Rabu, 27 September 2017 14:09

Pembantaian Shabra dan Syatila

Pembantaian Shabra dan Syatila adalah pembantaian yang dilakukan di kamp pengungsi Shabra dan Syatila pada tanggal 16 September 1982 M oleh pasukan pendudukan Israel dan sekutu mereka di Libanon di bawah komando Ariel Sharon dan Rafael Eitan, perkiraan jumlah korban adalah 750 hingga 3500. pembantaian tersebut merupakan satu diantara banyak bukti standar ganda yang diterapkan oleh negara-negara besar. Di bawah perlindungan peradilan yang timpang maka agresi militer Israel berhasil bertahan dengan banyaknya kasus praktek rasis Israel terhadap rakyat Palestina. Jumlah orang yang terbunuh dalam pembantaian tersebut adalah 3.000 sampai 3.500 pria, wanita dan anak-anak terbunuh dalam waktu kurang dari 48 jam pada tanggal 16, 17 dan 18 September 1982, namun terdapat perbedaan pendapat berapa tepatnya jumlah korban karena faktanya saat pembantaian banayk mayat-mayat yang dikubur secara massal hingga sulit untuk di hitung secara pasti, banyak dari penduduk shabra dan syatila yang hilang.

Tujuan utama pembantaian Shabra dan Syatila adalah untuk menyebarkan ketakutan di hati rakyat Palestina sehingga mereka akan bermigrasi dan meninggalkan negaranya. Shabra dan Syatila bukanlah pembantaian pertama yang dilakukan oleh penjajah Zionis, karena telah didahului oleh pembantaian Qibya, Deir Yassin dan Tantura, bukan pula yang terakhir karena setelahnya terjadi pembantaian di kemp Jenin dan Gaza. Pembantaian dilakukan dengan dalih membalaskan dendam pembunuhan pemimpin batalyon Lebanon Bashir Gemayel, namun hal itu tentu dilakukan sebagai pembalasan atas apa yang telah dilakukan terhadap orang-orang Palestina yang telah menghadapi penjajahan dan blokade. Hingga saat ini, para pelaku pembantaian belum juga ditetapkan sebagai tersangka kejahatan perang oleh dunia Internasional bahkan derita penjajahan di Palestina belum juga usai. [EH] 

Read 23 times
More in this category: « Resolusi 181