Berita Palestina

Berita Palestina (3046)

aspacpalestine.com – Al-Quds. Salah satu penjaga masjid Al-Aqsha terluka, setelah bentrokan dengan polisi Israel yang bekerja di "Gerbang Al-Hadid" (salah satu gerbang-gerbang masjid Al-Aqsha).

Pusat informasi Al-Quds, Quds Press melansir bahwa seorang perempuan lansia Palestina berupaya masuk masjid Al-Aqsha dari "Gerbang al-Hadid", Sabtu (21/10/2017). Namun, polisi penjajah Israel memaksa melakukan penggeledahan terhadap perempuan lansia Palestina itu. Akan tetapi, perempuan lansia Palestina ini menolak tindakan polisi Israel tersebut.

Media ini menambahkan bahwa Kepolisian Israel mendorong perempuan lansia Palestina ini, setelah perempuan ini bersikeras masuk ke masjid Al-Aqsha dan meminta intervensi para penjaga masjid Al-Aqsha untuk masuk ke masjid Al-Aqsha.

Media Al-Quds ini mengkonfirmasi bahwa penjaga Taisir Syahabi mencoba meleraikan perselisihan antara kedua belah pihak. Namun, polisi Israel pergi bersama penjaga Syahabi. Perjalanan tersebut menyebabkan Syahabi luka-luka dan pingsan serta memanggil ambulan untuk mendapatkan pengobatan di pusat-pusat kesehatan terdekat.

Kepolisian penjajah Israel ditempatkan setiap harinya di gerbang-gerbang masjid Al-Aqsha. Kepolisian penjajah Israel itu melakukan provokasi-provokasi terhadap para jamaah, ketika mereka masuk ke masjid Al-Aqsha. Disamping itu, tindakan provokasi lainnya adalah mengadakan pemeriksaan serta mengumpulkan kartu identitas dan tas mereka.

Kepolisian penjajah Israel juga membatasi pekerjaan penjaga masjid Al-Aqsha, dengan cara menjauhi mereka saat para pemukim menyerbu masjid Al-Aqsha. Tidak hanya itu, polisi Israel juga mengadili para penjaga masjid sebagai "orang yang bermasalah dengan hukum" dengan cara memenjarakannya dan mendeportasinya.

 

Sumber: qudspress.com

Minggu, 22 Oktober 2017 21:14

Levni: Permukiman Israel membahayakan Israel

Written by

aspacpalestine.com – Bait Lahm. Anggota Knesset Israel, Tzipi Livni mengatakan bahwa pos pemukiman Israel dan permukiman Israel tidak membawa keamanan bagi Israel, namun permukiman tersebut mengancam pasangan-pasangan muda Israel. Hal tersebut disampaikan pada pertemuan besar di kota Ra'anana, Sabtu (21/10/2017). Ketidakamanan tersebut dikarenakan permukiman menyebabkan pencabutan legitimasi negara Israel. Selain itu, permukiman Israel juga mendapak kritikan dan kecaman dari dunia internasional.

Livni adalah anggota senior di kamp zionis serta anggota koalisi antara partai pergerakan dan buruh. Livni menambahkan bahwa dia mendukung aneksasi blok permukiman Israel yang besar di Tepi Barat dan Al-Quds. Namun, dia menentang upaya-upaya pemerintah haluan kanan untuk melegitimasi pos pemukiman yang kecil dan terisolasi, karena upaya-upaya ini merusak reputasi Israel dan menimbulkan kritik-kritik internasional bagi Israel.

Livni menyerang keputusan pemerintahan Benyamin Netanyahu terkait pembangunan pos pemukiman, bagi para pemukim Israel yang dipindahkan dari permukiman Migron.

Livni menambahkan bahwa pencaplokan wilayah Palestina akan menyebabkan kepada hilangnya mayoritas yahudi di Israel. Disamping itu, anggota Knesset ini memperingatkan bahwa kebijakan pemerintah Netanyahui dan partai haluan kanan tentang hal ini, akan menghasilkan hasil yang berlawanan.

Livni mengkritik kebijakan Netanyahu. Kritikan tersebut ditujukan kepada Mahkamah Agung Israel, Jaksa Agung Israel, penjaga serta komandan tentara Israel, sebagai hasi dari kebijakan para menteri sayap kanan Israel.

Ucapan Livni datang sepekan setelah kepala kamp Buruh, Gabi Avi. Avi mengatakan bahwa Israel seharusnya tidak menarik diri dari permukiman begitu kesepakatan damai tercapai.

                                                                          

Sumber: pnn.ps

Jumat, 20 Oktober 2017 19:05

Gadis Palestina Menangi Lomba Internasional

Written by

aspacpalestine.com – Abu Dhabi. Pemuda Palestina Afaf Raed memenangi sebuah kompetisi dengan hadiah sebesar 150.000 dolar amerika. Hadiah tersebut akan digunakan untuk membantu pendidikan dan keluarganya.

Gadis berusia 17 tahun ini adalah satu dari 7,4 juta siswa dari 41.000 sekolah di 25 negara yang mengikuti Kompetisi Membaca Arab (Arabic Reading Contest).

Ringkasan buku-buku yang dibaca oleh Afaf, membantunya untuk mengalahkan para peserta lainnya. "Ini adalah kemenangan untuk semua tantangan yang kita hadapi. Kami menolak menjadi lemah dari orang lain yang ada di dunia ini", ujar Afaf.

"Itu adalah sebuah pesan untuk semua siswa-siswa. Jangan pernah kamu menyerah. Jangan Putus asa", lanjutnya.

Afaf akan melanjutkan ke sekolah kedua wanita Al-Bireh dan berencana akan mempelajari kedokteran. "Bila kamu menetapkan sebuah tujuan, kamu dapat mencapai itu. Hal tersebut tidaklah mudah tapi kamu harus membuat ketekunan dan kesabaran sebagai sekutumu", tambahnya.

Jumlah siswa yang masuk lebih dari dua kali lipat dari 3,5 juta yang ikut serta dalam ajang perdana kompetisi membaca tahun lalu.

Kompetisi ini diluncurkan untuk mendorong anak-anak  agar membaca dan mempromosikan sebuah kehausan akan ilmu pengetahuan.

                                                                          

Sumber: theirworld.org

aspacpalestine.com – Jakarta. Pemerintah Indonesia memberikan 159 program bantuan ke Palestina sejak tahun 2008.

Hal itu dilakukan Indonesia selain usaha terciptanya perdamaian di Palestina.

Menurut Directory for Technical Cooperatian, Kementerian Luar Negeri Mohammad Syarif Alatas, Indonesia memberikan bantuan ke Palestina dalam bentuk pengembangan kapasitas dan sektor infrastruktur.

"Fokus bantuan Indonesia ke Palestina sejak tahun 2008-2017 adalah pemberian bantuan program sebanyak 159 Program. Program diikuti 1.100 peserta dalam bentuk pengembangan kapasitas dan beberapa di sektor infrastruktur," kata Syarif, di Cikini, Jakarta Pusat.

Lanjutnya, pemberian bantuan akan terus ditambah saat usaha Perdamaian kedua kelompok, Hamas dan Fatah telah di capai.

"Kita akan membuka lebih banyak lagi bantuan ke Palestina, bantuan ke Gaza dengan perkembangan Perdamaian kedua kelompok yang telah tercapai," ujar Syarif, Rabu (18/10/2017).

 

Sumber: tribunnews.com

aspacpalestine.com – Brussel. Uni Eropa menyerukan pemerintah Israel untuk menghentikan rencana-rencana untuk membangun penambahan unit rumah yang baru bagi di Tepi Barat terjajah. Uni Eropa juga memperingatkan kembali bahwa permukiman Israel ini mengancam kesepakatan damai yang akan datang dengan Palestina.

Pernyataan ini disampaikan Uni Eropa pada Rabu (18/10/2017). Dalam pernyataan tersebut, Uni Eropa meminta klarifikasi dari pihak otoritas penjajah Israel dan menyatakan harapannya untuk mempertimbangkan kembali keputusan pembangunan permukiman Israel yang baru. Uni Eropa menilai bahwa kontruksi permukiman Israel yang baru akan menghambat upaya untuk mengadakan perundingan damai yang sejati".

"Setiap aktivitas permukiman adalah ilegal dibawah hukum internasional dan merusak pemikiran solusi dua negara serta merusak prospek perdamaian sejati", tambahnya.

Presiden Palestina telah menganggap bahwa Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu telah menantang dunia. Penentangan tersebut melalui desakannya untuk terus menetap di tanah negara Palestina", menurut sumber tersebut.

Perlu diingat bahwa keputusan membangun bangunan-bangunan permanen di "migron", yang telah diambil lima tahun lalu, sekarang telah disetujui secara resmi. Hal itu berarti memungkinkan kontruksi dapat dimulai dengan segera.

 

Sumber: arab48.com

aspacpalestine.com – Saint Petersburg. Pemimpin Majelis Umat Kuwait, Marzuq Ghanam mengusir delegasi Israel dalam konferensi Persatuan Parlemen Dunia di Saint Petersburg, Rusia, Rabu (18/10/2017). Pengusiran dilakukan dengan dasar Israel melakukan penyerangan kepada negara Palestina dan memalsukan data-data. Hal itu disampaikan oleh Ghanam dalam pidatonya yang berdurasi tidak lebih dari 45 detik. Tindakan tersebut mendapat apresiasi dan pujian dari para delegasi lain yang ikut serta dalam konferensi tersebut. Ketua Perlemen menyatakan delegasi Israel harus pergi, terutama setelah melihat reaksi parlemen dunia terkait praktik penjajahan Israel terhadap permasalahan Palestina dan permasalahan yang sebenarnya.

"Wahai penjajah perampas bawalah tas anda dan keluarlah dari ruang ini setelah saya melihat reaksi parlemen dunia", Tambahnya. "Keluarlah dari ruangan ini jika anda mempunyai sedikit kehormatan, wahai penjajah, wahai pembunuh anak-anak dan jika anda tidak punya malu, maka lanjutkan apa yang kamu inginkan", lanjutnya.

Dikutip dari kantor berita Kuwait pada hari Rabu (18/10/2017), Pimpinan Majelis Umat mengatakan bahwa pengusiran delegasi Israel dari pertemuan internasional, akan menjadikan negaranya menjadi target Israel.

                                                                          

Sumber: alhayat.com

Halaman 1 dari 118