Senin, 22 Mei 2017 14:04

Kajian One State Solution Di UI

aspacpalestine.com – Depok. Ikatan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (IKM FKUI) mengadakan Talkshow Inspirasi Islam Sore (INSIS), bertema One State Solution: A Solution For Peace, Kamis (18/5/2017). Acara tersebut bertujuan memberikan pencerdasan mengenai one state solution dan dampaknya bagi Palestina. Agenda ini ditujukan secara umum kepada IKM UI dan secara khusus kepada IKM FKUI.

Dalam acara tersebut Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC) menjadi narasumber. Anggota ASPAC yang menjadi narasumber dalam acara tersebut adalah Ust. Ahmad Yani, MA (anggota Divisi kajian & media ASPAC) . Selain itu, Acara tersebut juga dihadiri oleh narasumber lain, yaitu Arya Sandhiyudha (pengamat Politik Internasional, Fatih Univ. Turki).

Acara berlangsung selama 2 jam tersebut, bertempat di Ruang KC 201, Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Acara tersebut dipandu oleh moderator Faqih Hindami Alwi.

Dalam acara tersebut terdapat poin-poin penting yang dapat diambil. Pertama, penistaan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina hingga kini masih dirakasan, bahkan mengalami peningkatan yang luar biasa. Selain itu, tekanan-tekanan yang diberikan oleh Israel terhadap Palestina dilakukan secara internal dan eksternal. Kedua, permasalahan pengungsi Palestina menjadi permasalahan yang pelik, diakibatkan sulitnya mereka kembali ke Palestina. Ketiga, permasalahan kemerdekaan Palestina merupakan hal yang harus diperjuangkan oleh Indonesia. Hal tersebut karena Indonesia-Palestina terikat oleh 3 Simpul yaitu, simpul sejarah, simpul kemanusiaan dan konstitusi serta simpul agama. Keempat, Solusi one state solution merupakan solusi yang tidak ideal dan sulit terwujud, karena faktor historis dan geopolitik di dunia arab, khususnya di Palestina. Kelima, solusi yang ideal saat ini adalah two state solution. Keenam, tugas  mahasiswa sebagai bagian bangsa Indonesia harus terus menyuarakan dan mengkaji setiap situasi serta perkembangan di Palestina.

 

WM

Read 49 times