Sabtu, 17 Juni 2017 13:26

Pacuan-Pacuan Prestasi

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

Kuda-kuda pacu biasanya akan semakin melesat ketika mendekati garis finis. Karena penunggangnya mengetahui harus ada yang ia dapatkan ketika di garis finis. Yaitu prestasi berupa kemenangan yang selalu didambakan orang-orang yang sedang berpacu dan berlomba.

Bulan Ramadan sudah memasuki babak akhir, dengan menyisakan satu pekan lagi. Sebagian orang mulai kehilangan konsentrasi. Padahal Rasulullah saw ketika memasuki waktu ini, beliau mengencangkan ikat pinggang dan membangunkan keluarganya untuk menghidupkan malam-malam terakhir. Hal ini ditujukan untuk meraih kemuliaan lailatul qadar. Menggunakan peluang sebaik-baiknya untuk mendapatkan keberkahannya.

Setiap hari Allah menyediakan waktu istimewa, yaitu di sepertiga malam terakhir. Setiap pekan Dia berikan waktu istimewa di hari Jumat. Setiap bulannya kita disunnahkan berpuasa di tiga hari tengah bulan (13,14 dan 15) yang dikenal dengan ayyâm al-baidh. Maka, setiap tahun Allah member peluang meraih prestasi ketika Ramadan datang. Dan yang lebih spesial adalah ketika waktu sudah masuk di sepertiga terakhir bulan berkah ini.

Rasulullah saw. bahkan menyontohkannya dengan beri’tikaf sampai akhir bulan, dengan berdiam di masjid dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.

Meskipun kebaikan dan kesalihan personal ini sangat dianjurkan untuk ditingkatkan. Namun, Rasulullah saw menjelma jauh lebih dermawan ketika Ramadan. Di bulan inilah zakat fitrah ditunaikan. Di bulan inilah sebagian besar umat Islam membayarkan zakat hartanya, juga fidyahnya. Hati kaum muslim juga seharusnya menjadi lebih lembut kepada orang-orang yang perlu diperhatikan. Orang-orang lemah, orang-orang tertindas, orang-orang yang bernasib kurang sebaik dirinya.

Para pengungsi, korban perang dan konflik-konflik bersenjata, di berbagai negara. Terkhusus, bangsa yang hingga kini tak memiliki negara. Mereka terusir dari tanah airnya yang sah. Terusir oleh kezhaliman yang didukung oleh kekuatan internasional. Didiamkan olah bangsa-bangsa dunia. Jauh dari perhatian para pemegang keputusan di berbagai negara maju dan “konon” mengagungkan hak asasi manusia. Bangsa Palestina. Sebuah bangsa yang memiliki diaspora terbesar di dunia. Mereka tercerai berai di tempat-tempat penampungan di beberap negara Syam. Sisanya yang mungkin sedikit lebih baik, merantau di berbagai belahan bumi di banyak negara.

Maka, dengan momen bulan rahmah dan kasih sayang ini, seharusnya kondisi mereka membaik. Harapan mereka terpenuhi. Kesulitan yang menghimpit terangkat atau setidaknya diringankan. Selain bantuan materi yang sangat perlu dan dibutuhkan mereka untuk merecovery fisik bangunan-bangunan sekolah dan tempat-tempat belajar. Membantu keperluan medis di beberapa rumah sakit. Meringankan para pengangguran yang kehilangan pekerjaannya. Bantulah mereka dengan doa yang juga sangat dinanti dan diperlukan. Mengadulah. Memintalah kepada Sang Maha Mulia untuk mengangkat beban-beban hidup mereka. Supaya mereka dikeluarkan dari kepungan kezhaliman yang semakin nampak, namun dibiarkan banyak manusia. Agar mereka segera mendapatkan kedaulatan untuk mengatur diri mereka sendiri. Kemerdekaan yang menjadi hak setiap manusia hidup yang hanya menghamba kepada Allah.

Wahai para pemburu lailatul qadar. Berpaculah meraih prestasi dan kemenangan. Dengan menghidupkan malam-malam dengan ketaatan dan memanjangkan siang yang terang dengan membesarkan harapan kebaikan dan menebar rahmah melalui zakat dan sedekah kepada para duafa, para pengungsi dan fuqarâ’ masâkin.

Orang-orang yang cerdas akan menggunakan kesempatan dengan baik. Orang-orang cerdas berhati-hati dan mampu memacu kecepatannya di akhir perlombaan.

Para pemburu kebaikan sambutlah peluang ini. Bahagiakanlah para duafa agar hati makin lembut dan menjadikan Allah semakin sayang dan menebar cinta kepada kita.

 

Catatan Keberkahan 59

Sydney, 17.06.2017

 

SAIFUL BAHRI

Read 87 times