Selasa, 14 November 2017 18:30

Peringatan OHCHR: Perjalanan Panjang BDS

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

Setelah sekian lama pelanggaran yang dilakukan Israel dengan proyek pemukiman ilegal, diikuti dengan bola salju gerakan BDS, akhirnya sekarang PBB mulai bertindak.

 

United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) telah memperingati 130 perusahaan Israel karena telah melanggar 2 hukum internasional dan resolusi PBB. Lebih dari 60 perusahaan internasional juga telah diperingati karena beroperasi di wilayah Palestina yang dicaplok Israel dan terlibat dalam pelanggaran HAM serta mengambil keuntungan dalam proyek pemukiman ilegal. OHCHR mengancam akan mempublikasikan secara penuh pada Desember ini apabila perusahaan-perusahaan tersebut tidak menghentikan keterlibatannya dalam proyek pemukiman Ilegal Israel di Palestina.

 

Kita tahu bahwa gerakan BDS (boycott, divestment and sanction) sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Makin lama gerakan ini makin membesar terutama di eropa dan amerika utara. Pada tahun ini gerakan ini mulai memperlihatkan efek yang lebih besar.

 

Setelah bertahun-tahun bergerak di level bawah, isu ini masuk ke tataran level kenegaraan. Denmark telah menarik dana 50 milyar dolar Amerika yang sebelumnya diinvetasikan melalui perusahaan asuransi dan dana pensiun kepada perusahaan Jerman yang terlibat dalam proyek pemukiman ilegal Israel di palestina.

 

Enam perusahaan eropa meminta ganti rugi kepada Israel karena Israel menghancurkan fasilitas komunikasi, solar panel dan fasilitas lainnya yang mereka sediakan untuk warga Palestina saat Israel membuldoser pemukiman warga palestina.

 

Pimpinan eksekutif mahasiswa di lima perguruan tinggi di Afrika Selatan dan organisasi eks tawanan politik dan apartheid bergabung bersama pimpinan negara Afrika Selatan dalam melaksanakan gerakan BDS atas Israel.

 

Bahkan perlawanan BDS ini makin kuat di Amerika Serikat setelah adanya klausul “berjanji untuk tidak memboikot Israel” dalam pemberian bantuan bagi korban badai Harvey di Texas oleh pemerintah kota Dickinson.

 

Makin lama kita makin melihat bahwa efek bola salju ini makin lama makin membesar. Efek ini pun terlihat sama persis bagaimana dulu dunia internasional melalkukan boikot kepada aksi apartheid Afrika Selatan dulu.

 

Jadi kondisi tersebut makin menjadi momentum dengan dirilisnya peringatan OHCHR ini.  Momentum untuk mengatakan bahwa terlibat, membantu dan mengambil keuntungan dalam merubuhkan dan mengusir warga Palestina dan membangun pemukiman illegal Yahudi di wilayah Palestian 1967 adalah melanggar HAM, undang-undang Internasional, resolusi PBB dan perjanjian 1967 yang notabene melibatkan Israel di dalamnya.

 

Kemudian pertanyaan berikutnya adalah sampai sejauh mana peringatan OHCHR ini bisa berefek terhadap proyek pemukiman illegal Israel di tanah palestina.

 

Sampai sejauh mana hukum Internasional ini punya kekuatan untuk membuat Israel tunduk. Di mana dalam sejarahnya Israel yang dibekingi Amerika Serikat tidak pernah tunduk kepada hukum Internasional dan resolusi PBB. Hukum internasional tidak mempunya kekuatan untuk menggunakan kekuatan militer dalam amar keputusannya.

 

Efek terbesar dalam hal ini adalah untuk semakin membuka mata dunia Insternasional terhadap Israel dan Amerika Serikat. Janji-janji kosong mengenai ‘Solusi Dua Negara’, mengusir warga arab Palestina dari rumahnya, penjajahan dan lain sebagainya harus bisa membuka mata para warga Amerika yang selama ini pajak yang dibayarkannya digunakan untuk membantu Israel. Membuka mata kita semua tentang kepalsuan Holocaust dan kebohongan besar tentang yang namanya NEGARA ISRAEL.

Read 135 times Last modified on Rabu, 15 November 2017 12:41