Kamis, 12 Oktober 2017 17:50

Serbuan Pemukim Israel ke Al-Aqsha terus meningkat

Written by 
Rate this item
(0 votes)

aspacpalestine.com – Al-Quds. Administrasi Urusan Al-Quds di Organisasi Pembebasan Palestina memperingatkan terkait bahaya dan dampak penyerbuan ratusan pemukim esktrimis ke pelataran masjid Al-Aqsha. Penyerbuan yang dilakukan oleh para pemukim Israel ini merupakan provokatif. Penyerbuan-penyerbuan tersebut dilakukan dari gerbang Al-Magharibah dengan penjagaan ketat oleh pasukan khusus penjajah Israel. Penyerbuan tersebut dilakukan ditengah kondisi yang sangat menegangkan yang terjadi selama 3 hari berturut-turut.

Administrasi Urusan Al-Quds dalam pernyataan persnya yang dilakukan pada hari Selasa (10/10/2017), mengutuk bahaya yang terjadi di masjid suci Al-Aqsha akibat serbuan besar-besaran dan intensif oleh para pemukim ekstrimis. Serbuan tersebut merupakan respon dari seruan "organisasi" Haikal Sulaiman untuk para pendukungnya dan seluruh pemukim Israel yang ikut serta dalam penyerbuan ke pelataran masjid Al-Aqsha, selama hari-hari "Arsy" yahudi yang berlanjut hingga pekan ini.

Adminitrasi dalam pernyataannya menggambarkan apa yang terjadi di masjid suci Al-Aqsha terkait penyerangan yang berlanjut setiap hari, merupakan pelanggaran terhadap kesucian masjid Al-Aqsha yang dilakukan oleh kelompok pemukim yahudi esktrimis. Pelanggaran yang jelas dan agresif merupakan mengirimkan pesan yang jelas dari pemerintah penjajah Israel yang sangat ekstrim. Dalam kebijakan dan pendekatan yang rasis, bahaya yahudisasi Israel secara penuh mengancam Palestina,  khususnya terhadap kota suci dan masjid suci Al-Aqsha. Selain itu, kebijakan dan perlakuan rasis lainnya adalah penggusuran dan mengusir penduduk Al-Quds, lalu menggantikan dengan para pemukim di tempat-tempat tersebut.

Pembangunan permukiman yang pesat merupakan pelanggaran yang jelas disamping pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan setiap hari, oleh pemerintah penjajah Israel. tindakan-tindakan ini juga merupakan pelanggaran terhadap undang-undang serta keputusan internasional yang menolak proyek seluruh permukiman. lalu, proyek-proyek penjajahan ini tidak akan benar-benar dibangun di wilayah ini dan akan terus menimbulkan bahaya besar bagi masa depan proses politik di wilayah ini secara keseluruhan.

 

Sumber: wafa.ps

Read 15 times Last modified on Kamis, 12 Oktober 2017 19:48