Minggu, 11 Februari 2018 09:00

Serangan Jet Tempur Israel Tingkatkan Ketegangan Timur Tengah

Written by 
Rate this item
(0 votes)
Suriah, 09-02-2018. Serangan udara intensif oleh Israel terhadap apa yang dikatakannya sebagai target Iran di Suriah telah meningkatkan ketegangan regional, di saat Rusia, pemain kunci dalam perang Suriah, mendesak pihak-pihak untuk menahan diri. Tentara Israel pada hari Sabtu meluncurkan serangan "berskala besar" di dalam wilayah Suriah setelah mencegat apa yang dikatakannya sebagai pesawat tak berawak milik Iran dan diikuti serangan jet tempur Israel yang kemudian jatuh setelah diserang oleh pasukan pertahanan udara Suriah.I Insiden tersebut menandai konfrontasi paling serius antara Israel dan Iran sejak dimulainya perang sipil di Suriah pada tahun 2011. Di Rusia, yang pasukannya mulai melakukan intervensi untuk mendukung Presiden Suriah Bashar Al-Assad pada tahun 2015, para pejabat disana mengatakan bahwa mereka "sangat prihatin" dengan konfrontasi tersebut. "Kami mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan komplikasi situasi menjadi lebih besar lagi," kata kementerian luar negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. "Kami menganggap perlu untuk menghormati tanpa syarat kedaulatan dan integritas teritorial Suriah dan negara-negara lain di kawasan ini," tambahnya. Serangan udara Israel dimulai Sabtu pagi pasca pihak militer Israel mengatakan telah mencegat pesawat tak berawak di atas kota Beit Shean "dalam sebuah misi militer yang dikirim dan dioperasikan oleh pasukan militer Iran". IIsrael membalas dengan mengirim setidaknya delapan jet untuk menyerang pangkalan militer Suriah dan Iran, yang menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia berada di dekat provinsi Homs. Salah satu pesawat tersebut, sebuah jet tempur F-16, jatuh saat kembali dari misinya. Kedua pilot dari jet tersebut terluka, salah satunya kritis.Israel menanggapi itu dengan melakukan serangan baru terhadap berbagai pangkalan militer di Suriah Selatan, menghantam setidaknya 12 titik termasuk tiga baterai pertahanan udara.Benjamin Netanyahu, PM Israel, mengatakan bahwa dia telah berbicara kepada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon pada Sabtu malam dan "menegaskan kepadanya hak dan kewajiban kami untuk membela diri".Dalam sebuah pernyataan di televisi, Netanyahu mengatakan Israel "mencari damai tapi kami akan terus membela diri dengan teguh melawan serangan terhadap kami atau upaya Iran memperkuat dirinya melawan kami di Suriah".Garis merahIsrael telah mengeluarkan beberapa peringatan tentang kehadiran pasukan Iran di Suriah. Negara ini khawatir Iran bisa menggunakan wilayah Suriah untuk melakukan serangan atau mengirim senjata kepada Hizbullah di Lebanon.Israel telah menyerang konvoi senjata yang ditujukan buat Hizbullah, yang telah bergabung bersama pasukan Suriah, dalam hampir 100 kali peperangan sejak 2012.Militer Suriah dan sekutunya telah membantah bahwa pesawat tak berawak itu melanggar wilayah udara Israel, kantor berita Suriah SANA melaporkan.Ruang operasi gabungan, yang dijalankan oleh Suriah, Iran, Rusia dan Hizbullah, mengatakan bahwa pesawat tersebut sedang dalam misi mengumpulkan data intelijen petempur Negara Islam Irak dan Levant (ISIL).Pernyataan tersebut juga memperingatkan Israel bahwa mereka akan membalas "dengan penuh penghinaan dan amat serius".Zena Khodr dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Beirut di Lebanon, mengatakan bahwa konfrontasi Sabtu kemaren menunjukkan bahwa Suriah dan sekutunya tidak lagi mau mentolerir serangan Israel di dalam negeri Suriah."Israel telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran dan sekutu-sekutunya untuk memperkuat diri mereka secara militer di Suriah," katanya."Netanyahu menyebut mereka garis merah. Sekarang pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya telah memperkenalkan jalur merah mereka sendiri. Mereka mengatakan penembakan jet Israel adalah pesan yang jelas bahwa hari-hari bebas melakukan serangan di Suriah telah berlalu."Sementara itu, Hizbullah, kelompok Syiah yang memiliki perwakilan di parlemen Lebanon dan memiliki sayap bersenjata yang kuat, memuji respond Suriah terhadap serangan yang dilakukan Israel ke pangkalan-pangkalan Iran dan Suriah di Suriah, dengan mengatakan bahwa hal itu menandakan "fase baru strategis" yang mengakhiri pelanggaran batas teritorial Suriah.Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita NNA Lebanon, Hizbullah mengatakan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan "dalam kategori kejatuhan keseimbangan lama".Libanon memprotes penggunaan wilayah udaranya oleh Israel untuk menarget Suriah, dengan mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan keberatan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.Kementerian luar negerinya juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung hak Suriah yang sah untuk menanggapi "kebijakan agresif" Israel, yang mengancam stabilitas di wilayah tersebut.Secara terpisah, Iran juga mengecam "kebohongan" Israel dan mengatakan Suriah memiliki hak untuk membela diri dalam menanggapi serangan udara Israel."Menembak jatuh jet Israel merupakan pesan jelas bahwa hari-hari bebas melakukan serangan dari dalam Suriah telah berlalu. Setiap serangan baru akan dikonfrontir. Iran selalu siaga di samping Suriah untuk melawan setiap tindakan bodoh Israel," kata kementerian luar negeri negara tersebut.Di Washington, AS mengatakan bahwa pihaknya "sepenuhnya mendukung" hak Israel untuk membela diri dari ancaman, sementara di Gaza wilayah Palestina yang terjajah, sayap bersenjata Hamas mengumumkan siaga kepada para pejuangnya dikarenakan eskalasi yang terjadi antara Suriah dan Israel (Ajazeera/i7).
Read 43 times Last modified on Minggu, 11 Februari 2018 09:21