Kritik Lagu Viral: "Wahai Tuan Kita Akan Berbuka di Yerusalem"

Zain, Perusahaan Telekomunikasi raksasa dari Kuwait telah mengeluarkan sebuah klip lagu berjudul: “Wahai Tuan Presiden, kita akan berbuka di Yerusalem,” pada bulan Ramadhan ini. Klip ini telah menjadi viral di dunia maya dan menuai kritik kotroversial. Di bagian bawah laporan ini terlampir link video dan terjemahan dari teks lagu tersebut.

 

baca juga

Gaza Sambut Ramadan: Kesedihan dan Penindasan Kelilingi Kota ini!

Konten

Klip tersebut menampilkan bocah laki-laki mendekati seseorang yang didandani mirip Trump, Presiden Amerika, sambil mengucapkan kepadanya selamat Ramadhan. Dia lalu mengundang sang presiden untuk berbuka puasa di rumahnya, jika Trump dapat menemukannya diantara puing reruntuhan.

Lalu nampak pemandangan sebuah keluarga sedang duduk di meja makan yang terlihat seperti di Suriah. Disana muncul sosok Presiden Vladimir Putin, yang pasukannya telah menghabisi Suriah dengan bom. Ibu bocah itu pulang “dengan roti dan hati yang berkeping-keping”.

Selanjutnya ada perahu-perahu yang mengangkut para pengungsi mengarungi lautan Eropa menuju ke “negeri impian”. Nampak sosok Angela Merkel, Chancellor Jerman Nampak memandangi para pengungsi yang berenang menuju ke pantai.

Tokoh lainnya yang muncul dalam klip tersebut adalah Kim Jong-un, presiden Korea Utara, PM Kanada Justin Trudeau, dan Guterres,Sekjen PBB.

Menyinggung permasalahan 700.000 warga Muslim Rohingya yang mengungsi ke negeri tetangga Bangladesh, diperlihatkan pemandangan para pengungsi yang digambarkan sedang melintasi Myanmar.

Pemandangan pemirsa kembali dibawa ke tempat semula ke kantor Trump dimana bocah itu mengundangnya untuk berbuka puasa dengan mengatakan “Pak Presiden, kita akan berbuka puasa di Yerusalem, ibukota Palestina.”

Lalu muncul seorang bocah berambut pirang yang nampak mirip Ahed Tamimi saat dia bergabung dengan bocah itu bersama-sama dalam lautan massa menuju Yerusalem.

Pemandangan terakhir memperlihatkan bocah itu bersama seorang bocah perempuan diapit oleh para petinggi negara-negara teluk memandang ke arah Masjid Al-Aqsha. Dan menutup klip dengan doa: “Semoga puasa kita, anak-anak dan bangsa-bangsa selamanya berada di Tangan Zat Yang Tiada Pernah Tidur.”

 

Baca juga

Jumat “Syuhada dan Korban Luka”: 56 Luka Diserangan Penjajah Timur Jalur Gaza

Kritik

 

Ini bukan kali pertama perusahaan telekomunikasi ini menggunakan platform bulan suci Ramadhan untuk menyatakan statemen politiknya. Tahun lalu, Zain juga mengeluarkan sebuah klip yang menyinggung tentang kelompok ISIS dengan pesan bahwa  “kita harus menyembah Tuhan dengan cinta, bukan teror.”

Di satu sisi, klip Ramadhan ini menunai banyak pujian, Dia dianggap sebagai respon paling kuat dari perusahaan global terhadap keputusan presiden AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota “Israel”.

Di sisi lain klip ini juga mengundang banyak kecaman, diantaranya adalah bahwa semua tokoh yang muncul di dalamnya adalah tokoh-tokoh asing, seolah Presiden Erdogan, Bin Salman, Bin Zayed, Sisi, Tamim, dan yang lainnya tidak memilki peran sama sekali.

Diantara kritik yang paling fundamental adalah penggunaan kata “Sayyidi al-Rais” atau Tuanku Presiden untuk memanggil Trump, karena Trump bukanlah “Sayyid” buat Umat Islam, dan apalagi menanamkannya ke lubuk sanubari anak-anak. Penggunaan kata “sayyid” terhadap Trump ini, dianggap merefleksikan mentalitas yang rendah dan kehinaan di kalangan kaum Muslimin saat ini. Karena Trump dinilai sebagai sosok yang lebih jahat bahkan melebihi Netanyahu, PM Penjajah Zionis (i7).

 

 

 


Ini arti lagu zain yang viral diatas

Wahai tuan Presiden
Ramadhan mulia telah datang
Aku undang engkau untuk berbuka bersamaku
Bila kau temukan rumahku dalam kondisi hancur
Dan ibuku kembali dari pasar dengan roti dan hati yang rusak

Dan suara adzan telah memanggil
Begitupun lonceng gereja telah berbunyi
Saling bertetangga
Maka sampailah perahu-perahu kematian
Ke tanah mimpi
Tanpa anak-anak yang ditampilkan sebagai persoalan bersama

Wahai tuan Presiden
Aku tak bisa tidur
Setiap kupejamkan mata, terdengar ledakan
Berasaplah kasurku dan api mulai membakar
Dan keluarlah ketakutan dari pintu yang hangus
Jadilah tangisan sebagai senandung pengantar tidur
Dan boneka pun terlumuri darah

Wahai tuan Presiden
Boneka pun berdarah

Wahai tuan Presiden
Kami menjadi pelarian
Kami diasingkan
Kami dijadikan bersalah
Kami tertuduh dengan ibadah kami
Kami dimusnahkan
Kami dibungkam untuk menyatakan keimanan

Wahai tuan Presiden
Kita akan berbuka di Al Quds
Ibukota Palestina
Allah akan mengabulkan doa kami setiap saat
Aamiin…

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *