Kamis, 07 Desember 2017 08:36

Kaleidoskop Palestina - Februari 2017

Written by 
Rate this item
(0 votes)

FEBRUARI 2017

 
Petugas "Otoritas Purbakala" Dan Pemukim Menyerbu Al-Aqsa
 
aspacpalestine.com – Al-Quds. Petugas "Otoritas Purbakala" menyerbu Masjid Al-Aqsa Mubarok pada Ahad pagi (5/2) dengan penjagaan dari militer penjajah Israel. Penyerbuan tersebut juga dilakukan untuk mengelilingi Masjid Al-Aqsa.
 
Penyerbuan tersebut juga diikuti dengan sejumlah pemukim Yahudi ke komplek masjid Al-Aqsa dari pintu Magharibah dengan penjagaan ketat dari polisi khusus penjajah. Penanggungjawab media dan humas di bagian administrasi wakaf Islam di Al-Quds yang terjajah, Molase Firas mengatakan kepada media "safa" bahwa petugas dari "otoritas purbakala" yang didampingi oleh tim intelejen menyerbu Masjid Al-Aqsa, Mushalla al-Marwani dan Mushalla Qibli. Mereka berjalan-jalan di dalam Masjid Al-Aqsa dan mengambil gambar di beberapa lokasi Musholla Qibli.
 
Dijelaskan juga bahwa 27 petugas menyerbu Masjid Al-Aqsa di waktu pagi hari yang terbagi menjadi lima kelompok dan melakukan melakukan provokasi di komplek Al-Aqsha. Meski kegiatan penjajahan berlangsung, puluhan jama'ah shalat yang berasal dari Al-Quds dan lainnya berbongdong-bondong menuju ke Al-Aqsa, dan membuat halaqah ilmu . Mereka melantangkan takbir sebagai upaya untuk mencegah para pemukim Yahudi yang melakukan penyerbuan di Al-Aqsha.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5747-petugas-otoritas-purbakala-dan-pemukim-menyerbu-al-aqsa
 
-------
 
Tentara Penjajah Israel Hancurkan Rumah Yang Dibangun Di Kufr Qasim
 
aspacpalestine.com – Kufr Qasim. Pasukan penjajah Israel pada Ahad pagi menghancurkan dua tingkat rumah dalam proses konsturksi di Kufr Qasim. Penghancuran tersebut dilakukan dengan dalih bangunan tidak memiliki izin.
 
Buldoser Israel masuk ke kota tersebut pada pagi hari, dengan didampingi oleh polisi Israel dalam jumlah besar. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan proses penghancuran dan mencegah para warga untuk datang ke area tersebut.
 
Ketua dewan daerah Kufr Qasim, pengacara Adel Buider mengatakan bahwa kebijakan penghancuran dilakukan oleh otoritas Israel. Kebijakan tersebut diperintahkan oleh Netanyahu. tujuan dari kebijakan itu untuk menekan orang Palestina agar meninggalkan tanah mereka dan  menghilangkan daerah etnis Palestina.
 
Budeir menambahkan, pemimpin dewan daerah arab telah menuntut pengadilan Israel untuk menghentikan aksi penghancuran dan agar menemukan solusi untuk permasalahan pembangunan tanpa izin.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5839-tentara-penjajah-israel-hancurkan-rumah-yang-dibangun-di-kufr-qasim
 
-------
 
Pejabat PBB: Ancaman Penghancuran Lingkungan Palestina Badui 'Tidak Dapat Diterima'
 
aspacpalestine.com – Tepi Barat. Orang-orang Palestina badui hidup dalam kondisi ancaman penghancuran terhadap rumah-rumah mereka, adalah hal yang tidak dapat diterima. Pernyataan pejabat PBB saat mengunjungi komunitas badui kemarin.
 
Delegasi tersebut mengunjungi komunitas badui Palestina di Khan Ahmar. Komunitas badui tersebut terletak di pusat jajahan daerah Tepi Barat dari Al-Quds. Daerah tersebut berada di bawah ancaman relokasi paksa oleh otoritas Israel. Hal tersebut diumumkan Israel ke seluruh rumah pada hari Ahad.
 
Koordinator aktivas bantuan manusia dan pengembangan PBB untuk wilayah Palestina yang dijajah, Robert Piper dan Direktur operasioanl UNRWA di Tepi Barat, Scoot Anderson mengunjungi sebuah lingkungan kecil yang terletak di area "C" (60 persen area dari Tepi Barat dan dikendalikan penuh Yahudi).
 
"khan Al-Ahmar adalah salah satu komunitas yang memprihatinkan di Tepi Barat, mereka berjuang untuk mempertahankan sebuah standar hidup yang minim, dalam menghadapi tekanan kuat otoritas Israel terkait perpindahan ke sebuah tempat relokasi yang telah direncanakan." Ujar Piper dalam sebuah pernyataannya. Dia menambahkan bahwa "Ini tidak dapat diterima dan hal tersebut harus dihentikan."
 
Piper menambahkan bahwa masyarakat dunia harus bekerja sama untuk mendukung dan melindungi komunitas yang lemah seperti badui. Selain itu, dia bersikeras bahwa "hukum Internasional harus dihormati".
 
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa PBB telah lama mengecam pemindahan paksa komunitas Badui, yang dilakukan tanpa ada pembicaraan dan informasi sebelumnya.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5817-pejabat-pbb-ancaman-penghancuran-lingkungan-palestina-badui-tidak-dapat-diterima
 
-------
 
Giant Hypermart Malaysia Menarik Produk Israel
 
aspacpalestine.com – Kuala Lumpur.Pasar raksasa Malaysia menarik produk Israel yang dijual di tempatnya dalam konteks penerapan boycott divestment and sanctions (BDS) di Malaysia.
 
Ketua BDS Malaysia, Mohd Nazari Ismail mengatakan pasar raksasa tersebut telah menghapus pakaian produksi Israel, merek The Shai dari outletnya. Gerakan tersebut merupakan bagian dari kewajiban moral sebagai bentuk perhatian terhadap bangsa Palestina."
 
Aktivis BDS-Malaysia baru-baru ini mengancam akan memboikot Giant jika tidak mencabut produk Israel dari outletnya.
 
Juru Bicara dari pemasaran pasar raksasa saat dikontak mengatakan produk tersebut sebenarnya diimport dari cina, dan barang tersebut tidak lagi dijual dan akan dikembalikan ke suplaiyernya.
 
Ini bukan pertama kalinya boikot produk-produk Israel (BDS) yang dijual diserukan di pasar nasional dan internasional.
 
BDS-Malaysia dibentuk pada tahun 2015 dengan tujuan mendorong gerakan boikot terhadap Israel yang telah biasa dikenal di negara-negara pro Palestina.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5741-giant-hypermart-malaysia-menarik-produk-israel
 
-------
 
Israel Larang Tawanan Palestina Berpakaian Musim Dingin Saat Cuaca Beku
 
aspacpalestina.com – Al-Quds. Saat cuaca dingin beku, pasukan penjajah Israel melarang para tawanan Palestina yang berada penjara Israel dan
 
penjara pusat untuk mengenakan pakaian musim dingin.
 
Asosiasi Husam (sebuah Asosiasi yang membela Tawanan Palestina) menjelaskan bahwa otoritas Israel dengan sengaja melarang masuknya pakaian musim dingin ke tawanan Palestina sejak tahun 2007 sebagai bentuk penyiksaan dan memperburuk kondisi kesehatan mereka.
 
Menurut "Husam", keluarga para tawanan gagal menemukan akses melalui ICRC dan otoritas Palestina agar mengirimkan pakaian musim dingin dan peralatan lainnya untuk anak-anak.
 
Husam juga menegaskan bahwa tawanan Palestina yang mendekam di penjara Israel, terutama di penjara gurun Negev, dalam kondisi menderita akibat cuaca beku dan mereka sangat membutuhkan sesuatu yang melindungi mereka dari suhu termperatur dingin yang ekstrim.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5738-israel-larang-tawanan-palestina-berpakaian-musim-dingin-saat-cuaca-beku
 
-------
 
Pemerintahan Trump Nilai Baik Pemindahan Kedutaan Amerika Serikat Ke Al-Quds
 
aspacpalestine.com – Las Vegas.Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence pada hari Jumat sore mengatakan bahwa Amerika Serikat menilai baik pemindahan kedutaan dari Tel Aviv ke Jerusalem.
 
Dalam pembicaraan tahunan koalisi Yahudi Republik di Las Vegas, Pence mengatakan bahwa pemerintahan Donald Trump sedang meninjau langkah-langkah tambahan untuk menujukkan dukungan Amerika termasuk menilai apakah kedutaan besar Amerika harus dipindahkan ke Al-Quds."
 
Selama kampanye presiden, tim Trump sering mengatakan sebuah pembicaraan terkait pemindahan kedutaan Amerika di Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds. Tetapi sejak dilantik, isu yang diperdebatkan tersebut menjadi lebih bernuansa dan mungkin telah diakhirkan.
 
Saat ini, tidak ada satu negara pun yang memiliki kedutaan besar di Al-Quds, ujar menteri luar negeri Israel.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5837-pemerintahan-trump-nilai-baik-pemindahan-kedutaan-amerika-serikat-ke-al-quds
 
 

 

Read 35 times Last modified on Kamis, 07 Desember 2017 14:06