Juli 2013

10 Juli 2013 – Palestina Seru Kunjungi Al-Aqsha Selama Ramadhan

Yayasan wakaf dan peninggal Al-Aqsha menyerukan warga Palestina dimanapun berada untuk meningkatkan kunjungan mereka ke masjid Al-Aqsha, selama bulan Ramadhan.  

Lembaga ini meminta agar Al-Aqsha dikunjungi tiap hari ditengah eskalasi Zionis yang makin meningkat dalam serbuanya ke Al-Aqsha.

Dalam ketaranganya, Selas (9/7) yayasan ini mengatakan, usaha ini dilakukan sebagai isyarat kepada Israel bahwa masjid Al-Aqsha adalah milik ummat islam dan untuk menentukan nasibnya bukan hanya bangsa Palestina.

Ia juga mengisyaratkan sudah ada sejumlah kerja sama yang dibangun bersama organisasi lain yang konsen dalam masalah Al-Quds dan Al-Aqsha untuk memberikan kemudahan bagi warga yang ingin mengunjungi Al-Aqsha dan beritikaf di dalamnya, selama Ramadhan. Sudah ada sejumlah kemudahan yang diberikan sejumlah lembaga di Al-Quds atauppun Palestina 48 untuk memberikan kemudahan bagi warga yang ingin beribadah di Al-Aqsha dengan jumlah sebanyak-banyaknya, tak terbatas, demi memelihara Al-Aqsha dari yahudisasi dan proyek Zionis lainya. (infopalestina)

 

10 Juli 2013 – Perlintasan Rafah Ditutup, Pembangunan 39 Sekolah Di Gaza Terhenti

Kementerian pendidikan menyatakan terhentinya pembangunan 39 sekolah baru di Gaza, akibat blokade baru dan penutupan akses ke Gaza, termasuk terowongan dan perlintasan.

Dalam laporan yang disampaikan Selasa (9/7) Kementerian menyatakan, terhentinya pembangunan sekolah baru berdampak negatif bagi sektor pendidikan, terutama karena Gaza sangat membutuhkan sekolah baru untuk meringankan kepadatan kelas. Bahan bangunan saat ini dilarang diimpor, termasuk perangkat listrik.

Kementerian merinci, 12 sekolah hampir jadi sekarang terhenti. 3 di Utara Gaza, dan dua di kawasan Gaza Tengah, 2 di Rafah, 1 di Gaza Barat, 3 di Khan Younis dan 1 di Timur Gaza. (infopalestina)

 

11 Juli 2013 – Kamal Khatib: “Israel” Terlibat Dalam Kudeta Militer Mesir

Wakil ketua gerakan Islam di wilayah Palestina jajahan 48, syeikh Kamal Khatib menyatakan, tidak heran jika “Israel” terlibat dalam kudeta militer yang dipimpin Menteri Pertahanan Mesir menggulingkan Presiden Muhammad Mursi, terbukti dengan kegembiraan luar biasa di kalangan lembaga zionis seusai kudeta, dan nampak dalam beberapa statmen petinggi zionis.

Khatib menyebutkan, Menteri Keamanan zionis menegaskan dirinya senang dengan apa yang terjadi di Mesir. Sementara itu PM zionis meminta para menterinya untuk tidak berstatmen agar tidak mengganggu kudeta yang berlangsung di Kairo.

Syeikh Khatib menambahkan, statmen tersebut dinyatakan para petinggi zionis, dan kemudian mengirimkan delegasi khusus zionis ke Mesir sehari setelah kudeta terhadap Mursi. Hal ini menegaskan keterlibatan zionis dalam memenej kudeta, dan upaya menggagalkan musim semi Arab. Semua pihak terkejut dengan kudeta di Mesir, dan saat ini mereka ingin mencuri kebahagiaan bangsa Arab dalam memilih para pemimpinnya secara demokratis. (infopalestina)

 

12 Juli 2013 – Warga Kamp-kamp Pengungsi Palestina di Suriah Makin Menderita

Kelompok Kerja untuk Palestina di Suriah menegaskan, kamp pengungsi Yarmouk kembali dibom dan dijatuhi sejumlah peluru mortir. Akibatnya, kamp mengalami kerusakan fisik setelah bentrokan sengit antara pasukan oposisi dan dan tentara rezim Suriah di Jalan “Palestina” di kamp.

Salah satu halaman berita jaringan sosial yang dimiliki Kelompok Kerja di atas bahwa tentara pasukan oposisi meninggalkan bangunan An-Nufus yang berdekatan dengan kota Yarmouk dan Commercial Bank di Jalal Kawash Street dan pasukan opososi kembali menguasai wilayah tersebut.

Kelompok Kerja juga menegaskan, bahwa warga Palestina di kamp pengungsi Neirab mengeluhkan mahalnya biaya hidup dan tindakan pedagang yang serakah dalam memberikan harga. Selain itu mereka juga mengalami pengangguran dan kemiskinan, kekurangan makanan dan obat-obatan, bahan bakar, dan listrik padam lanjutan untuk kamp selama lebih dari delapan bulan.

Sementara warga kamp Sabinah masih mengalami blockade mencekik oleh pasukan rezim Suriah sejak 25 Desember tahun lalu hingga sekarang. Akibatnya, terjadi kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah, tungku tak lagi menyala, semua layanan tidak berjalan, dan sampai sekarang kamp sepi hampir tanpa penduduk sebab mereka melarikan diri karena situasi keamanan yang memburuk. Selain itu warga juga mengalami pemadaman listrik berkelanjutan dan jaringan komunikasi dengan dia selama berjam-jam dan hari-hari yang panjang.

Di kamp pengungsi Husseiniyeh situasi kemanusiaan sangat buruk akibat blockade tentara rezim Basyar Asad yang mencegah masuknya bahan baku dan makanan, aksi penangkapan dan tindakan tidak manusiawi terhadap mereka. Akibat situasi perang kamp ini kehabisan tepung, roti dan mahal harga dan nutrisi tidak tersedia dan gangguan pasokan listrik dan komunikasi yang menciptakan krisis kemanusiaan.

Sementara itu kamp pengungsi Khan Dannoun relatif tenang, tetapi penduduk kondisi ekonomi hidup sulit karena konflik di Suriah. Terjadi kekurangan semua makanan, harga tinggi, kurangnya bahan bakar dan listrik padam dan komunikasi terputus lanjutan dalam waktu yang lama. (infopalestina)

 

12 Juli 2013 – Data Resmi: Jumlah Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza 4,42 juta

Data statistik resmi menegaskan bahwa jumlah penduduk Palestina di masing-masing wilayah  Tepi Barat dan Jalur Gaza diperkirakan pertengahan tahun ini (2013) mencapai sekitar 4,42 juta jiwa.

Badan Pusat Statistik Palestina dalam laporan tentang kondisi Palestina penduduk yang hidup di Palestina pada momen “Hari Kependudukan Dunia” yang jatuh pada Kamis  (11/7) menegaskan, jumlah penduduk Tepi Barat diperkirakan sekitar 2.72 juta orang, 1,38 juta laki-laki dan 1,34 juta perempuan, sedangkan jumlah penduduk Jalur Gaza untuk tahun yang sama sekitar 1,70 juta orang, 864.000 pria dan 837.000 perempuan. 

Data menunjukkan bahwa masyarakat Palestina penduduk di Jalur Gaza lebih muda dari pada di Tepi Barat, dengan proporsi perkiraan individu dalam kelompok usia (0-14) 40,1 persen dari total penduduk di Palestina, sementara di Tepi Barat hanya 38 persen. 

Data yang kepadatan penduduk di Palestina yang tinggi secara umumnya dan di Jalur Gaza secara khusus. Kepadatan penduduk mencapai diperkirakan untuk tahun ini sekitar 734 orang per kilometer persegi di Palestina, dimana 481 orang per kilometer persegi di Tepi Barat dibandingkan dengan 4661 orang per kilometer persegi di Gaza Gaza.

Data menunjukkan bahwa persentase pengangguran di kuartal pertama tahun 2013 sebesar 23,9 persen di Palestina, 20,3 persen di Tepi Barat dan 31 persen di Jalur Gaza. Tingkat pengangguran di kalangan perempuan menjadi 35,3 persen dibandingkan dengan 21,2 persen di kalangan pria di Palestina. (infopalestina)

 

16 Juli 2013 – Sisi Intruksikan Hancurkan Terowongan Antara Mesir dan Gaza

Situs “Hari Ketujuh” Mesir menyebut para komandan angkatan bersenjata Mesir telah memberikan arahan secara langsung kepada teknikel militer dan menejerial militer serta personel penjaga perbatasan sebelah timur agar menghancurkan semua terowongan Rafah antara Mesir dan Gaza dalam waktu dekat ini, sebelum operasi pembersihan Sinai dari kelompok bersenjata.

Pimpinan umum militer mengklaim tujuan dari menutup semua terowongan perlintasan tersebut untuk mengantisipasi penyusupan kelompok berbahaya yang akan mengganggu keamanan regional Mesir dengan dukungan kelompok bersenjata radikal.

Sumber militer, Abdul Fatah Sisi telah memberikan arahan yang jelas kepada mayor jenderal staf angkatan perang, Taher Abdullah untuk menghancurkan seluruh terowongan yang digunakan untuk menyelunduplan senjata di perbatasan, dengan menggunakan alat berat atau menuangkan air yang banyak dalam waktu singkat untuk mengantipasi pihak manapun melakukan kekacuan keamanan di Mesir atau dengan mempermainkan perasaan bangsa Mesir sehingga menyelundupkan bahan makan atau minyak ke Jalur Gaza ditengah krisis yang menima Mesir saat ini, ungkapnya. (infopalestina)

 

21 Juli 2013 – 80 % Warga Palestina Di Suriah Terusir Dari Kamp Pengungsian

Kelompok Kerja Nasional Peduli Palestina-Suriah melaporkan, mayoritas kamp pengungsian Palestina di Suriah menjadi sasaran tindak kekerasan, sekitar 1400 orang Palestina telah gugur di sana, di samping ribuan korban luka, sementara sekitar 80 % warga kamp pengungsian diusir dari tempat mereka.

Dalama laporannya, Jumat (19/7) laporan menyebutkan seputar kondisi kamp pengungsian dari Juni sampai Juli, tercatat 7 kamp yang masih ada dari sebelumnya yang mencapai 12 kamp. Menurut UNRWA, arena pertempuran tidak bisa mereka tembus, terjadi pembunuhan, penculikan, penggusuran, dan ketakutan menjadi bagian kehidupan sehari-hari di sana. Lebih dari separuh pengungsi Palestina yang tercatat di UNRWA di Suriah, berjumlah sekitar 530. 000 telah terusir dari kamp mereka, dan sekitar 15 % dari total pengungsi telah lari keluar Suriah.

Laporan menyebutkan, blockade terhadap kamp-kamp pengungsi menjadi factor utama bertambahnya jumlah korban meninggal dan luka di tengah seringnya pihak medis menjadi sasaran tembak, di samping larangan menambah pasokan obat dan perangkat medis lainnya.

Sejumlah pelanggaran besar yang dilakukan pihak yang berkonflik di Suriah terhadap para petugas medis Palestina yang bekerja di sejumlah kamp mereka. Sehingga layanan medis dan kesehatan menjadi lumpuh total, sehingga menambah penderitaan mereka yang masih tinggal di kamp. (infopalestina)

 

29 Juli 2013 – Abu Marzuq Bantah Hamas Terlibat Dalam Kerusuhan di Rabi’ah Mesir

Anggota biro politik gerakan perlawanan Hamas, Dr. Musa Abu Marzuq membantah isu yang menyebutkan adanya personel Brigade Izzuddin Al-Qossam, sayap militer Hamas di lapangan Rabiah Al-Adawiyah di Kairo.

Menanggapi sejumlah isu tersebut Abu Marzuq di halaman facebooknya. Sabtu (27/7) mengatakan, tidak ada Palestina maupun Hamas, apalagi Al-Qossam di lapangan Rabiah Al-Adawiyah ataupun di tempat lainya di Mesir.

Ia menambahkan, apa yang disebarkan sejumlah isu di hari ke tujuh aksi massa di Mesir saat ini, bahwa Hamas mengirimkan intruksi kepada anggotanya di Al-Qossam agar menarik diri dari lapangan Al-Aqdawiyah hanyalah kedustaan tidak benar sama sekali, ungkapnya. (infopalestina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *