Kamis, 07 Desember 2017 17:20

Dewan Keamanan PBB Adakan Pertemuan Terkait Al-Quds

Written by 
Rate this item
(0 votes)

aspacpalestine.com – New York. Diplomat dewan keamanan PBB mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan terkait keputusan Donald Trump yang mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel, Rabu (6/12/2017). Pertemuan yang digagas oleh 8 negara dari 15 negara anggota tersebut akan dilangsungkan pada hari Jumat (8/12/2017).

Permintaan ditujukan untuk Sekretaris Jenderal, Antonio Guterres agar secara singkat mengumumkan pertemuan dewan keamanan PBB. Diplomat PBB mengatakan bahwa pertemuan yang akan berlangsung pada hari Jumat nanti diinisiasi oleh  Prancis, Bolivia, Mesir, Italia, Senegal, Swedia, Inggris dan Uruguay.

Keputusan Trump ini mengakibatkan kemarahan dari orang-orang Palestina dan menentang peringatan kekeruhan timur tengah. Selain itu, Trump juga berencana memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Israel menganggap bahwa Al-Quds adalah ibukota abadi dan tidak dapat dibagi serta ingin semua kedutaan berlokasi di sana. Orang-orang Palestina menginginkan ibukota negara Palestina merdeka berada di Al-Quds bagian timur (daerah yang telah diambil alih oieh Israel pada perang 1967). Penjajah Israel menaneksasi daerah itu. Namun, masyarakat internasional tidak mengakui langkah penjajah Israel tersebut.

"PBB memberikan Al-Quds sebuah hukum dan status politik yang khusus. Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghormati hukum dan status yang diberikan oleh PBB. Hal inilah sebagai penyebab kami mempercayai Dewan Keamanan PBB membutuhkan penanganan masalah ini secara serius," Ujar Duta Besar Swedia untuk PBB,Carl Skau pada hari Rabu.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley memuji keputusan Trump sebagai "tindakan yang tepat".

 

Sumber: middleeastmonitor.com

Read 15 times