Kontemplasi

Kontemplasi (64)

Senin, 14 Agustus 2017 08:08

Kemudahan-Kemudahan

Written by
Di antarakasih sayang Allah adalah kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada makhluk-Nya. Misalnya,kemudahan ketika melakukan perbuatan baik. Allah membalassepuluh kali lipat, bahkan melipatgandakan sampai tujuh ratus kali, hinggabatas yang hanya diketahui oleh-Nya. Sementara perbuatan buruk dibalas satu,setimpal dengan kejahatan yang diperbuat. Tak lebih. Ketika seseoranghendak melakukan maksiat, terkadang iaurung melakukan. Inilah penjagaanAllah. Jikaseorang nabi dan rasul-Nya disebut ‘ishmah. Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya yang mukmin ini adalah bukti kasih sayang yang dalam. Allah melindungi sebagian hamba-nya dari perbuatan buruk. Ketika seseorang mencuri pertama kali, ia merasa bersalah. Namun ketika ia mengulangi berkuranglah rasa bersalah tersebut. Jika ia melakukannya terus,iapun akan kehilangan perasaan berdosa. Sebaliknya lipatan pahala yang dijanjikan Allah bagi para pelaku kebaikan bukan hanya sekedar nominal angka. Namun,lebih merupakan motivasi. Jika seseorang melakukan sebuah kebaikan. Ia akan terpacu untuk melakukan kebaikan yang lain sehingga semakin banyak kebaikan yang ia perbuat. Kebaikan yang dilakukan akhirnya melahirkan kebaikan-kebaikan baru,dari pelakunyaataupun dari orang lain yang melihat kebaikan tersebut. Inilah makna pelipatgandaan pahala kebaikan. Disamping jika kelipatan-kelipatan dimensi ini benar-benar dikalikan tujuh ratus atau lebih. Dengan adanya kemudahan-kemudahan tersebut tidaklah surut kewibawaan Allah. Tidaklah mengurangirahmat-Nya yang…
Jumat, 04 Agustus 2017 08:33

Nafas Panjang

Written by
Banyak pesan dalam al-Quran mengaitkan kehidupan sekarang atau masa lalu dengan masa depan. Masa depan di dunia, atau pun nantinya di akhirat. Kecerdasan seseorang diukur dari cara dia membekali diri menempuh perjalanan yang panjang tersebut. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Orang yang cerdas adalah yang bisa menekan hawa nafsunya dan berbuat untuk masa setelah mati”. Nabi Ibrahim ‘alaihissalâm mempersiapkan nafas panjangnya dengan baik. Beberapa doanya direkam di dalam al-Quran. “(Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan” (QS. Asy-Syu’arâ’: 83-85) Nabi Ibrahim memohon diberi hikmah dan komunitas yang baik. Kemudian beliau menginginkan namanya kekal di bibir-bibir para shalihin yang mendoakannya sepanjang masa. Menjadi buah tutur yang baik (lisâna shidqin) yang berarti dikenang kebaikannya dan didoakan terus. Dan doa Ibrahim dikabulkan oleh Allah. Kebaikannya dikekalkan sepanjang masa. Namanya bertahan sampai hari kiamat, disandingkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Ia selalu disebut oleh seorang mukmin dalam setiap shalatnya, menjelang akhir setiap…
Sabtu, 29 Juli 2017 06:29

Ketika Subuh Bernafas

Written by
Setelah dua pekan tak ada adzan berkumandang di Masjid al-Aqsha. Masjid tanpa ada shalat berjamaah itu terhalang oleh kezhaliman yang berlebihan dari pemerintah Zionis Israel. Tuntutan umat Islam di al-Quds dan Palestina, yang juga merupakan tuntutan semua umat Islam dunia kepada Israel untuk menghilangkan semua electronic gate nyaris melampaui batas akhir ultimatum internasional. Kamis, 27/7 akhirnya Israel menyerah. Setelah berdarah-darah dengan desakan ribuan orang yang memadati depan pintu masjid, Masjid al-Aqsha pun dibuka kembali. Meski masih tersisa satu pintu, yaitu pintu Hittah yang belum dibuka bebas. Akhirnya pun bisa disterilkan dari metal detector. “Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58) Kumandang takbir didengungkan di mana-mana. Tak hanya di pelataran Masjid al-Aqsha, namun juga di berbagai pelosok negeri Palestina, bahkan di banyak penjuru dunia. Memuji kebesaran Allah yang menakdirkan kemenangan untuk sebuah keteguhan dan kesabaran. “Demi waktu subuh ketika bernafas” (QS. At-Takwir: 18) Demikian bunyi sumpah Allah, seolah terdengar setiap pagi. Dia ingin menghembuskan berjuta harapan di hati setiap hamba-Nya. Jika…
Halaman 1 dari 8