Kontemplasi

Kontemplasi (74)

Sabtu, 21 Oktober 2017 02:49

Rahasia Tasbih Ketundukan dan Takbir Kemenangan

Written by
Ada yang menggelitik penulis ketika mendengar sambutan singkat Syeikh Abdul Jalil al-Karuriy pada pembukaan seremonial Multaqa Ruwwad ke-9 yang diadakan di Istanbul pada 20-21 Oktober 2017. Beliau mengomentari pembacaan ayat surah al-Isra’ yang diawali dengan tasbih dan diakhiri dengan takbir. “Jika suatu usaha pembelaan terhadap Masjid al-Aqsha dibuka dengan tasbih kepada Allah, maka insyaallah akan berakhir dengan sebuah takbir kemenangan.” ungkapnya dengan penuh semangat yang mengundang tepuk tangan para peserta. Surah al-Isra’ yang dalam beberapa mushaf juga disebut dengan Surah Bani Israil, dibuka dengan sebuah kejadian fenomenal yaitu Isra’ Nabi Muhammad SAW. Perjalanan dahsyat dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha tersebut terekam secara tekstual dalam surah ini. Rasulullah SAW dipanggil menghadap Allah untuk menerima sebuah titah tentang shalat. Allah tak langsung memberangkatkan beliau ke Sidratul Muntaha dan kemudian ke suatu tempat yang hanya diketahui-Nya. Namun, beliau ditransitkan di Masjid al-Aqsha. Tentu hal ini mengandung hikmah tersendiri berupa amanah yang diberikan kepada beliau dan umatnya untuk menjaga Masjid al-Aqsha. Kajian tematik surah ini menunjukkan perilaku buruk Bani Israil di masa lalu dan prediksi al-Quran tentang masa depan mereka yang juga tak…
Minggu, 15 Oktober 2017 16:31

Motivasi “Insyâ’alLâh”

Written by
Motivasi Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya selalu menghadirkan nuansa inspiratif yang dahsyat. Di antara sekian motivasi, simaklah dahsyatnya motivasi kalimat insyâ’alLâh yang dikisahkan melalui cerita tentang seorang anak kecil (Ismail) dan seorang Nabi Syu’aib, mertua dari Nabi Musa AS. Saat Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah untuk menyembelih putra tercintanya Ismail, beliau mendapati anaknya yang masih kecil menjelma menjadi kedewasaan yang sempurna. "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (Ash-Shâffât: 102) Jawaban Ismail mengajarkan kita tiga hal penting: 1.       Dia memanggil ayahnya dengan panggilan sayang (yâ abati) meskipun selama ini ayahnya jauh secara fisik tapi efektif dalam pembinaan akidah melalui ibunya. 2.       “Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu” (if’al mâ tu’mar) menandakan bahwa dia sangat paham siapa yang memerintah ayahnya. 3.       (ستجدني إن شاء الله من الصابرين) “insyâ’alLâh kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Adalah sebuah motivasi untuk sungguh-sungguh berusaha menjadi seorang penyabar kemudian berserah diri ada Allah dari usaha yang dilakukannya. Energi positif dari pernyataan Ismail adalah mendidik anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus ini selalu kuat mental dan…
Selasa, 10 Oktober 2017 17:39

Menjadi Generasi Sekarang

Written by
Ketika menjumpai kondisi yang negatif atau terpuruk, kita sering menggunakan pendekatan motivatif futuristik. Misalnya, saat melihat kondisi umat Islam secara umum di Timur, Barat, Utara dan Selatan, hampir semuanya seolah terstigmatisasi negatif. Belum lagi, bila bicara tentang krisis kemanusiaan yang dahsyat di abad ini. Suriah dan Rohingya, adalah kasus-kasus besar yang mengimbuhi masalah berat sebelumnya, Palestina yang juga belum terlihat ujung solusinya. Biasanya, untuk melipur lara tak jarang kita mengalihkan semangat juang ke generasi setelah kita. Maka secara otomatis, itu sama dengan mengatakan bahwa diri kita tidaklah hadir sebagai solusi. Atau kurang percaya diri tampil memberi solusi dan justru banyak berharap pada generasi akan datang. Jika estafet ini berlanjut, maka tidak mustahil kendala yang sama akan dialami oleh generasi setelah kita. Mereka akan melakukan estafet masalah dan estafet harapan. Mereka pun saat menjadi “sekarang” akan mengatakan bahwa solusinya ada di generasi “mendatang”. Demikian terjadi dan akan terus tak berujung. Maka, sudah saatnya umat Islam ini mengatakan dan mendoktrin dirinya bahwa dialah generasi sekarang yang harus hadir sebagai solusi, bukan keturunannya. Benar, mereka akan melanjutkan, tapi bukan sekedar melanjutkan mimpi saja.…
Halaman 1 dari 9