Detail Pembantaian “Kepulangan Jutaan” di Gaza oleh Penjajah Zioinis

Seorang warga Palestina ditembak peluru Penjajah Zionis di Jalur Gaza (Reuters)

Penjajah Zionis telah melakukan pembantaian berdarah terhadap para demonstran Palestina di titik-titik kontak timur Jalur Gaza. Berbarengan dengan pemindahan kedubes AS ke Yerusalem dan peringatan tujuh puluh tahun Nakba Palestina. Sementara itu Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa diantara para korban terdapat 225 orang anak-anak dan 79 kaum wanita.

Hari Senin kemaren, telah gugur sebagai syuhada tidak kurang dari 59 warga Palestina, delapan orang diantaranya adalah anak-anak dan paramedis akibat tembakan timah panas. Ini merupakan jumlah terbesar gugurnya syuhada dalam satu hari, sejak bermulanya Pawai Kepulangan pada tanggal 30 Maret lalu. Militer penjajah berkomentar tentang pembunuhan tiga orang warga Palestina bahwa ketiga orang itu sedang mencoba menanam alat peledak di perbatasan di daerah Rafah di selatan Jalur Gaza.

Sedangkan ada 2.700 orang lebih yang menderita luka-luka, termasuk 13 wartawan, diantaranya ada koresponden Al-Jazeera, Wael Al-Dahdouh, yang menderita luka ringan.

Di antara syuhada “Kepulangan Jutaan” adalah paramedis dan penderita disabilitas yang menggunakan kursi roda. Termasuk dalam daftar syuhada adalah Ahmad putra dari Almarhum tokoh Gerakan Hamas Abdul Aziz Rantissi.

Al-Dahdouh melaporkan bahwa lebih dari 1.000 orang menderita luka akibat tembakan peluru tajam, diaman 100 orang diantaranya menderita luka gawat. Telah tersebar foto-foto pasukan Penjajah Zionis yang melakukan penembakan secara langsung terhadap para demonstran di utara Jalur Gaza.

Karena banyaknya korban, Departemen Kesehatan di Gaza menghimbau kepada pihak berwenang Mesir untuk memasok rumah-rumah sakit dengan obat-obatan dan perlengkapan medis. Menteri Kesehatan Palestina Jawad Awad juga menyerukan kepada negara-negara dan organisasi-organisasi dunia untuk menghentikan pembantaian yang dilakukan oleh Israel terhadap para demonstran tak bersenjata di sepanjang perbatasan Jalur Gaza.

Departemen Kesehatan juga meminta Organisasi Kesehatan Dunia, Palang Merah Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan sesuatu agar mesin pembunuh Israel bisa dikendalikan.

Pembunuhan Massal

Puluhan ribu warga Palestina hari ini berkumpul di perbatasan, terutama di Gaza timur, pada ulang tahun ke-70 Nakbah Palestina, dalam rangka apa yang disebut “Hari Penyebrangan”. Terjadi konfrontasi di beberapa titik saat para pemuda Palestina mencoba menembus pagar perbatasan. Para pemuda itu berhasil memotong kawat berduri di pagar perbatasan di sebelah timur Gaza.

Ratusan pemuda berhasil melenyapkan kawat berduri, yang dipasang oleh tentara Israel di sejumlah titik kontak di timur Jalur Gaza dan mendekati pagar perbatasan, di mana berlangsung konfrontasi antara pemuda dan tentara Israel dari jarak yang sangat pendek.

Tentara Israel merespon dengan menembaki para demonstran dengan amunisi secara membabi buta, sehingga mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Koresponden Aljazeera mengatakan bahwa pasukan Penjajah Zionis memiliki perintah untuk menghadapi para demonstran menggunakan senapan mesin untuk mencegah mereka melintasi pagar perbatasan.

Di saat yang bersamaan, pesawat-pesawat Penjajah Zionis melakukan serangan udara ke berbagai titik wilayah Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas di Jalur Gaza utara. Kemudian, pihak militer Penjajah mengatakan bahwa pesawatnya telah membom lima titik di kamp pelatihan di Jalur Gaza utara.

Pesawat-pesawat tempur Israel melemparkan bom Molotov ke Kamp-kamp Kepulangan di sejumlah titik kontak yang berdekatan dengan pagar perbatasan di sebelah timur Jalur Gaza.

Sebelumnya, pesawat –pesawat Penjajah Zionis telah melemparkan selebaran di Jalur Gaza untuk kedua kalinya dalam hitungan jam, yang berisikan ancaman bagi warga Palestina agar tidak mendekati perbatasan dan hasutan terhadap Hamas. Di Tepi Barat, pasukan penjajah menindas pawai-pawai yang muncul dari gerbang perbatasan Qalandia utara Yerusalem yang terjajah.

Perjuangan yang Berlanjut

Terlepas dari pembantaian yang membidik “Kepulangan Jutaan”, Ismail Ridwan petinggi Hamas mengatakan pawai akan terus berlanjut sampai rakyat Palestina memperoleh kembali hak mereka..

Pada saat yang sama, Hamas mengatakan bahwa pembunuhan dan terror yang dilakukan oleh militer Penjajah Israel terhadap para demonstran tanpa senjata di perbatasan sebelah timur Gaza membangkitkan kenekatan yang berbahaya dalam darah rakyat Palestina. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum, membebankan kepada Penjajah Zionis tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi dari pembunuhan di perbatasan Gaza.

Barhoum mengatakan bahwa kenekatan Israel atas darah Palestina tidak akan mungkin terjadi jika bukan karena sikap dan keputusan Amerika untuk mendukung penjajahan dan kebisuan regional dan internasional atas berbagai aksi jahat penjajah Zionis..

Sementara itu, PLO mengumumkan pemogokan umum di semua wilayah Palestina pada hari Selasa sebagai tanda berkabung atas gugurnya para syuhada di Gaza.

Pemogokan umum telah melumpuhkan Jalur Gaza kemaren bersamaan dengan persiapan untuk menghidupkan “Kepulangan Jutaan” untuk memperingati Nakba Palestina, yang bertepatan dengan pemindahan kedubes AS ke Yerusalem yang dijajah.

Sumber: Aljazeera.net, terbit: 15/05/2018.

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *