Global March to Jerusalem

30 Maret, dalam catatan sejarah Nasional Palestina dikenal sebagai Hari Bumi* (Yaumul Ardh). Dan di Tahun ini, Kami akan menjadikannya, dengan seizin Allah, sebagai 30 momentum Internasional bagi solidaritas rakyat Palestina. Dan fokus dari aksi solidaritas ini adalah menyelamatkan kota Al Quds (Yerussalem) yang akan diwujudkan melalui konvoi Internasional menuju Al Quds atau wilayah terdekat yang mungkin dijangkau. Slogan yang Kami angkat adalah Kebebasan bagi Al Quds, Tidak bagi Pendudukan AL Quds, dan Tolak berbagai strategi Apartheid dan Pemisahan Ras dan upaya Yahudisasi Al Quds secara geografi dan demografi juga berbagai situs sakral yang ada di dalamnya.

Dengan mengorganisir pawai dan berbagai kegiatan yang digelar baik sebelum atau ketika Pawai itu berlangsung, kami bertujuan untuk memberikan perhatian terhadap permasalahan Al Quds Yerusalem (Kota Perdamaian) sebagai kunci bagi terwujudnya perdamaian atau peperangan baik di kawasan maupun dunia. Dan melalui Pawai ini, Kami ingin tegaskan pula bahwa kebijakan dan tindakan yang diperagakan negara Zionis-Rasis Israel terhadap kota Al Quds (Yerusalem) dan penduduknya adalah bentuk kejahatan yang tidak hanya mengingkari hak-hak rakyat Palestina, akan tetapi bertentangan dengan nurani kemanusian secara global.

Melalui Pawai ini, Kami juga ingin menyatukan berbagai upaya Umat, baik Arab maupun Islam, Kristen, Yahudi, dan semua nurani dunia untuk mengakhiri pengabaian Israel atas hukum internasional dengan terus mencaplok kota Yerusalem dan wilayah-wilayah Palestina lainnya.

Kami ingin menjadikan Pawai ini sebagai titik balik dalam berkonfrontasi dengan Penjajah yang akan menghadapi jutaan demonstran yang menuntut kebebasan untuk Palestina dan ibukotanya Yerusalem. Kami akan menjadikan Pawai ini sebagai upaya sejati untuk mengakhiri pendudukan melalui gerakan sipil yang dilakukan secara damai, dengan bersandar para pertolongan Allah, dan kebenaran tujuan kita, semangat revolusi Arab dan tekad para pemuda yang dengan seizin Allah telah mampu menggulingkan para diktator setelah mereka tahu efek magis dari kebebasan dan keinginan masyarakat. Maka, pada periode ini slogan, ” Rakyat…ingin… ” terbukti jauh lebih efektif daripada aparat keamanan dan senjata mereka.

Struktur dan siapakah yang berada di belakang proyek ini?

Untuk mencapai semua sasaran di atas, maka gagasan pun mulai menjadi tindakan. Dibentuklah Komite Pusat Internasional (ICC) yang bertanggung jawab terhadap pawai ini. Komite ini terdiri dari 35 anggota yang mewakili lima benua. Sebuah Komite Eksekutif Internasional (IEC) untuk GMJ akan muncul dari Komite Pusat Internasional (ICC), dan terdiri dari 13 anggota. Komite nasional di berbagai negara di dunia akan dibentuk untuk mengevaluasi, mengarahkan dan mengkoordinasi berbagai persiapan di tingkat nasional. Komite-komite nasional ini akan mencakup perwakilan dari semua latar belakang dan organisasi yang bekerja untuk Palestina dan Al Quds (Muslim dan non muslim); para aktivis media, tokoh agama, tokoh publik, kaum profesional dan aktivis hak asasi manusia.

Setidaknya ada 100 tokoh internasional di seluruh dunia mengadopsi gagasan ini. Mereka mendukung dan menandatangani dokumen yang berisi regulasi mendasar yang mengatur Global March to Jerusalem. Dokumen ini dikukuhkan pada pertemuan pendirian di Amman pada tanggal 12 Desember, 2011. Nama-nama Dewan Penasehat bersama dengan semua organisasi pendukung GMJ akan diumumkan dalam semua literatur untuk menekankan dukungan internasional terhadap pawai ini.

Bagaimana perjalanan menuju Yerusalem ini terjadi?

1. Pawai besar-besaran akan diselenggarakan dari Asia, Afrika dan Eropa ke dan di negara-negara tetangga Palestina (Yordania, Mesir, Siria dan Libanon) dan menuju Yerusalem atau ke titik terdekat yang mungkin dicapai, sesuai situasi dan kondisi masing-masing negara melalui koordinasi antara semua kelompok dan berbagai NGO yang ambil bagian dalam pawai inu. Juga berkoordinasi dengan badan-badan resmi dan NGO yang berkaitan. Peserta utama Pawai ini adalah warga negara dimana Pawai ini digelar ditambah ribuan peserta Internasional lainnya yang datang secara khusus ke negara-negara ini untuk bergabung dalam pawai.

2. Pawai besar-besaran yang dilakukan di Palestina (di wilayah Palestina 1948, Tepi Barat dan Jalur Gaza) menuju ke Yerusalem atau ke titik terdekatnya. Rakyat Palestina dari semua faksi dan lembaga akan berpartisipasi dalam Pawai itu bersama para aktivis internasional lainnya yang bisa masuk ke Palestina. Pada tanggal bersejarah inilah, tanggal 30 Maret 2012 (tepat di Hari Bumi), ratusan ribu rakyat Palestina bergerak untuk menunaikan shalat di Masjid Al Aqsha dan masjid Kubbah Shakhrah. Dan pada saat yang sama, rakyat Palestina dari semua kota dan perkampungan di Tepi Barat dan wilayah 1948 bergerak menuju Al Quds. Bersama itu pula, ratusan ribu warga Arab, muslim dan para peserta Pawai Internasional lainnya bergerak menuju perbatasan Palestina.

3. Melakukan aksi massa yang akan dilakukan di depan kedutaan-kedutaan besar Israel di ibukota beberapa negara yang ada Kedutaan Besar Israel.

4. Melakukan aksi protes dan demonstrasi yang akan dilakukan di tempat-tempat umum yang utama di kota-kota besar dunia, termasuk ibukota negara-negara Arab dan negara-negara mayoritas Muslim, yang dimulai dari masjid-masjid besar dan gereja-geraja besar.

5. Menggalang konvoi darat dari Eropa, Afrika dan Asia, sesuai dengan situasi-kondis dan kemungkinan masing-masing.

Peran Aspac for Palestine

Aspac for Palestine ditunjuk sebagai perwakilan resmi dari Indonesia, yang kemudian mengirimkan delegasinya ke Amman Yordania untuk mengikuti acara punjak GMJ di sana pada hari Jum’at, 30 Maret 2012. Disamping itu diadakan pula aksi serupa di tanah air yang diadakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Makasar, Lombok dan Bali

* Hari Bumi adalah hari yang diperingati oleh orang Palestina pada tanggal 30 Maret setiap tahunnya. Momentum ini menandai peristiwa Maret 1976, dimana pihak Israel menggusur ribuan donem tanah milik pribadi dan publik di wilayah perbatasan yang penghuninya mayoritas rakyat Palestina, Khususnya di wilayah El Jalil. Menyusul peristiwa ini, massa Arab di Palestina mengumumkan aksi mogok massal, sebagai bentuk perlawanan pertama terhadap pemerintah Israel sejak pendudukan Palestina tahun 1948. Pemerintah Israel meresponnya dengan melakukan operasi militan dan aksi brutal. Pasukan Israel yang mengendarai tank-tank dan bersenjata lengkap memburu perkampungan Palestina dan mendudukinya. Dalam peristiwa ini, sejumlah warga Palestina syahid, banyak diantara mereka luka-luka, dan ada juga warga sipil yang dijebloskan ke dalam penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *