Aksi Terkait Serangan Ke Rumah Sakit Al-Maqashid Di Al-Quds

aspacpalestine.com – Al-Quds. Perkumpulan Pekerja di rumah sakit Al-Maqashid di Al-Quds menuntut pengadilan terhadap Israel. tuntutan tersebut disampaikan terkait serangan Israel terhadap rumah sakit, tenaga medis serta para pasien, Jumat lalu (21/7/2017). Mereka mengutuk penyerbuan yang terus berlanjut terhadap rumah sakit.

Dalam unjuk rasa yang digelar pada hari Ahad (23/7/2017), para pengunjuk rasa mengecam serangan tersebut. kecaman itu sebagai bentuk protes terhadap aksi tidak bermoral Israel. Unjuk rasa diikuti oleh para tenaga medis Al-Quds dari berbagai rumah sakit dan klinik di Al-Quds. Demonstrasi tersebut juga mengutuk penembakan bom suara dan gas air mata terhadap para pengunjung rumah sakit. Israel berdalih bahwa serangan dilakukan untuk mencari para pemuda yang terluka saat bentrokan yang meletus di Al-Quds, setelah sholat jum’at. Bentrokan terjadi karena menolak pemasangan pintu-pintu elektronik di dalam masjid Al-Aqsha.

Pengelola rumah sakit mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa serangan baru-baru ini merupakan  paling buruk sejak intifadhah pertama. Direktur Rumah Sakit, Rafiq Al-Husaini saat unjuk rasa mengatakan bahwa tentara Israel menyerbu ruangan operasi dengan bersenjata lengkap. Ditambah, bahwa pasukan Israel menyerang dan mengusir para petugas, serta menghentikan proses pemindahan pasien dari gawat darurat ke ruang operasi.

Perawat di Asosiasi persatuan Paramedis Arab, Basima Abdullah mendapat serangan dari penjajah Israel di rumah sakit. Serangan tersebut didapatkan saat dia memindahkan Syuhada Muhammad Abu Ghannam dari gawat darurat ke ruangan operasi. Abdullah mengatakan bahwa tentara Israel berupaya mengambil jenazah, meskipun korban sedang terluka parah. Akan tetapi, para tenaga medis dan keluarga mencegahnya.

 

Sumber: aljazeera.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *