Kaleidoskop Palestina – April 2014

Haniyah Sampaikan Selamat Kepada Erdogan Atas Kemenangannya

 
Gaza : PM Palestina Ismail Haniyah menyampaikan selamat kepada PM Turki Receb Thayyib Erdogan setelah kemenangan demokrasi di Turki dan kemenangan partai AKP dalam pemilu Turki.
 
Dalam komunikasi melalui telepon dengan Erdogan, Selasa (1/4), Haniyah menilai bahwa kemenangan partai AKP Turki terjadi dalam kondisi yang sangat sensitif. Sementara itu PM Turki Erdogan menyampaikan terima kasih kepada PM Haniyah atas telpon dan ucapan selamatnya. Dia menyatakan bahwa kemenangan besar dalam pemilu ini mencerminkan kehendak rakyat Turki. Erdogan menegaskan bahwa Turki terus mendukung isu Palestina secara umum dan Jalur Gaza secara khusus.
 
Melalui saluran telepon, kedua belah pihak membahas situasi yang terjadi saat ini di Jalur Gaza, cara pembebasan blokade dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.
 
——-
 
Dicapai Kesepakatan Akhiri Isolasi Ibrahim Hamid Dan Dhirar Abu Sisi
 
Komite Pimpinan Tawanan Hamas di penjara zionis Israel mengumumkan dicapaikan kesepakatan dengan pihak penjara untuk mengakhiri isolasi dua tawanan: Ibrahim Hamid dan Dhirar Abu Sisi.
 
Dalam keterangan yang dirilis Senin (14/4) Komite menegaskan, tawanan Ibrahim Hamid tiba di penjara padang pasir Nafha, setelah dicapai kesepakatan dengan pihak penjara Israel.
 
Seharusnya isolasi terhadap tawanan Hamid berakhir Kamis lalu, setelah disepakati dengan yang bersangkutan untuk mengakhiri mogok makan, yang berlangsung selama 15 hari, namun pihak penjara Israel tidak menepatinya, sehingga memaksa para tawanan melakukan mogok makan solidaritas untuk Hamid pada Ahad kemarin.
 
Puluhan tawanan di penjara Israel mulai menggelar mogok makan terbuka, termasuk tawanan yang diisolasi Ibrahim Hamid, setelah pihak penjara Israel menolak mengakhiri isolasi, sampai kemudian pihak penjara tunduk pada tuntutan para tawanan mogok makan.
 
Penjajah Israel menangkap Hamid pada tahun 2006 lalu, dan memvonisnya 54 kali seumur hidup.

 
——-
 
Sudah 2202 Pengungsi Palestina Gugur di Suriah
 
Kelompok Kerja untuk Palestina Suriah telah mendokumentasikan sebanyak 2202 pengungsi Palestina yang gugur sejak konflik terjadi di Suriah. Senin (14/4) kemarin tiga pengungsi Palestina gugur akibat kelaparan, gempuran dan blokade yang terjadi di kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah.
 
Dalam pernyataannya, Kelompok Kerja untuk Palestina Suriah mengatakan, seorang pengungsi Palestina bernama Syamsiyah Tsatiwi (57) dari kamp pengungsi Sabina yang eksodos ke kamp pengungsi Yarmuk meningal dunia karena kelangkaan obat-obatan dan kurangnya perawatan medis akibat blokade yang terus berlangsung terhadap kamp pengungsi Yarmuk.
 
Seorang pengungsi Muhammad Dziyad (26) juga meninggal akibat konfrontasi antar kelompok bersenjata. Seorang lainnya, Ali Yakub, meninggal akibat penyiksaan di penjara rezim Suriah. Korban ditahan sejak 8 bulan lalu dari daerah Ain Kirsy di Damaskus.
 
Di sisi lain, kamp pengungsi Palestina Neirab di Alepo mengalami gempuran sengit dari pasukan rezim Suriah yang mengakibatkan kerusakan parah pada rumah-rumah penduduk.
 
Di kamp pengungsi Aidin di Himsh, terjadi ketegangan akibat gempuran yang terjadi di wilayah sekitarnya. Sementara itu konfrontasi masih terus berlangsung sengit antara pasukan oposisi dan pasukan rezim di kamp pengungsi Dara’a di selatan Suriah.
 
Di kamp pengungsi Yarmuk di Damaskus, sejumlah anak keluar dari kamp pengungsi melakukan aksi solidaritas untuk masjid al Aqsha. Anak-anak tersebut meneriakkan yel-yel yang mengekspresikan kemarahan mereka atas penyerbuan yang terjadi di masjid al Aqsha. Sementara itu blokade ketat masih diberlakukan terhadap kamp pengungsi Yarmuk sejak 9 bulan lalu.

 
——-
 
Musa Daudin: Kejahatan ‘Israel’ di Penjara Lebih Kejam dari Guantanamo
 
Doha : Pejabat Urusan Tawanan di Hamas, Musa Dawudin menyerukan faksi-faksi perlawanan Palestina menyepakati program nasional integral untuk bekerja membebaskan tawanan dengan segala sarana yang memungkinkan.
 
Dalam wawancara khususnya dengan Infopalestina Kamis (17/4) Dawudin menegaskan, Hamas berjanji akan membebaskan seluruh tawanan Palestina sebagai komitmen normal dan legal, dan itu akan dipegang sampai di masa-masa mendatang.
 
Eks tawanan yang pernah mendekam selama kurang lebih 19 tahun di penjara ‘Israel’ ini menegaskan agar masalah tawanan Palestina lebih diperhatikan lagi oleh opini dunia dan diperjuangkan di forum-forum dunia internasional serta dijadikannya sebagai delik utama menyeret para penjahat perang.
 
Dawudin sendiri mengungkap usaha sejumlah organisasi berbasis Eropa yang berusaha menyeret penjahat perang ‘Israel’. Ia juga menyampaikan realita penderitaan tawanan Palestina di penjara ‘Israel’. Bahkan sebanyak 1 juta warga Palestina sudah pernah mencoba bagaimana kerasnya penjara ‘Israel’.
 
Dawudin menegaskan pentingnya mendokumentasikan kejahatan ‘Israel’ terhadap tawanan Palestina. Sebab sampai kini kejahatan ‘Israel’ belum didukomentasikan. Padahal apa yang terjadi di dalam penjara ‘Israel’ jauh lebih kejam di banding penjara Abu Ghuraib dan Guantanamo. Seperti yang terjadi pada 2007 di penjara Galboa ‘Israel’ dimana 15 tawanan Palestina ditelanjangi utuh dan diletakkan di satu kamar selama sehari penuh.
 
Ia meminta Otoritas Palestina menolak provokasi politik dan mengecam tindakan menahan kembali tawanan Palestina yang dibebaskan ‘Israel’. Selama ini Otoritas Palestina justru mengekang aksi perlawanan atas ‘Israel’.
 
Dawudin yakin seluruh tawanan Palestina akan terbebas. Ia sendiri ditangkap pada tahun 1992 dengan tudingan mengendalikan sel brigade Izzuddin Al-Qassam di Hebron bekerjasama dengan Emad Aqel. Ia ditahan selama 19 tahun dan 12 tahunnya disel dalam kurungan pribadi sebelum akhirnya dibebaskan dalam kesepakatan Wafa Ahrar. 

 
——-
 
6 Warga Terluka Dalam Serangan Udara Zionis di Utara Jalur Gaza
 
Enam orang warga Palestina terluka pada Rabu (23/4) petang akibat serangan udara yang dilancarkan pesawat mata-mata Zionis ke Beit Lahiya di wilayah utara Jalur Gaza.
 
Sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan, pesawat mata-mata Zionis sedikitnya menembakkan satu rudal yang menarget sebuah sepeda motor dekat gelanggang di Beit Lahiya di utara Jalur Gaza. Serangan ini mengakibatkan enam orang warga mengalami luka-luka.
 
Disebutkan bahwa tim medis segera dikerahkan ke lokasi dan melakukan evakuasi korban luka yang sebagian besarnya adalah orang yang sedang lewat di lokasi serangan. Kondisi luka mereka fingan dan sebagian diobati di lapangan. 

 
——-
 
PM Yordania: Al-Aqsha Tetap Berada Dalam Pengelolaan Yordania
 
PM Yordania, Abdullah An-Nasur menyatakan, pengelolaan Yordania atas Masjidil Aqsha, dan tempat suci di Al-Quds, bukan pemberian seseorang, karena hal itu sudah ada sejak sebelum keberadaan zionis “Israel” , karena itu tidak ada satu pihak pun yang berhak mencabutnya.
 
Menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi bersama di kantor otoritas Ramallah dengan PM Romi Hamdalah, seputar ancaman parlemen zionis mencabut kendali Yordania atas Masjidil Aqsha dan mengalihkannya kedalam kendali zionis, “Pengelolaan ini masuk dalam hukum internasional, saat penandatanganan kesepakatan damai antara Yordania dan Israel. Menurut kesepakatan ini tidak ada satu pihak yang berhak membatalkan pasal dari kesepakatan yang dicapai.
 
An-Nasur menjelaskan, Kerajaan Yordania mengakui bahwa bagian Timur Al-Quds merupakan tanah Palestina jajahan tanpa pengecualian, termasuk Masjidil Aqsha diakui berada dalam kendali negara Palestina.
 
Nasur menegaskan, Yordania tidak berlomba dengan Palestina mendapatkan hak kendali ini, agar tidak menjadi persoalan. Peran Yordania telah diakui lebih dulu tahun 1948, berdasarkan pada wasiyat Hashimiyah atas kawasan tempat suci umat Islam dan Kristen di Al-Quds, bersumber kepada baiat tahun 1923, dimana wasiyat diberikan kepada raja Arab, saat itu Husain bin Ali, dan belum ada “Israel” bahkan seorangpun belum berpikir bahwa zionis akan dibangun.
 
Nasur menambahkan, kewajiban Kerajaan Yordania adalah melindungi tempat suci dengan segenap cara yang memungkinkan, dan Yordania menjadi rujukan yang suaranya cukup didengar.
 
Menutup keterangannya, Nasur menyatakan, perdan Yordania di Al-Quds sangat kuat dan legal, karena itu harus menjadi rujukan, dan tidak mungkin Yordania mengabaikannya, sampai titipan ini dikembalikan kepada bangsa Palestina, generasi demi generasinya sebagai amanah.
 
An-Nasur tiba di kota Ramallah menggunakan helicopter militer Yordania, bersama delegasi kementerian Yordania, dan menandatangani kesepakatan pertanian, industry dan perdagangan dengan otoritas Ramallah.

 
 
——-
 
Rekonsiliasi Antara Hamas dan Fatah Akhirnya Tercapai
 
PM Palestina, Ismail Haniyah, menyatakan bahwa masa-masa konflik dan pertikaian di internal rakyat Palestina (khususnya antara Hamas dan Fatah) telah berakhir.
 
Hal tersebut disampaikan PM Haniyah dalam jumpa pers (23/4) setelah tercapainya kesepakatan damai (al-mushalahah) antarfaksi Palestina dalam pertemuan tertutup PLO dan Hamas di kediamannya di Jalur Gaza.
 
Beberapa poin penting kesepakatan damai yang tercapai dalam pertemuan tersebut sebagaimana yang dibacakan PM Haniyah adalah sebagai berikut:
 
Pertama, kesepakatan untuk melaksanakan berbagai kesepakatan dan kesepahaman antarfaksi Palestina yang tercapai sebelumnya, baik di Cairo (Mesir) maupun Doha (Qatar), yang dianggap sebagai rujukan utama langkah-langkah ishlah berikutnya.
 
Kedua, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, akan memulai perundingan pembentukan pemeritahan koalisi Palestina sebagaimana yang disepakati dalam perundingan rekonsiliasi di Cairo, yang akan diumumkan dalam lima pekan setelah ishlah (rekonsiliasi) ini tercapai.
 
Ketiga, Pemilu Presiden dan Parlemen Palestina akan diselenggarakan enam bulan setelah rekonsiliasi tercapai dengan penanggung jawab pelaksanaan Presiden Mahmoud Abbas setelah berkonsultasi dengan seluruh kekuatan (kelompok) politik rakyat Palestina. Pembicaraan lebih lanjut tentang hal ini akan dibahas dalam pertemuan PLO mendatang.
 
Keempat, kesepakatan untuk memperbaiki dan mereformasi struktur PLO yang akan diupayakan dalam tenggat waktu lima pekan setelah rekonsiliasi ini tercapai.
 
Kelima, kesepakatan untuk mengaktifkan dan mengefektifkan kembali Parlemen Palestina.
 
Perundingan damai internal Palestina ini berlangsung dua hari, 22-23 April 2014, dengan Hamas sebagai tuan rumah, setelah Delegasi PLO yang dipimpin oleh Azzam Al-Ahmad dari Fatah berkunjung langsung ke Jalur Gaza.

 
——-
 
Gerombolan Ekstrimis Yahudi Tebangi Sekitar 150 Pohon Zaitun Di Nablus
 
Gerombolan ekstrimis yahudi, Senin (28/4) menebangi lebih dari 150 pohon zaitun di kota Hawarah, Nablus Selatan, milik warga Palestina.
 
Menurut Ghasan Doghlas, Kepala Urusan Pemukiman di Utara Tepi Barat, gerombolan zionis yahudi dari pemukiman Yetsahar di kawasan Nablus Selatan, menebangi dan menghancurkan sekitar 150 pohon zaitun di kawasan Hawarah menggunakan gergaji listrik.
 
Doghlas menjelaskan, pohon-pohon ini milik sejumlah warga Palestina di Hawarah.
 
Sementara sehari sebelumnya, para pemukim zionis yahudi menebangi sekitar 60 pohon zaitun di kawasan Lahf, Hawarah. 

 
 
 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *