Kamis, 30 November 2017 17:19

Menlu RI: Indonesia akan Selalu Ingat Palestina, Indonesia adalah Teman Dekat Palestina

ASPAC for Palestine - Kamis, 30 November 2017. Langit Jakarta mendung ringan. Rerintikan hujan nan lembut berjatuhan bak kapas. Udara di sepanjang jalan Jend. Sudirman tidak jauh berbeda dengan suhu dalam Sasono Mulyo Ballroom - Le Meridien Hotel, tempat acara International Day of Solidarity with The Palestinian People digelar oleh Departemen Informasi Publik - Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Acara ini berlangsung dengan kerjasama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Palestina di Jakarta. ASPAC for Palestine menjadi salah satu lembaga yang diundang dalam acara ini.
Tepat pukul 10.20 WIB acara dimulai. Dilanjut dengan sambutan pertama oleh Ms. Eshila Maravanyika dari United Nations Information Centre (UNIC), yang membacakan pesan dari Sekretaris Jendral PBB. Sebagaimana tema yang diusung, "The Palestinian People : Everlasting Roots, Infinite Horizons", PBB menyuarakan untuk mengakhiri pendudukan sebagai isu final bagi jalan menuju kemerdekaan Palestina.
Sambutan kedua disampaikan oleh H.E. Dr. Zuhair Al Shun selaku Duta Besar Palestina di Jakarta. "Terima kasih atas dukungannya untuk masyarakat Palestina," begitu tutup beliau setelah mengingatkan para hadirin akan Masjid Al Aqsha yang ada di Palestina sebagai kiblat pertama umat Islam dan masjid kedua yang dibangun di muka bumi, serta masjid suci ketiga yang dianjurkan untuk dikunjungi.
H.E. Mr. Mourad Belhassen, Duta Besar Republik Tunisia di Jakarta mengingatkan pada sambutannya, agar seluruh elemen kemanusiaan tidak pernah melupakan hak-hak pembelaan bagi masyarakat Palestina. Hal senada ditekankan oleh Menteri Luar Negeri RI H.E. Ms. Retno L. P. Marsudi dalam sambutan penutup.
Setidaknya ada lima hal yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI. Pertama; mengingatkan bahwa Israel telah menjajah Palestina selama 50 tahun. Kedua; tidak ada langkah lain untuk mengakhiri pendudukan kecuali dengan Kemerdekaan, Keadilan dan Perdamaian. Ketiga; kemerdekaan bisa dengan berdirinya dua negara yang menjadikan Jerussalem sebagai ibukota bagi Palestina. Keempat; Indonesia mengucapkan selamat bagi rekonsiliasi Hamas dan Fatah yang dilangsungkan di Mesir, sesungguhnya itu merupakan capaian positif, sebab rekonsiliasi merupakan kunci bagi kemerdekaan. Kelima; Indonesia akan melanjutkan program untuk Palestina, yang tantangannya adalah menjaga isu Palestina di dunia internasional, dan Palestine Solidarity Day ini merupakan momentumnya.
"Indonesia akan selalu ingat Palestina. Indonesia adalah teman dekat Palestina," tutup ibu Retno L. P. Marsudi.[AA]
Read 39 times
More in this category: « Kunjungan ASPAC ke SEBI