Kaleidoskop Palestina – Nopember 2014

Solidaritas Yordania Untuk Al Aqsha Tuntut Pengusiran Dubes Zionis

 

Amman – Pasca shalat Jumat kemarin, warga Yordania menggelar aksi solidaritas mengecam pelanggaran zionis terhadap Masjidil Aqsha.
 
Aksi yang digagas Gerakan Islam di Yordania ini menuntut pemerintahan negara mereka untuk membatalkan perjanjian damai dengan entitas zionis, dan mengecam sikap diam Yordania atas pelanggaran yang terjadi di Masjidil Aqsha.
 
Penutupan Masjidil Aqsha merupakan kejahatan terkeji yang belum pernah terjadi sejak 800 tahun lalu, ditegaskan sekjen Ikhwanul Muslimin di Yordania, Muhammad Aqil, bahwa solusi satu-satunya membebaskan Al Aqsha adalah dengan perlawanan bersenjata.
 
Aqil meminta rakyat Yordania mengelar Intifadah membela Al Aqsha, aksi solidaritas ini merupakan pendahuluan bagi perjuangan membela dan membebaskan Al Aqsha di segenap wilayah Yordania.
 
Aksi solidaritas menuntut pemerintah Yordania menegaskan perannya melindungi Masjidil Aqsha, sebagai penanggungjawab pengelola Al Aqsha, dan merespon kejahatan zionis dengan mengusir dubes zionid dari Yordania, dan menarik dubes Yordania dari entitas zionis, dan menghentikan normalisasi.
 
——
 
Muslim di Denmark Gelar Solidaritas Al-Aqsha
 
Denmark – Puluhan imigran muslim menggelar aksi solidaritas Al-Aqsha, Jum’at kemarin dengan tema aksi “murka” di kota Orohos, utara Denmark atas seruan dari Persatuan Organisasi Untuk Palestina.
 
Aksi dimulai dari Bazaar Fest di daerah Prabrand Square, ditengah teriakan “kami penuhi wahai Al-Aqsha” dan “Untukmu Al-Quds istirahatkan bersama jutaan syuhada Palestina.
 
Dalam pada itu,  Mansour memuji apa yang ia sebut “ketabahan rakyat Al-Quds dan penjagaan mereka terhadap Al-Haram ketiga dalam Islam.
 
Aksi ini juga dilakuan untuk memprotes pelanggaran dan penodaan yang dilakukan Zionis terhadap rakyat Palestina dan tempat sucinya di Al-Quds.
 
Dia menekankan apa yang terjadi sekarang berupa pelanggaran demi pelanggaran Zionis di Al-Aqsha adalah upaya mereka untuk menguasai masjid ummat ini, sebagaimana mereka lakukan terhadap Masdjid Al-Ibrahimi di Hebron.
 
Juru bicara aksi Denmark itu, mendesak semua orang untuk berpartisipasi dalam kegiatan advokasi rakyat Palestina hingga penjajahan berakhir dan bangsa Palestina mendapatkan kemerdekaan.
 
——-
 
Zionis Setujui Pembangunan 500 Unit Permukiman Yahudi di al Quds
 
Alquds – Dinas Perencanaan dan Pembangunan Zionis di kota al Quds pada hari Senin (3/11), telah menyetujui pembangunan 500 unit permukiman Yahudi baru di kompleks permukiman Yahudi Ramat Shalomo di al Quds. Unit-unit permukiman ini akan dibangun di atas tanah yang tercatat milik swasta berada di timur permukiman tersebut.
 
Menurut sumber-sumber Zionis, permbicaraan masalah ini tentang pembangunan 500 unit permukiman baru untuk menambah rencana yang asalnya untuk membangun 1600 unit permukiman di kompleks permukiman yang sama, yang akan dibangun di atas tanah “negara” dan sudah disetujui pembangunanan secara final.
 
Dengan disetujuinya pembangunan 500 unit permukiman baru ini, maka kompleks permukiman Ramat Shalomo mendapatkan bagian rencana permukiman yang luas, yang telah disetujui oleh penjajah Zionis di al Quds, sebanyak 2100 unit permukiman baru.

 
——-
 
Pidana Internasional: Serangan Terhadap “Mavi Marmara” Kejahatan Perang
 
Lembaga Kemanusiaan Turki (IHH) mengatakan, Jaksa penuntut umum di pengadilan pidana internasional berpendapat bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dengan menyerang kapal Turki “Mavi Marmara” tahun 2010, saat menuju Gaza.
 
Persoalan ini mengalami perkembangan penting secara hukum, yang mengutuk Israel atas serangannya ke kapal Turki di perairan Mediterania, saat menuju Gaza untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan.
 
Disebutkan bahwa pidana internasional menerima pengaduan yang diajukan para pengacara korban serangan, dan setelah melakukan pemeriksaan, jaksa penuntut umum menyatakan Israel telah melakukan kejahatan perang.
 
Ketua IHH Bolant Yaldrim akan menggelar pertemuan dengan pihak korban guna mengambil langkah selanjutnya dalam masalah ini di masa mendatang.
 
Pasukan marinir zionis menyerang kapal relawan Mavi Marmara, yang tengah menuju Gaza pertengahan tahun 2010 lalu, kapal membawa 500 relawan, mayoritasnya dari Turki, saat berada di perairan internasional di laut Mediterania.
 
Pasukan zionis menggunakan peluru tajam saat menyerang para relawan internasional, yang menewaskan 10 relawan Turki, dan melukai 50 lainnya.
 
Pemerintah Turki menuntut ganti rugi dari Israel sebelum normalisasi hubungan diplomatik, penjajah zionis tunduk pada syarat yang ditetapkan Turki, antara lain meminta maaf secara resmi, dan memberikan ganti kepada keluarga korban. Dan kedepan Turki juga menetapkan syarat pencabutan blokade Gaza, untuk memperbaiki hubungan dengan penjajah zionis. 
 
——-
 
Tentara Israel ‘Obrak-Abrik’ Masjid Al Aqsa
 
Al-Quds – Ratusan Tentara Israel dikabarkan telah masuk ke dalam Masjid Al Aqsa dan merusak ruangan salat serta menginjak-injak karpet dengan sepatu mereka, Kamis (6/11).
 
Sebelumnya, Masjid Al Aqsa telah dibuka kembali untuk umat muslim Palestina dan wisatawan yang berkunjung. Namun hanya berselang dua hari, masjid tersebut kembali ditutup. Warga Palestina dilarang untuk masuk ke dalam. 
 
Masjid Al Aqsa kini dikuasai oleh tentara Israel dan untuk pertama kalinya sejak tahun 1967 mereka memasuki kompleks masjid. Tak hanya masuk, mereka menginjak-injak karpet untuk salat umat muslim dengan sepatu mereka dan merusak ruangan solat serta mimbar khotbah Jumat. 
 
Melalui foto yang dipublikasikan oleh World Bulletin terlihat seluruh ruangan masjid berantakan. Alquran pun banyak berjatuhan di lantai masjid. 
 
“Hampir 300 tentara menyerbu Masjid Al Aqsa, sebagian tentara masuk ke dalam dan merusak ruangan masjid,” kata Azzam al-Khatib, Direktur Wakaf Muslim Palestina.
 
Menurut Azzam, serangan tersebut tidak terduga dan sangat membahayakan warga yang sedang melakukan salat berjamaah. Ia menilai, hal yang dilakukan oleh tentara Israel akan mendapatkan reaksi keras dari umat muslim di seluruh dunia. 
 
Tak hanya menguasai masjid, tentara Israel juga menahan empat warga Palestina dalam bentrokan yang terjadi pada Rabu (5/11) lalu. Hingga kini, empat orang tersebut dikabarkan masih berada di dalam masjid dan belum dilepaskan oleh pasukan Israel.
 
——-

 
Para Dokter Palestina Desak Mesir Buka Perbatasan Rafah
 
Puluhan dokter dan pasien Palestina menggelar aksi duduk di pintu perbatasan Rafah di wilayah selatan Jalur Gaza, Kamis (6/11/2014), menuntut pemerintah Mesir membuka pintu perbatasan untuk mereka yang membutuhkan perawatan medis.
 
Pintu perbatasan Rafah, adalah satu-satunya pintu perbatasan yang tidak dikendalikan Israel. Namun, pintu perbatasan Rafah ditutup sejak 25 Oktober lalu menyusul aksi bom bunuh diri di Sinai utara yang menewaskan 30 prajurit Mesir.
 
“Buka terminal” demikian bunyi salah satu spanduku yang dibawa para pengunjuk rasa yang beberapa di antara mereka tergeletak di atas tandu berwarna jingga. Spanduk lain berbunyi “Penutupan mengancam pasien kanker”.
 
“Pintu perbatasan harus segera dibuka untuk memungkinkan para pasien di Gaza menyeberang untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit yang lebih baik di Mesir atau negara Arab lainnya,” kata Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza.
 
Pekan lalu, Mesir menghancurkan permukiman di sepanjang perbatasan negeri itu dengan Jalur Gaza untuk membangun zona penyangga yang dapat mencegah infiltrasi militer dan penyelundupan senjata.
 
Langkah itu dilakukan setelah gelombang serangan maut mengincar pasukan Mesir di Sinai terus berlanjut.
 
Pemerintah Kairo menuding kelompok-kelompok militan Palestina yang membantu meningkatnya serangan militan sejak tergulingnya Mohamed Mursi yang adalah sekutu dekat Hamas dari kursi presiden tahun lalu.
 
Penutupan pintu perbatasan Rafah yang dilakukan sejak tergulingnya Mursi mengakibatkan penurunan drastis jumlah warga Gaza yang keluar melewati Mesir.
 
Pada paruh pertama 2013 tercatat 20.000 orang menggunakan pintu perbatasan Rafah. Angka itu menurun drastis dalam periode yang sama pada 2014 hanya mencatat 4.350 orang yang melintasi Rafah.
 
Jumlah pelintas batas meningkat pesat ketika perang 50 hari antara Israel dan Hamas berkecamuk. Saat itu Kairo membuka pintu perbatasan Rafah agar korban luka bisa dilarikan ke rumah-rumah sakit di Mesir.
 
——-

 
Demo Besar-Besaran di Maroko dan Turki Solidaritas Al-Aqsha
 
Rabat/Ankara – Kota Casablanca Maroko Jumat (7/11) kemarin diwarnai unjuk rasa besar-besaran untuk solidaritas Masjid Al-Aqsa. Mereka menolak agresi Zionis selama ini di Al-Quds dan tempat-tempat suci ummat Islam.
 
Aksi ini dilakukkan oleh lebih dari 20 organisasi berbasis masyarakat di Casablanca yang menolak agresifitas Zionis dan pemerintahanya terhadap Masjid Al-Aqsa. Peserta aksi yang terdiri dari berbagai kalangan dan usia dan orientasi mengecam simbol-simbol resmi Arab yang dinilai lemah. Mereka menuntut penghentian normalisasi dengan Zionis sekaligus tindakan negara-negara Arab secara resmi untuk menghentikan penjaajahan dan kriminalitas Israel.
 
Sementara itu di Turki, sejumlah lembaga sipil terorganisir melakukan aksi pawai untuk memprotes agresi Zionis ke Masjid Al-Aqsa, pada Jum’at (7/11).
 
Di kota “Ushak” Turki barat, sebanyak 12 lembaga sipil, mengecam agresi Zionis, di depan markas kotamadya kota Turki, di mana sejumlah besar warga mengambil bagian dalam aksi ini, termasuk perempuan dan anak-anak.
 
Kemudian mereka berhenti di gedung pemerintah dan meneriakkan slogan-slogan untuk melawan “Israel” dan pemerintahnya. Mereka juga tersebar di jalan-jalan, alun-alun, sambil melambai-lambaikan bendera Palestina dan Turki. Mereka mengajukan banding ke dunia Islam serangan-serangan Zionis.
 
Dalam pidatonya di depan para demonstran,  Fatih Gooch” ketua platform Turki menyebutkan, sangat penting mengakhiri serangan Zionis terhadap kiblat pertama umat Islam. Ia  mengutuk pasukan Zionis menyerbu Al-Aqsa dengan sepatu bot mereka dan menangkap warga Palestina. 
 
Gooch mengatakan, “Kalian telah menodai Masjid Haram al-Sharif dengan kaki kalian, menghina Alquran”, mengajak banyak negara Arab untuk berpartisipasi dalam serangan ini agar setuju dengan “Israel” dan menuntut PBB agar bergerak cepat untuk menghentikan agresi ini, yang telah mengusik perasaan umat Islam”. 
 
——-

 
PBB Buat Tim untuk Selidiki Perang Gaza
 
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah menunjuk sebuah panel berisi lima anggota untuk menyelidiki serangan Israel terhadap tempat penampungan PBB selama perang Gaza.
 
Dilansir dari Aljazirah, juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan pada Senin (10/11) waktu setempt, penyelidikan yang dipimpin oleh pensiunan jenderal Belanda Patrick Cammaert akan meninjau dan menyelidiki sejumlah insiden tertentu di mana kematian atau cedera terjadi di tempat penampungan PBB. Penyelidikan akan fokus pada insiden dari 8 Juli-26 Agustus.
 
Juru bicara PBB menekankan bahwa Ban berharap, bahwa dewan akan membuka diri untuk kerja sama penuh dari semua pihak yang terkait. Ban mengunjungi situs tempat penampungan PBB yang rusak, ia menyatakan bahwa kerusakan akibat perang itu “tak terlukiskan”.
 
Setidaknya lima fasilitas PBB terkena serangan selama konflik, yang menewaskan puluhan warga Palestina termasuk anak-anak. Israel menyatakan bahwa pejuang Hamas menggunakan sekolah untuk menyimpan senjata dan membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas, yang digunakan sebagai tempat penampungan warga sipil Palestina selama perang 50-hari itu.
 
Menurut PBB lebih dari 2.100 warga Palestina tewas, terutama warga sipil, dalam 50 hari pertempuran yang dimulai 8 Juli. Sementara tujuh puluh dua orang tewas di pihak Israel.
 
Ribuan bangunan hancur termasuk sedikitnya 223 sekolah Gaza, baik yang dijalankan oleh badan pengungsi PBB atau pemerintah Hamas. Dewan HAM PBB di Jenewa secara terpisah telah mendirikan sebuah komisi penyelidikan terkait serangan Gaza, yang dipimpin oleh pengacara Kanada William Schabas.
 
——-

 
Pembakaran Masjid, Kejahatan Teror Zionis
 
Ramallah – Gerombolan zionis yahudi di Ramallah melakukan kejahatan keji dengan membakar masjid. Selama 3 tahun terakhir ini mereka membakar 9 masjid di Tepi Barat dan wilayah 48.
 
Harian zionis Haaretz, Kamis (13/11) menyebutkan, para pemukim zionis sejak 2011 lalu membakar 9 masjid, mayoritasnya di wilayah jajahan 48 dan lainnya di Tepi Barat.
 
Dalam rilisnya, harian zionis tersebut menegaskan, tak ada tuduhan jaksa terhadap para pembakar Masjid.
 
Harian Haaretz mengatakan, meski semua operasi pembakaran masjid terjadi, namun pihak keamanan zionis tak juga menangkap para pelakunya, lewat tulisan di masjid yang terbakar, terlihat adanya operasi balas dendam.
 
Rabu kemarin, gerombolan zionis membakar masjid al Gharbi di wilayah Tenggara Ramallah, Tepi Barat.
 
——-
 
Penjara Pertemukan Bapak dan Anak Setelah Terpisah 16 Tahun
 
Al-Quds – Infopalestina: Penjara itu telah memisahkan keduanya selama 16 tahun dan penjara itu yang telah mempertemukanya kembali. Rasa bahagia bercampur dengan kesedihan. Duka dan air mata kebahagian mewarnai pertemuan mereka. Para tawanan yang lain menjadi saksi pertemuan antara Ibrahim Abasi dengan anaknya Amer Ibrahim Abasy di dalam penjaga Raimon Israel.
 
Ketua komite keluarga tawanan, Amjad Abu Ashb menjelaskan, taqdir lah menyebabkan Amer Abasy bisa bertemu dengan bapaknya Ibrahi Abasy setelah mereka terpisahkan selama 16 tahun lamanya tidak pernah bertemu satu sama lain.
 
Abu Ashb mengatakan, tentara Zionis menangkap putra kedua Ibrahim Abasy, yaitu Amer Ibrahim pada 23 Agustus 2014 lalu. Ia ditahan di ruang interogasi dalam waktu lama sebelum dipindahkan ke ruang tahanan di Eshel, kota Ber Seba. Pengelola penjara Eshel kemudian memutuskan untuk memindahkan Amer ke penjara Raimon, tempat dimana ayah Amer yaitu Ibrahim ditahan.
 
Israel Berupaya Mancuri Kebahgian
 
Abu Ashb mengatakan, Israel sebelumnya berusaha menahan pertemuan mereka, lalu memotong waktu pertemuanya. Walau kerinduan mereka belum selesai, namun bus yang mengangkut Amer sudah tiba. Pengelola penjara beralasan, Amer harus dipindahkan dulu ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan medis.
 
Walau Israel menggunakan mobil yang sama, dan Ibrahim melihat anaknya melalui kaca jendela di ruang tunggu saat kedatangan anaknya. Akan tetapi, Israel melarang pertemuan mereka dan segera memindahkan ayahnya ke rumah sakit dan memasukan anaknya ke ruang tahanan.
 
Amer akhirnya masuk ke penjara Raimon dalam keadaan sedih, karena tidak sempat bertemu ayahnya. Demikian juga dengan ayahnya sangat bersedih, ia dipindahkan ke rumah sakit secara paksa sebagai bentuk kezaliman dan keharaman.
 
Detik-detik Pertemuan
 
Setelah dua hari lamanya, Israel mengembalikan Ibrahim dari rumah sakit ke penjara. bersamaan dengan kumandang azan Magrib di dalam penjara, maka detik-detik itulah saat pertemuan mereka berdua.
 
Amer berada di dalam ruang tawanan, menunggu detik-detik pertemuan. Ia tampak khawatir tidak bisa bertemu kembali dengan sang ayah. Padahal ia telah kehilangan ayahnya sejak 16 tahun lalu. Maka temannya sesama tawanan memberitahu bahwa Ibrahim menunggu di ruang yang lain, dan terjadilah pertemuan yang mengharukan tersebut diwarnai cucuran air mata bahagia dan mengharukan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *