Berita Palestina

Berita Palestina (2940)

aspacpalestine.com – Bait Lahm. Buldoser Israel membongkar 3 rumah milik orang asli Palestina, di dekat gurun Negev, Jumat (18/8/2018). Israel berdalih bahwa pembongkaran rumah dilakukan karena bangunan tidak memiliki izin.

Sumber Palestina menjelaskan kepada Qudspress bahwa pembongkaran dilakukan terhadap sebuah rumah di desa Umm Qabu (daerah dekat desa Tall Al-Sabe), serta 2 rumah lainnya di desa Al-Atrash dan Al-Sayyed, 2 daerah yang tidak diakui oleh otoritas penjajah Israel.

Wakil arab di Knesset Israel, Said Al-Kharoumi mengatakan bahwa kampanye pembongkaran merupakan salah satu dari serangkaian kampanye bengis yang saat ini dilakukan oleh penjajah Israel. Tujuan utama dari kampanye tersebut adalah menggangu para warga Palestina dan memaksa warga Palestina agar keluar dari daerah mereka.

Al-Kharoumi menjelaskan kepada Quds Press bahwa otoritas Israel mencoba memberlakukan solusi pemaksaan, pembongkaran dan penghancuran penduduk Negev.

"Kami percaya ini adalah tindakan rasis dan kebijakan tidak adil ini akan gagal untuk memperlemah orang-orang kami di Negev, sama seperti kegagalan dalam semua usaha-usaha yang dilakukan oleh Israel sebelumnya", Tambah Ketua Komite Orientasi Tertinggi orang-orang Arab di Negev.

Koordinator Komite Nasional untuk Perlawanan Permukiman di Yattah mengatakan bahwa buldoser-buldoser penjajah Israel menghancurkan lahan-lahan orang Palestina. Lahan tersebut dimiliki oleh keluarga Al-Hathalin dan Abu Hmeid. Penghancuran lahan dilakukan dalam rangka memperluas permukiman ilegal Karmiel.

dia menambahkan bahwa banyak permukiman membahayakan upaya-upaya konstruksi mereka.

 

Sumber: english.pnn.ps

Senin, 21 Agustus 2017 18:31

48 Tahun Pembakaran Masjid Al-Aqsha

Written by

aspacpalestine.com – Al-Quds. Senin (21/8/2018), peristiwa 48 tahun pembakaran masjid suci Al-Aqsha. Pembakaran tersebut merupakan kejahatan yang menyebabkan kerusakan serius pada berbagai ornamen dan sejarah masjid.

Seorang berkebangsaan Australia bernama Dennis Michael membakar musholla Al-Qibli di masjid Al-Aqsha, pada tanggal 21 Agustus 1969. Malam itu, api membakar sebagian besar masjid, terutama mimbar Shalahuddin Al-Ayyubi.

Disamping itu, kebakaran juga terjadi di masjid Umar mihrab Zakaria di sekitarnya, 48 jendela yang terbuat dari kayu, gipsum, dan kaca berwarna, serta seluruh karpet masjid di musholla tersebut. Selain itu, api juga menyebabkan kerusakan pada kubah kayu, hiasan gipsum berwarna serta emas bersama dengan seluruh buku-buku, ukiran-ukiran baik alami dan arsitektur, dinding selatan, dan laminasi marmer berwarna di dalam masjid tersebut.

Pada saat kejadian itu, para saksi mata memastikan bahwa air terputus dari daerah-daerah di sekitar masjid Al-Aqsha. Mobil-mobil pemadam kebakaran arab dari Ramallah dan Khalil berusaha memadamkan api, sebelum mobil-mobil kebakaran pemadam kebakaran milik pemerintah Israel di Al-Quds datang. Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat peran Israel secara resmi dalam kejahatan tersebut.

Pembakaran tersebut diikuti dengan gelombang demonstrasi yang besar di Palestina dan yang paling besar di Al-Quds. Perdana Menteri Israel Golda Meir dalam wawancara persnya bahwa Hari terburuk bagi dia adalah hari pembakaran masjid Al-Aqsha, karena kekhawatiran terhadap reaksi yang dilakukan oleh bangsa arab dan Islam. Dan hari terbaik bagi dia adalah hari-hari berikutnya, karena melihat bahwa penduduk bangsa arab tidak bergerak terhadap hal tersebut

 

Sumber: alray.ps

aspacpalestine.com – Palestina. Kantor Perdana Menteri Israel menambahkan puluhan juta Syekel untuk anggaran yang disiapkan terkait pengosongan pos permukiman "Amona" dan melokalisasi kembali para pemukim Israel yang baru.

Kantor Perdana Menteri meminta kepada menteri Keuangan untuk menambahkan 30 sampai 70 juta syekel untuk anggaran pembangunan permukiman baru "Amihai".

Menurut koran "Haarezt", jika penambahan disetujui, maka anggaran tersebut akan mendekati seperempat juta syekel alokasi pengosongan dan relokasi 40 keluarga dari permukiman "Amona".

Meskipun juru bicara Kantor Perdana Menteri membantah rincian ini, tapi sumber informasi lainnya menguatkan kevalidan informasi di surat kaba tersebut.

Sumber lain menegaskan bahwa kepala staff Perdana Menteri, Yakov Horowitz telah mengajukan penambahan anggaran dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan-perwakilan sejumlah kementerian yang bekerja dalam proyek pembangunan permukiman baru itu.

Horovich membantah kebenaran informasi tersebut. "Rincian tersebut merupakan penyimpangan informasi dan tidaklah benar", ujar Horovich. "Pembangunan permukiman harus sesuai dengan anggaran yang telah disetujui", tambahnya.

Sebaliknya, 4 sumber menegaskan surat kabar "Haarezt" bahwa Horovich meminta menteri keuangan untuk mengalokasi kenaikan tersebut.

 

Sumber: arab48.com

Minggu, 20 Agustus 2017 22:41

79 Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha

Written by

aspacpalestine.com – Al-Quds. Puluhan pemukim yahudi menyerbu masjid suci Al-Aqsha, Ahad Pagi (20/8/2018).

Menurut Koresponde "qudspress" bahwa 79 orang pemukim yahudi menyerbu masjid Al-Aqsha dari "gerbang Al-Magharibah" (sebuah gerbang yang berada di bawah kendali polisi Israel secara penuh sejak penjajahan Al-Quds 1967.

Ditambahkan, bahwa unsur kepolisian Israel dan pasukan khusus bersenjata menyebar di pelataran masjid Al-Aqsha. Pasukan bersenjata Israel tersebut mendampingi para pemukim yahudi untuk memberikan  perlindungan kepada para pemukim, saat mereka berkeliling di masjid Al-Aqsha. Pengawalan tersebut diberikan hingga para pemukim keluar dari "gerbang Silsilah".

Selama penyerbuan, para pemukim yahudi mendapatkan penjelasan dari pemandu yahudi mereka, terkait dugaan "haikal sulaiman". Selain itu, beberapa diantara mereka, melakukan ritual Talmud.

Perlu dicatat, bahwa kepolisian Israel mengizinkan para pemukim yahudi melakukan tur penyerbuan lainnya pada siang hari, setelah sholat zhuhur selama beberapa jam dengan pengawalan ketat unsur keamanan Israel.

 

Sumber: qudspress.com

Minggu, 20 Agustus 2017 22:39

Mesir Cegah Konvoi Bantuan Aljazair Masuk Gaza

Written by

aspacpalestine.com – Rafah. Otoritas Mesir mencegah sebuah konvoi bantuan kemanusiaan dari Aljazair memasuki Jalur Gaza, melalui perlintasan Rafah, pernyataan NGO Palestina, Jumat (18/8/2018).

"Keputusan Mesir mencegah masuk konvoi kemanusiaan Aljazair ke Gaza merupakan hal yang menyedihkan dan disayangkan, serta tidak mencerminkan semangat positif yang baru saja mendominasi hubungan ini", ujar NGO tersebut.

Menurut sumber Palestina, konvoi Aljazair ditolak masuk meskipun surat-surat dan dokumen-dokumen telah dipenuhi. Sumber tersebut mencatat bahwa konvoi bantuan itu saat ini dalam perjalanan kembali ke Aljazair.

NGO Palestina mengatakan bahwa konvoi membawa tersebut membawa obat-obatan, penyelesaian alat medis, generator listrik, serta peralatan-peralatan lain yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit-rumah sakit di Gaza.

Selasa lalu (15/8/2018), Kepala Departemen Bantuan Asosiasi Cendikiawan Aljazair, Syeikh Yahya Sari mengumumkan peluncuran konvoi bantuan tersebut. Dia mencatat bahwa bantuan tersebut terdiri dari 14 truk bantuan dan 5 anggota dari Departemen Bantuan Asosiasi Cendikiawan Aljazair.

Sari mengatakan bahwa mereka telah memperoleh semua dokumen dan persetujuan dari Mesir untuk mengantarkan bantuan ke Jalur Gaza.

Perlintasan Rafah merupakan pintu pembuka utama Gaza bagi dunia. Perlintasan tersebut ditutup total sejak Juli 2013. Beberapa kesempatan jarang terjadi, perlintasan dibuka beberapa hari untuk mengizinkan ratusan orang Gaza yang telah terlantar melakukan perjalanan ke dalam dan ke luar Gaza. Sebelum pembukaan yang dilakukan minggu ini, terakhir kali perlintasan Rafah dibuka 5 bulan lalu.

 

Sumber: middleeastmonitor.com

aspacpalestine.com – Al-Quds. Channel 20 Israel menyatakan secara resmi berencana untuk membangun sebuah permukiman baru, di bagian utara daerah Lembah Yordan (Al-Quds Timur terjajah).

Saluran tersebut memberitakan bahwa kementerian Pembangunan dan Perumahan sedang merencanakan untuk membangun sebuah permukiman baru di sebuah lokasi bernama "Brosh" (sebuah daerah yang saat ini menampung permukiman pemuda yahudi).

Saluran tersebut juga menyebutkan bahwa rencana itu termasuk membangun 100 rumah pemukiman di wilayah, yang dihuni oleh sejumlah kafilah dengan 50 siswa terdapat di dalamnya. Daerah tersebut saat ini sedang menghadapi sebuah ancaman penggusuran.

Menurut berita tersebut, konstruksi permukiman baru memerlukan sebuah keputusan pemerintah dan dapat menimbulkan reaksi politik yang signifikan.

Situs channel tersebut menjelaskna bahwa daerah Brosh telah menjadi area rekreasi di masa lalu dan beberapa tahun terakhir telah menjadi sebuah permukiman pemuda yahudi religius.

Pada 23 Desember 2016, Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah draft resolusi yang mengecam permukiman-permukiman Israel. Resolusi tersebut menekankan fakta bahwa permukiman adalah ilegal dan mengancam solusi dua negara serta proses perdamaian.

 

Sumber: middleeastmonitor.com

Halaman 1 dari 114