Selasa, 26 September 2017 16:33

Resolusi 181

Setelah dikeluarkannya pernyataan white paper, Yahudi-Zionis menyerang pemerintah Inggris dengan melakukan pengeboman di pusat pemerintahan Inggris (King Daud Hotel) tahun 1946 M, kemudian Inggris menetapkan untuk menarik orang-orangnya dari tanah Palestina dengan meminta surat perintah dari PBB. Selanjutnya PBB melaksanakan sidang darurat yang mengeluarkan keputusan pembagian tanah Palestina dikenal sebagai “resolusi 181”. Resolusi tersebut berisikan pembagian tanah Palestina sebagai tanah untuk dua Negara: Negara Palestina dan Negara Yahudi dan Yerusalem menjadi wilayah Internasional. Resolusi tersebut telah disepakati oleh PBB, Uni Sofyet dan Amerika.

Sebelumnya Yahudi-Zionis hanya menempati 6,5% tanah Palestina, namun setelah muncul resolusi 181, tanah untuk Negara Yahudi menjadi 56,5%. Jelas warga Palestina dan Arab dunia menolak keputusan tersebut. Maka jelas sekali perang akan bergejolak di tanah Palestina. Organisasi militer Zionis (Hagana) menyerukan wajib militer bagi seluruh pamuda Yahudi dengan kisaran usia 17 tahun hingga 25 tahun. Di sisi lain Liga Arab juga membuat organisasi militer ‘the Arab liberation army’, dipimpin oleh Abdulqadir Hussaini yang mana pasukan ini akan berperang melawan pasukan Israel pada tahun 1948 M. [EH] 

Read 52 times