Kamis, 07 Desember 2017 00:00

Kaleidoskop Palestina - Januari 2017

Written by 
Rate this item
(0 votes)

JANUARI 2017

 
 
Pembentukan Palestinian Indonesian Friendship Association Di Amman, Yordania
 
Indonesia mendirikan Asosiasi Persahabatan Palestina dan Indonesia (Palestinian Indonesian Friendship Association/ PIFA) di Amman, Yordania. Asosiasi tersebut bertujuan untuk menguatkan serta meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan Palestina. Berita dilansir oleh media nasional Metro TV News, Minggu (1/1).
 
Dalam berita tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Yordania yang mengutip perkataan menteri luar negeri Indonesia, Retno Marsudi pada peringatan 60 tahun Asia Afrika tahun 2015 lalu. Dia mengatakan "Mungkin saat ini tidak ada isu internasional yang lebih penting bagi Indonesia dan sangat dekat dengan hati rakyat Indonesia selain isu Palestina."
 
Dia menegaskan bahwa pembentukan PIFA merupakan inisiatif Palestina dari berbagai tokoh seperti tokoh masyarakat, pengusaha, guru, pegawai pemerintah, jurnalis, dan para alumni penerima pelatihan pembangunan kapasitas dari Indonesia. "Pembentukan PIFA merupakan inisiatif dari masyarakat Palestina yang berasal dari berbagai kalangan profesi, antara lain tokoh masyarakat, pengusaha, guru, pegawai pemerintah, jurnalis, dan para alumni penerima pelatihan pembangunan kapasitas dari Indonesia" ujarnya dalam berita tersebut.
 
Masih dalam berita tersebut, agenda awal peresmian dilaksanakan di Hebron. Namun,terjadi pemindahan ken Amman disebabkan otoritas Israel tidak memberikan izin  Dubes RI dan staff KBRI di Amman yang telah diajukan tiga bulan lalu. Peresmian dihadiri oleh anggota Parlemen Nasional Palestina, Bilal Kassem dan Zuhair Soundoka, Anggota PLO merangkap Biro Politik Arab-Palestina, Imran Al Khatib, staf Kedutaan Palestina di Amman dan sejumlah tokoh Yordania antara lain Ketua Komisi Palestina di Parlemen Yordania, Yahya Mohammad Al Saud, dan mantan Menteri Yordania, Samir Habashneh, serta sekitar 125 orang Palestina, dan staf KBRI Amman dan mahasiswa Indonesia.
 
Anggota parlemen Palestina, Zuhair Soundoka mengutarakan uncapan terima kasih kepada Indonesia dalam pembentukan asosiasi tersebut. Dia mengharapkan peningkatan hubungan persahabatan  antara kedua negara. "Penghargaan dan terima kasih kepada Dubes Wardoyo atas penyelenggaraan pertemuan tersebut yang telah mempersatukan pihak Palestina dan Indonesia dalam suasana persahabatan dan kekeluargaan," tutur Zuhair yang ditulis dalam berita tersebut.
 
Dikutip dari berita tersebut, program jangka panjang asosiasi tersebut adalah membangun rumah Indonesia di Palestina dengan tujuan menjadikan pusat informasi Indonesia bagi masyarakat Palestina lebih dekat. Disamping itu, Asosiasi tersebut juga akan segera membangun website PIFA.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5644-pembentukan-palestinian-indonesian-friendship-association-di-amman-yordania
 
-------
 
Tawanan Palestina Di Bawah Umur Mengalami Pemukulan Dan Penyiksaan
 
Menurut pengacara Badan Urusan Tawanan dan Pembebasannya, Luay 'Ikkah bahwa 3 tawanan anak di bawah umur yang mendekam di penjaran militer Aufar mengeluhkan dari tindakan yang menghinanya dan pemukulan selama ditahan dan mengabaikan kesehatan dari sakit yang diderita oleh mereka.
 
Ahmad Mahmud Al-Khuduri (16 tahun), warga kabupaten Qadai, Ramallah, ditahan pada tanggal 2 Januari 2017.
 
Dia ditangkap di gelombang ke delapan di jalan oleh pasukan penjajah yang menyerang dan melakukan pemukulan dengan menggunakan gagang senjata terhadap pinggangnya dan meninju ke kepalanya dan seluruh badannya. Dan membawanya ke markas Atarot dengan disertai pemukulan yang terus berlangsung terus menerus tanpa jeda di seluruh badannya.
 
Menurut pengacara 'Ikkah yang mengunjungi kliennya yang menderita sakit kangker di peredaran darahnya  selama 3 tahun dan selama itu dia mengalami luka di lengan kanan dan kaki kanannya yang menyebabkan semi lumpuh dan tidak mampu bergerak dengan bebas seperti biasanya.
 
Pengacaranya mengatakan bahwa para penyelidik dan para tentara mengetahui keadaan sakit yang dideritanya, dan mereka mellhat bahwa tawanan terjangkit kejang-kejang di jari tangannya dan dia berjalan tidak seperti biasanya dan hal tersebut tidak membuat mereka segan untuk memukulnya, menyiksanya dan melecehkannya tanpa memperdulikan kesehatannya.
 
'Ikkah mengatakan bahwa tawanan mengalami menggigil yang kuat dan pusing serta tidak mampu untuk berdiri dan membutuhkan terapi fisik yang intensif dan membutuhkan menerima obat dan perawatan.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5680-tawanan-palestina-di-bawah-umur-mengalami-pemukulan-dan-penyiksaan
 
-------
 
Novel: Kami Simpati Pengibaran Bendera Palestina, Karena Mereka Bagian Dari Umat Islam
 
aspacpalestine.com - Jakarta.Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Bamukmin, menyesalkan sikap Kedutaan Besar Palestina di Jakarta yang mempersoalkan bendera Palestina dibawa dan dikibarkan pada demonstrasi di Indonesia.
 
Pasalnya, kata Novel, bendera Palestina dibawa dan dikibarkan dalam aksi unjuk rasa bukan hal baru. Sudah bertahun-tahun bendera itu dibawa dan dikibarkan dalam kesempatan aksi unjuk rasa dan tidak pernah dipermasalahkan. Terlebih aksi itu terkait kemerdekaan Palestina
 
"Itu sebenarnya (bendera) kami sudah bertahun-tahun (dibawa), enggak pernah ada masalah. Saya tahu, saya paham, karena kami mengangkat bendera itu, karena rasa simpati kami yang luar biasa terhadap perjuangan rakyat Palestina. Kami kibarkan bendera ini tak lain dan tak bukan untuk mendukung Palestina dan mencari dukungan agar Palestina jangan pernah kita lupakan," ungkap Novel belum lama ini.
 
Menurut dia, dibawanya bendera Palestina dalam setiap kesempatan unjuk rasa adalah sebuah simbol penindasan terhadap umat Islam. Dan pengibaran bendera itu adalah untuk mengingatkan umat muslim bahwa Palestina adalah bagian dari muslim yang selalu tertindas. Bukan terkait dengan kepentingan politik di dalam negeri.
 
"Palestina simbol umat Islam yang selalu ditindas. Maka itu kami simpati dengan pengibaran bendera, agar kami terus diingatkan bahwa itu Palestina adalah bagian dari umat Islam dan itu Palestina kota suci umat Islam. Namanya kota Suci bukan milik Palestina, milik kita, kita jaga dengan kita jaga kota Suci nya kita bela kota suci nya," pungkas Novel, seperti dikutip dari inilahcom.
 
Sebelumnya diberitakan, Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia menyatakan keberatan atas aksi demonstrasi yang membawa bendera negaranya. Pasalnya, aksi tersebut seakan-akan disupport oleh pihak Palestina.
 
"Banyak saudara-saudara kami orang Indonesia, mereka komplain. Mereka pikir kami berada di balik agenda demonstrasi, mereka pikir kami men-support," ungkap Sekretaris I Kedubes Palestina untuk Indonesia, Taher Hammad, Rabu (25/1) lalu.
 
Taher mengatakan, Palestina sebaliknya akan senang apabila benderanya dibawa pada acara-acara positif seperti acara kemerdekaan.
 
"Tetapi tidak dalam demonstrasi menentang pemerintahan. Kami senang bila bendera kami ada dalam acara kemerdekaan, 'merdeka!', tetapi tidak dalam demonstrasi melawan pemerintah," tegas Taher.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5723-novel-kami-simpati-pengibaran-bendera-palestina-karena-mereka-bagian-dari-umat-islam
 
-------
 
Parlemen Desak Trump Pindahkan Kedutaan Amerika Serikat Ke Al-Quds
 
Delegasi yang berjumlah lebih dari 100 orang anggota kongres menyurati Presiden terpilih Donald Trump pada hari Rabu, Dorongan tersebut untuk merelokasi kedutaan Amerika di Israel ke Al-Quds "segera pindahkan kantor tersebut" Menurut koresponden yang diperoleh dari Washington Free Beacon.
 
Pembuat undang-undang tersebut menulis untuk Trump menepati janji kampanyenya untuk memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Al-Quds, sebuah pergeseran kebijakan pemerintahan Obama yang telah ditentang.
 
Surat tersebut datang sebelum Trump memindahkan kantornya. Hal tersebut menyusul rangkaian resolusi PBB yang didukung pemerintahan Obama yang mengecam Israel membangun rumah di lingkungan Al-Quds.
 
Surat tersebut dipelopori oleh Rep. Ron De Santis (R., Fla) dalam rangka mendorong Trump mengirimkan pesan ke dunia bahwa Amerika Serikat melihat Al-Quds sebagai "ibukota abadi untuk orang Yahudi," menurut surat tersebut.
 
"Israel adalah salah satu sekutu terdekat Amerika dan berdiri sendiri di timur tengah bagi komitmennya untuk cita-cita berdemokrasi. Pemindahan kedutaan Amerika akan menguatkan aliansi khusus antara Israel dan Amerika dan mengirimkan sebuah pesan yang jelas kepada dunia bahwa kita mendukung Israel untuk mengakui Al-Quds sebagai ibukota abadinya," mereka menuliskan.
 
Anggota parlemen saat ini mengajukan peraturan baru untuk menekan gedung putih untuk memutuskan pemindahan kedutaan tersebut. Rangcangan tersebut akan menahan pedanaan beberapa kebijakan departemen luar negeri hingga duta besar tersebut telah dipindahkan dari Tel Aviv ke Al-Quds.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5665-parlemen-desak-trump-pindahkan-kedutaan-amerika-serikat-ke-al-quds
 
-------
 
PM Zionis Israel: Semua Kedutaan Harus Pindah Ke Al-Quds
 
aspacpalestine.com - Al-Quds.Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu pada hari Ahad (29/1/2017) kemarin mengatakan, dirinya berharap semua kedutaan luar negeri di Israel memindahkan kantornya ke Al-Quds. Pernyataan ini sebagai dukungan terhadap rencana kontroversial Donald Trump merelokasi kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Al-Quds yang realisasinya masih ditunda.
 
"Posisi kami selalu mendorong, bahwa kedutaan perlu untuk dipindahkan ke Al-Quds. Al-Quds merupakan ibukota Israel," jelas Netanyahu dalam rapat kebinet pekanannya, seperti dilansir en.mugtama.com, Ahad (29/1/2017).
 
"Dengan demikian, seharusnya tidak hanya kedutaan Amerika yang berada di sana (Al-Quds) tetapi juga semua kedutaan. Saya percaya bahwa pada saatnya nanti sebagian besar dari kedutaan yang ada akan berada di Al-Quds," tambah Netanyahu.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Donald Trump telah berjanji selama kampanye pilpres akan memindahkan kedutaan AS ke Al-Quds, kendati pemerintah sebelumnya yang dipimpin Obama mengecam tindakan tersebut.
 
Pihak Gedung Putih pada pekan lalu mengatakan, belum ada keputusan terkait pemindahan kedutaan di Israel. Gedung Putih mengatakan bahwa pembicaraan mengenai masalah ini masih dalam tahap awal.
 
Terkait rencana kontroversi Trump tersebut, para pemimpin Palestina berulang kali mengeluarkan peringatan. Pasalnya pemindahan kedutaan Amerika ke Al-Quds memiliki pengakuan terhadap kota terjajah itu sebagai ibukota dari Israel.
 
http://www.aspacpalestine.com/id/item/5725-pm-zionis-israel-semua-kedutaan-harus-pindah-ke-al-quds
 
 
 
Read 36 times Last modified on Kamis, 07 Desember 2017 14:13