Minggu, 22 Oktober 2017 11:06

Misi Yang Tak Pudar Dengan Berakhirnya Acara

Geliat Multaqa Ruwwad terus berlanjut pada hari kedua, Sabtu,21 Oktober 2017. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai workshop yang telah disiapkan oleh panitia. Para ulama dan dai berkumpul, melanjutkan pertemuan mereka di hari pertama. Kajian ulama masih mendiskusikan tentang normalisasi politik terhadap pemerintah zionis.  Sementara itu delegasi perempuan Indonesia bergabung di komisi perempuan yang dipimpin oleh pengurus Aliansi Perempuan Internasional Pembela Al-Quds dan Palestina.

Indonesia juga mengirimkan utusan peserta di workshop lainnya seperti: profesi dan lembaga kemanusiaan, workshop ma’ârif maqdisiyah (desk wawasan al-Quds dan Palestina), workshop pemuda dan pelajar.

Dalam workshop media, panitia bekerja sama dengan jaringan media Aljazeera. Wartawan dan Senior Produser Al Jazeera Channel, Hamda Khochtali menjadi mentor utama. Selama enam jam para peserta dari berbagai negara diajak menganalisis data-data media. Kajian Engeneering Media Sosial ini menarik karena selain teori dan statistik media di media sosial yang disampaikan, para peserta juga diberi tugas dan langsung praktek menganilis data berbagai channel yang memiliki media sosial, demikian juga situs-situs berita yang ada, khususnya yang menyuguhkan tema-tema kepalestinaan.

Setalah banyak berdiksusi dan mendapatkan wawasan dari berbagai pakar selama dua hari, akhirnya Multaqa Ruwwad Baitul Maqdis (Pertemuan Aktivis Baitul Maqdis ke-9) memasuki sesi penutupan seremonial. Dalam acara yang dilaksanakan pada pukul 20.30 ini, Syeikh al-Karury kembali menyampaikan kata-kata apresiasi kepada berbagai pihak, dari panitia penyelenggara sampai kepada para peserta. Sambutan yang beliau sampaikan setelah lantunan ayat-ayat surah al-Hasyr itu menandai detik-detik berakhirnya acara.

Acara penutupan menyuguhkan beberapa nasyid dan lagu dari firqah al-Wa’d dari Libanon dan penampilan single Umar dari Aljazair.

Pengurus Aliansi Internasional Pembela al-Quds dan Palestina yang baru memberikan cinderamata dan penghargaan kepada beberapa tokoh. Bapak Abdul Muthalib, ketua tim replikasi mimbar Masjid al-Aqsha dari Jepara dipanggil ke atas panggung. Demikian juga Ketua Asia Pacific for Palestine, Dr. Saiful Bahri, M.A dan Ketua Adara Relief International, Nurjannah Hulwani, S. Ag, M.E menerima cinderamata dari pengurus aliansi bersama beberapa tokoh dari berbagai negara.

Dengan berakhirnya acara penutupan ini, selesailah rangkaian kegiatan Multaqa Ruwad ke-9. Saat para peserta kembali ke berbagai pelosok dunia mereka mengemban misi yang sama, menunaikan amanah kemanusiaan untuk mengakhiri penjajahan, melanjutkan panggilan pembelaan kepada yang terzhalimi. Ditujukan kepada sebanyak mungkin elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembebasan Masjid al-Aqsha dan bangsa Palestina yang masih tersandera oleh penjajahan dan kezhaliman.

Read 53 times