Profil

PROFIL ASIA PASIFIC COMMUNITY FOR PALESTINE

Asia Pacific Community for Palestine atau biasa disingkat AsPac for Palestine merupakan sebuah wadah konsorsium organisasi non pemerintah (LSM/NGO) se Asia Pasifik yang bersinergi dengan lembaga dan individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Palestina meraih kembali kedaulatan dan kemerdekaannya, melawan penjajahan dan pendudukan Zionis Israel.

AsPac for Palestine didirikan melalui sebuah deklarasi bersama dalam Asia Pacific Community Conference for Palestine pada hari Kamis, 30 Juni 2011 di Jakarta Convention Center. Konferensi ini dihadiri oleh 395 peserta dari 22 negara di dunia, yaitu: Indonesia, Aljazair, Bahrain, Bangladesh, India, Inggris, Iraq, Jepang, Jordan, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Maldeves, Mesir, Pakistan, Philipina, Srilanka, Sudan, Syiria, Tunisia, Turkey dan Yaman.

Berkantor pusat di Jakarta-Indonesia, Aspac for Palestine terinspirasi oleh Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 yang menegaskan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Berbekal UUD 1945 ini, Indonesia sebagai Negara mayoritas muslim terbesar di dunia senantiasa menegaskan sikap politiknya yang bebas dan aktif untuk “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Kemudian mendorong negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan dunia internasional untuk terus mendukung terwujudnya kemerdekaan dan kedaulatan yang dikembalikan kepada bangsa Palestina.

Langkah awal yang dilakukan oleh Aspac for Palestine adalah bersinergi dengan berbagai lembaga non pemerintah nasional di Indonesia untuk menggalang dukungan terhadap Palestina yang kemudian di lanjutkan dengan berbagai LSM/NGO di kawasan Asia Pasifik.

Satu tahun setelah deklarasi Aspac for Palestine atau tepatnya tanggal 29 Nopember 2012, Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Resolusi 67/19 tentang Pengangkatan Negara Palestina sebagai Negara Pengamat Non Anggota. Aspac for Palestine turut serta dalam deklarasi bersama United Nations Information Center di Jakarta.

Sejak dibentuknya hingga saat ini Aspac for Palestine telah melakukan dan terlibat dalam berbagai aktivitas, baik seminar, pelatihan maupun even-even nasional, regional dan internasional. Di antaranya, sebagai salah satu panitia penyelenggara untuk koordinasi peserta dari Indonesia dan Asia Tenggara dalam even internasional Pawai Damai di Global March to Jerussalem (GMJ) yang diadakan pada 30 Maret 2012 di Jordania. Kemudian dilanjutkan dengan proyek Syaddurrihal, Spirit Perjalanan Suci ke al-Aqsha di Jalur Gaza pada bulan Mei 2012. TFT (Training for Trainer) yang dilakukan untuk para trainer dan muballigh sebagai pembekalan dalam masalah Palestina. Di samping itu juga menyiapkan bahan-bahan presentasi kepalestinaan dari berbagai sudut pandang: sejarah, ideologis, kemanusiaan, sosial dan budaya.

Memasuki pergantian tahun 2012, ASPAC for Palestine berinisiatif untuk mengadakan Jakarta Palestine Film Festival untuk edukasi kepada Bangsa Indonesia sekaligus hiburan dan wawasan serta penyebaran spirit perjuangan dan anti penjajahan yang sedang dialami oleh Bangsa Palestina. Juga sebagai salah satu program unggulan yang pertama kali diadakan di Jakarta.

Tahun 2013, kegiatan ASPAC for Palestine terfokus pada Palestine Focus Group Discussion dengan berbagai lembaga dan tokoh mahasiswa serta meluaskan jaringan ke beberapa Negara diantaranya Malaysia, Hongkong dan Tunisia.

Bersama-sama turut mendirikan Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al-Quds dan Palestina di Cairo pada April 2013. Dan diawal tahun 2014, ASPAC for Palestine telah menerbitkan dua buah buku: The Forbidden Country dan Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha.

Bulan Mei 2014, kembali Asia Pacific Community for Palestine menggelar ASPAC Forum ke-3 yang diadakan di Kuala Lumpur. Forum ini memfokuskan bahasan di tiga komisi: Ulama, Pemuda dan Pelajar serta Perempuan. Tanggal 30-31 Agustus 2014, Aspac for Palestine bersama dengan beberapa NGO seluruh dunia turut serta dalam pembentukan dan deklarasi International Public Foundation to Aid Gaza di Istanbul, Turki dan berkomitmen memberikan bantuan dana untuk membangun kembali Gaza pasca agresi Israel. Kemudian, di bulan Oktober 2014 kembali digelar ASPAC Forum ke-4 di Istanbul. Kegiatannya dirangkai dengan pertemuan Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al-Quds dan Palestina.

Guna memperingati Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina, ASPAC mengadakan kegiatan massif pada tanggal 29 Nopember 2015 dengan nama Palestine Solidarity Day di Istora Senayan Jakarta. Kegiatan ini hasil kerjasama dengan berbagai lembaga dan NGO yang ada di Jakarta dan Bandung. Kini, Aspac for Palestine terus memperkuat jaringannya di berbagai Negara terutama di kawasan Asia Pasifik.

Visi

“Terealisasinya Dukungan Kemerdekaan Palestina dari Kawasan Asia Pasifik”

Misi

Mengoptimalkan upaya penggalangan opini dan kerjasama kelembagaan melalui NGO dan tokoh nasional serta kawasan untuk memerdekakan Palestina dari berbagai bentuk penjajahan”

Tagline

“Connecting for Freedom”

Sekretariat

-          Alamat                : Graha Qu Lantai 2,

Jl. Warung Buncit Raya Loka Indah No. 1 Warung Jati Pancoran Jakarta  Selatan 12740, DKI Jakarta Indonesia

-          Telp./Fax            : +62 21 7918 9149

-          Email                  : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

-          Website             : www.aspacpalestine.com

-          Facebook           : asia-pacific community for palestine

-          Twitter               : @Aspac4Palestine

-          Rekening           :

a. Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Saharjo, nomor rekening 704.575.2121 a.n  AsiaPacific Community for Palestine

b. BNI Syariah Cabang Bendungan Hilir, nomor rekening 666.111.997 a.n. Asia Pacific Community for Palestine