Artikel

Artikel (116)

Jumat, 08 Desember 2017 00:14

Khutbah Jum'at 8 Desember 2017

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan Salman Alfarisy, Lc.   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.  يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا قال الله تعالي في القرآن العظيم:أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا  وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ. أَمَّا بَعْدُ Ma’asyiral Mukminin Rahimakumullah Pertama-tama dan paling utama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah mempertemukan kita di hari dan tempat mulia ini, dalam rangka menjalankan ibadah sholat Jumat berjamaah. Kita memohon kepada Allah Swt. semoga amal ibadah kita pada saat ini diterima…
Rabu, 29 November 2017 16:42

Menilik Sejarah Palestine Solidarity Day

Palestina merupakan negeri yang padat dengan sejarah pergulatan peradaban, baik pada fase sejarah terdahulu maupun sejarah modern. Tak terkecuali hari ini, tanggal 29 November juga kembali menghadirkan memori sejarah kemanusiaan di Palestina. Pada 29/11/47, PBB mengeluarkan resolusi 181 yang dikenal dengan partition resolution. Resolusi tersebut mengatur pembagian kekuasaan atas Palestina menjadi dua, negara Arab (42,88%) dan negara Yahudi (55%), dengan Jerusalem sebagai wilayah bersama. Upaya pembagian wilayah kekuasaan di Palestina sebenarnya muncul sejak 10 tahun sebelum pemberlakuannya tepatnya pada 7 Juli 1937, setelah berlangsung 19 tahun penguasaan Britania atas Palestina. Britania mengambil langkah-langkah untuk menghentikan mandat, dan menjalankan proyek pembagian wilayah tersebut. Karena mendapatkan penolakan sekurangnya dua kali dari Negara-negara Arab, yaitu pada konfrensi Palestina Arab tahun 1937 dan konferensi London 9-2/10/1946, Britania menempuh cara lain dengan segera menggunakan jalur PBB. Di saat bersamaan Yahudi juga telah memulai manuver lobi dan tekanan terhadap AS sebagai negara yang memiliki hak veto. Resolusi pembagian kekuasaan ini menjadi resolusi sangat strategis bagi ‘kekuasaan resmi’ Yahudi di Palestina. Apakah Yahudi puas dengan mendapatkan 55% wilayah di Palestina? Merasa cukup dengan resolusi 181 yang sangat…
Selasa, 14 November 2017 18:30

Peringatan OHCHR: Perjalanan Panjang BDS

Setelah sekian lama pelanggaran yang dilakukan Israel dengan proyek pemukiman ilegal, diikuti dengan bola salju gerakan BDS, akhirnya sekarang PBB mulai bertindak.   United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) telah memperingati 130 perusahaan Israel karena telah melanggar 2 hukum internasional dan resolusi PBB. Lebih dari 60 perusahaan internasional juga telah diperingati karena beroperasi di wilayah Palestina yang dicaplok Israel dan terlibat dalam pelanggaran HAM serta mengambil keuntungan dalam proyek pemukiman ilegal. OHCHR mengancam akan mempublikasikan secara penuh pada Desember ini apabila perusahaan-perusahaan tersebut tidak menghentikan keterlibatannya dalam proyek pemukiman Ilegal Israel di Palestina.   Kita tahu bahwa gerakan BDS (boycott, divestment and sanction) sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Makin lama gerakan ini makin membesar terutama di eropa dan amerika utara. Pada tahun ini gerakan ini mulai memperlihatkan efek yang lebih besar.   Setelah bertahun-tahun bergerak di level bawah, isu ini masuk ke tataran level kenegaraan. Denmark telah menarik dana 50 milyar dolar Amerika yang sebelumnya diinvetasikan melalui perusahaan asuransi dan dana pensiun kepada perusahaan Jerman yang terlibat dalam proyek pemukiman ilegal Israel di palestina.   Enam perusahaan…
Minggu, 12 November 2017 17:25

Membaca Geopolitik Dunia Arab (1)

Sejak kesultanan Ottoman bubar pada 3 Maret 1924, dunia Islam terbagi menjadi wilayah-wilayah kecil. Pemegang kuasa dunia ketika itu adalah pemenang perang dunia pertama yang terjadi antara tahun 1914-1918, yaitu Inggris, Perancis dan Rusia (Blok Sekutu). Mereka menang perang berhadapan dengan Blok Sentral yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria dan Italia, ditambah kesultanan Ottoman. Jerman kehilangan banyak wilayah, sementara Austria-Hongaria dan Kesultanan Ottoman bubar. Italia balik badan dan berada di pihak sekutu. Inggris mendapat ‘warisan’ sebagian besar wilayah di Timur Tengah, diantaranya Bahrain, Palestina, Qatar, Kuwait dan Emirat. Perancis dapat sebagian wilayah Afrika Utara, diantaranya Maroko, Tunisia dan Aljazair. Wilayah-wilayah kecil yang dijajah tersebut kemudian mendapatkan kemerdekaannya (selain Palestina) antara tahun 1953-1971. Sementara Palestina, penjajahan dilanjutkan oleh Israel hingga kini. Setelah merdeka, wilayah tersebut membentuk sebuah negara (nation state). Ada yang berbentuk Republik Parlementer (Tunisia), Republik Presidensial (Yaman), Republik Semi Presidensial (Aljazair, Palestina, Mesir, Suriah), Monarki Semi Konstitusional (Maroko, Kuwait, Bahrain, Emirat), dan Monarki Absolut (Qatar, Arab Saudi). Walaupun berbeda latar belakang bentuk kenegaraan, tapi pemimpin negaranya tidak pernah diganti kecuali dengan jalan mengundurkan diri, kudeta atau wafat. Oleh karena proses…
Kamis, 09 November 2017 13:21

PBB dan Perjuangan Boikot Produk Israel

Setelah sekian lama pelanggaran yang dilakukan Israel dengan proyek pemukiman ilegal, diikuti dengan bola salju gerakan BDS, akhirnya sekarang PBB mulai bertindak. United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) telah memperingati 130 perusahaan Israel karena telah melanggar 2 hukum internasional dan resolusi PBB. Lebih dari 60 perusahaan internasional juga telah diperingati karena beroperasi di wilayah Palestina yang dicaplok Israel dan terlibat dalam pelanggaran HAM serta mengambil keuntungan dalam proyek pemukiman ilegal. OHCHR mengancam akan mempublikasikan secara penuh pada Desember ini apabila perusahaan-perusahaan tersebut tidak menghentikan keterlibatannya dalam proyek pemukiman Ilegal Israel di Palestina. Kita tahu bahwa gerakan BDS (boycott, divestment and sanction) sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Makin lama gerakan ini makin membesar terutama di Eropa dan Amerika Utara. Pada tahun ini gerakan ini mulai memperlihatkan efek yang lebih besar. Setelah bertahun-tahun bergerak di level bawah, isu ini masuk ke tataran level kenegaraan. Denmark telah menarik dana 50 milyar dolar Amerika yang sebelumnya diinvetasikan melalui perusahaan asuransi dan dana pensiun kepada perusahaan Jerman yang terlibat dalam proyek pemukiman ilegal Israel di palestina. Enam perusahaan Eropa meminta ganti rugi…
Rabu, 25 Oktober 2017 13:37

Tetap Berjuang dalam Posisi Apapun

Dalam dua bulan terakhir ini, penulis perhatikan telah terjadi perubahan strategi dalam memperjuangkan Palestina. Sebut saja misalnya, gerakan Fatah yang akan kebanjiran jabatan administratif, karena Hamas telah menanggalkan seluruh jabatannya di Jalur Gaza. Sebagaimana penulis ketahui, Fatah merupakan bagian terbesar dari PLO (Palestine Libaration Organization). PLO ini sebagai wadah resmi pemerintahan rakyat Palestina yang diakui dunia internasional pimpinan Mahmod Abbas. Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah beberapa waktu lalu berangkat ke Jalur Gaza dan Kairo, guna memastikan hal tersebut. Fatah sedang berjuang dengan jalur diplomasinya. Penulis juga mendengar kabar tentang pergantian kepemimpinan biro politik di dalam gerakan Hamas, dari Khaled Mesyal ke Ismail Haneyya. Juga diumumkan masuknya Yahya Sinwar dalam kepemimpinan gerakan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Yasin tersebut. Dengan adanya kepemimpinan baru ini, bagaimanakah upaya rekonsiliasi yang kini sedang digencarkan antara dua gerakan, Hamas dan Fatah? Hamas saat ini sedang berjuang dengan pemimpin baru. Pekan ketiga bulan ini juga diselenggarakan pertemuan Aliansi Internasional untuk Pembebasan al-Quds dan Palestina, tepatnya pada 19-20 Oktober 2017 lalu di Istanbul. Informasi yang penulis terima, juga terjadi perubahan kepemimpinan Aliansi, dari Dr. Abdurrahman Al-Barr dan…
Rabu, 25 Oktober 2017 13:18

Bersatunya Hamas dan Fatah

Hasil rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas yang dilaksanakan Mesir pada hari Kamis 12 Oktober kemarin telah meningkatkan harapan dunia bahwa setelah satu dekade perselisihan sengit antara faksi-faksi Palestina yang bersaing, akhirnya bisa berakhir. Tentunya dengan melihat selama ini setelah berkali-kali upaya penyatuan Hamas dan Fatah dilakukan dan gagal, rekonsiliasi ini harus sangat diapresiasi. Kita melihat bahwa begitu banyak tekanan yang terjadi kepada kedua belah pihak. Hasil rekonsiliasi kedua belah pihak ini hanya mencapai kesepakatan parsial, menangani masalah sipil dan administratif. Masalah yang jauh lebih diperdebatkan seperti seperti pemilihan nasional, reformasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan status sayap bersenjata Hamas, disisihkan untuk dipertimbangkan pada pertemuan berikutnya pada akhir November 2017. Adapun kesepakatan yang dihasilkan dalam rekonsiliasi ini adalah : 1.    Pengamanan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir.yang akan dilakukan oleh pemerintah bersama Palestina dengan berkoordinasi dengan EU Border Assistance Mission (EUBAM). 2.    Pengelolaan administrasi di Gaza yang saat ini dikelola oleh Hamas akan diserahkan kepada pemerintah bersama Palestina pada 1` Desember 2017, 3.    Pemerintah bersama Palestina akan melakukan pemilihan presiden dan legislative setahun sejak kesepakatan rekonsilisasi ditandatangani. Yang paling penting, dengan kesepakatan yang dicapai…
Jumat, 13 Oktober 2017 12:41

Rekonsiliasi yang Menjadi Harapan

Dalam beberapa pekan terakhir, media Palestina diramaikan kembali dengan agenda perundingan antara dua faksi utama di Palestina yaitu Hamas dan Fatah. Kali ini kembali dimediasikan oleh pihak Mesir, yang berlangsung pada hari Selasa, (10/10/2017) kemarin dengan mempertemukan perwakilan keduanya di ibukota Kairo. Banyak pihak memandang pesimis upaya rekonsiliasi ini, mengingat bukan kali pertama hal itu dilakukan. Memang, paska perseteruan kedua faksi terbesar di Palestina tersebut terjadi, usai pemilu parlemen tahun 2006, secara tidak langsung Palestina tidak memiliki pemerintahan sentral. Wilayah Tepi Barat didominasi faksi Fatah dan Jalur Gaza didominasi Hamas. Sejak saat itu berbagai upaya rekonsiliasi terus dilakukan namun berakhir gagal. Perpecahan terjadi karena alasan klasik, yaitu penolakan Zionis Israel dan sekutunya atas kemenangan Hamas dalam pemilu Palestina. Dengan klaim atas nama dunia Internasional, Israel dan sekutunya menyaratkan Hamas untuk mengakui kedaulatan negaranya dan menghormati kesepakatan antara Israel-Palestina. Syarat yang ditolak kelompok Hamas kala itu. Dari situ kemudian dimulai drama menekan Hamas di Tepi Barat, hingga harus bertahan di Jalur Gaza sejak tahun 2006 hingga sekarang. Hamas harus membayar konsekuensi pilihannya. Dikucilkan oleh faksi Fatah yang terbiasa berkoordinasi dengan penjajah…
Selasa, 03 Oktober 2017 16:17

Shalahuddin Sang Penakluk Al-Quds

Penaklukkan Shalahuddin di Al-Quds terjadi pada 2 Oktober 1186 bertepatan dengan 27 Rajab 583 H. Dalam konteks ini, bulan Rajab menjadi simbol bulan penaklukan Al-Quds. Isyarat pembebasan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha terekam kuat lewat peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad yang terjadi pada tanggal yang sama, dan pembebasan Umar terhadap Al-Quds juga terjadi pada bulan yang sama. Penaklukan Shalahuddin merupakan diantara rangkaian perjuangan yang telah dilakukan para pendahulunya. Para pendahulu beliau berkontribusi besar dalam meretas jalan kemenangan. Membangun ikatan batin Umat terhadap Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha merupakan diantara kontribusi besar para pendahulu Shalahuddin. Mimbar yang telah disiapkan oleh Nuruddin Zanki, pendahulu Shalahuddin menjadi simbol perjuangan untuk penaklukkan Masjid Al-Aqsha. Mimbar tersebut memberi pesan kuat dalam benak dan pikiran Umat Islam tentang persiapan dan amanah penaklukan Masjid Al-Aqsha. Persis seperti pesan yang dipahami para Sahabat saat Rasulullah singgah di Masjid Al-Aqsha yang saat itu berada dalam kekuasaan bangsa Yunani dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Peristiwa itu mengikat kuat batin para Sahabat dengan Masjid Al-Aqsha. Walhasil upaya pembebasan Al-Aqsha dijalankan selanjutnya oleh Abu Bakar Ashiddiq, dan penaklukan baru terwujud pada masa Umar bin Khattab.…
Kamis, 28 September 2017 13:00

Ekspedisi Historis Kota Kudus

Dalam sejarah dakwah Islam di nusantara, kita mengenal istilah walisongo. Walisongo adalah sembilan orang wali yang dikirim oleh Kesultanan Turki Utsmani ke tanah Jawa secara periodik. Dimulai pada tahun 1404 M hingga 1569 H (abad 15-16 Masehi), dalam enam periode. Rujukan sumber sejarah dakwah Islam di Indonesia sulit dicari karena tidak berada di tanah air. Indonesia pernah dijajah oleh pihak asing selama berabad-abad, sehingga rakyat terbodohi hingga beberapa generasi. Beberapa sumber kisah tentang walisongo ada pada Babad Tanah Jawi. Konon, babad ini disusun oleh W. L. Olthof di Leiden, Belanda pada tahun 1941.  Selain babad, kisah walisongo juga bisa didapat dari manuskrip kuno yang berada di Museum Istana Turki, Istanbul dan Koprah Ferrara, Italia yang kini tersimpan di Museum Nasional Leiden. Secara historis, keberadaan walisongo menandakan Nusantara (Indonesia) memiliki hubungan erat dengan kesultanan Turki Utsmani. Salah seorang wali yang diutus bernama Syeikh Ja’far Shodiq yang berasal dari Palestina. Syeikh Ja’far Shodiq dikenal dengan nama Sunan Kudus. Dinamakan Sunan Kudus karena syeikh Ja’far Shodiq ditugaskan di salah satu daerah pada Kesultanan Demak. Daerah itu dinamakan dengan Kudus. Penamaan Kudus sama dengan…
Halaman 1 dari 6