Kamis, 07 Desember 2017 17:23

Dunia Kecam Keputusan AS tentang Al-Quds terjajah

Written by 
Rate this item
(0 votes)

aspacpalestine.com - Palestina. Turki menggambarkan keputusan presiden Amerika Serikat (AS) yang mengumumkan secara resmi pemindahan kedutaan AS ke Al-Quds merupakan hal yang tidak bertanggung jawab dan dan tidak berdasarkan hukum. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa Al-Quds tidak dapat ditentukan statusnya, kecuali melalui perundingan antara orang-orang Israel dan Palestina.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa keputusan AS terkait Al-Quds adalah salah berdasarkan hati nurani, hukum atau sejarah.

Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin KTT OKI, Erdogan menekankan kepada dunia untuk bertindak menyelamatkan Al-Quds dan menghentikan seluruh langkah yang tidak berdasarkan hukum yang dilakukan terhadap Al-Quds.

"Keputusan AS yang mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel melanggar resolusi-resolusi PBB dan bertentangan dengan identitas yang melekat selama bertahun-tahun", ujar Trump yang dikutip oleh media arabi21.com

Sekretaris PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa dia telah berupaya menentang apapun tindakan sepihak yang akan membahayakan prospek perdamaian antara Israel dan Palestina. "Al-Quds adalah permasalahan yang harus diselesaikan melalui perundingan langsung yang dilakukan oleh kedua belah pihak, yang berdasarkan keputusan Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB", tambahnya.

Di lain pihak, Presiden Iran, Hassan Rouhani menegaskan bahwa negaranya tidak akan menerima keputusan Trump. Hassan Rouhani dalam sambungan teleponnya dengan Recep Tayyip Erdogan menggambarkan bahwa keputusan Trump adalah salah, ilegal, provokatif dan sangat berbahaya.

Presiden Prancis, Emmanuel Macaron menyesalkan keputusan yang dikeluarkan oleh presiden AS, Donald Trump. Sementara, Yordania mengkritik keputusan tersebut dan mempertimbangkan mendorong upaya damai di wilayah tersebut.

Mesir mengecam keputusan AS. "Tindakan keputusan sepihak seperti ini bertentangan dengan keputusan internasional dan tidak akan mengubah status hukum apapun bagi kota Al-Quds", ujar Menteri Luar Negeri Mesir.

 

Sumber: arabi21.com

Read 15 times