Jumat, 22 Desember 2017 14:37

Penjajah Israel Dorong Bangun 8000 Unit Rumah Sejak Awal Tahun

Written by 
Rate this item
(0 votes)

aspacpalestine.com – Palestina. Menurut sebuah laporan yang dilansir oleh Uni Eropa bahwa otoritas penjajah Israel selama paruh pertama tahun ini, telah mendorong pembangunan sekitar 8000 unit rumah di permukiman Tepi Barat dan Timur Al-Quds. Misi Uni Eropa untuk Israel menyiapkan laporan ini berdasarkan keterangan Biro Pusat Statistik dan Organisasi Sayap Kiri, termasuk Peace Now dan Kota Bangsa-Bangsa.

Laporan tersebut mencakup kritik terhadap politik Israel di Tepi Barat, Khususnya beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan ini, 5000 unit didorong dibangun dalam tahap perencanaan. Sementara itu, tender telah diumumkan oleh penjajah Israel untuk membangun 3000 unit yang masih tersisa. Para penulis memperkirakan bahwa unit-unit perumahan ini akan menambah sekitar 30 ribu pemukim di Tepi Barat dan Timur Al-Quds, selama beberapa tahun.

Angka-angka Uni Eropa ini menjelaskan bahwa, saat ini sekitar 399 ribu Israel hidup di Tepi Barat dan sekitar 208 ribu Israel di lingkungan Yahudi, termasuk di lingkungan yang luas. Sesuai dalam laporan ini, 600 ribu pemukim Israel hidup di 142 lokasi di Tepi Barat dan Timur Al-Quds, termasuk di 130 lokasi di Tepi Barat dan 12 lokasi di Timur Al-Quds.

Uni Eropa berpendapat bahwa salah satu perkembangan utama selama periode pelaporan adalah berdirinya pemukiman Amihai yang baru, yang diperuntukkan untuk pemukim yang dievakuasi dari permukiman Amona. Perkembangan lain yang mengkhawatirkan adalah undang-undang pos permukiman ilegal Karem Raim di daerah Ramallah.

Laporan Uni Eropa juga menambahkan bahwa secara umum, proyek-proyek Israel berkaitan dengan permukiman, seperti pembangunan jalan Bypass, proyek pariwisata dan arkeologi, terkait dengan perluasan permukiman-permukiman dan penguatan eksistensi serta kontrol Israel di Tepi Barat, termasuk di Timur Al-Quds.

Laporan ini melansir kelanjutan perluasan permukiman-permukiman yang dilakukan saat ini bertentangan dengan hukum dunia, sebagaimana yang ditegaskan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2334 di tahun 2016. Selain itu, perluasan permukiman juga bertentangan secara langsung dengan kebijakan Uni Eropa dan dengan rekomendasi komite kuartet.

Laporan tersebut mengungkapkan 3 gelombang perizinan pembangunan pada paruh pertama tahun ini. Gelombang pertama, 2800 unit telah didorong oleh Administrasi Sipil otoritas penjajah pada akhir Januari dan awal Februari. Sementara 1000 unit diajukan di dalam tender. Gelombang pembangunan kedua bergulir pada bulan Maret. Ketika itu, pemerintah penjajah Israel memutuskan membangun permukiman Amihai dan mendorong membangun sekitar 2000 unit rumah di permukiman-permukiman, berdasarkan deklarasi "tanah pemerintah" yang baru oleh pemerintah penjajah Israel di Tepi Barat. Gelombang ketiga di bulan Juni. Gelombang ketiga ini mendorong pembangunan sekitar 3000 unit rumah.

Laporan yang dikeluarkan oleh Uni Eropa juga menyebutkan pada 2016, jumlah unit rumah yang dibangun telah mencapai rekor sejak tahun 2001. Di tahun 2016, jumlah 3000 unit rumah berbanding jauh dengan 1500 unit rumah di tahun 2014. Jumlah 1500 unit rumah, sedikit diatas 500 unit rumah di tahun 2010 dan sekitar 1600 rumah di tahun 2001.

 

Sumber: alquds.co.uk

Read 35 times