Suriah.

Mereka mengisyaratkan, pemerintah Libanon menghalangi mereka untuk ke Libanon dan mengamblikan mereka Suriah.

HRW menilai tindakan itu bertentangan dengan undang-undang internasional yang menghalangi kembalinya pengungsi atau pencari suaka yang hak mereka terancam.

Kekhawatiran yang sama disampaikan oleh Kelompok Kerja untuk Pengungsi Palestina di Suriah atas perkembangan berbahaya terkait keputusan pemerintah Libanon terhadap pengungsi Palestina dan larangan memasuki Libanon. Sikap Libanon itu dianggap sebagai kemunduran dan bertentangan dengan undang-undang internasional. (infopalestina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *