Festival Film Jakarta Palestina 2012 Akan Berlanjut Tahun Depan

Jakarta Palestine Festival Film 2012 yang digelar Asia-Pacific Community for Palestine (Aspac for Palestine) sukses digelar pada 16 Desember 2012 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Agenda memberi edukasi dan dukungan kepada Palestina ini akan berlanjut pada 2013, ke beberapa kota yakni, Medan, Balik Papan, Bandung, Surabaya, Menado dan Bali.

Menurut DR Saiful Bahri, MA, ketua Aspac for Palestina, sekitar 800 penonton memadati ruangan menyaksikan film tentang  Palestina yakni,  Budrus (2009) karya Julia Bacha, Home Front: Portraits  from Syeikh Jarrah (2008), karya sutradara Rebekah Wingert dan Jabi,  Bethlehem: Hidden from View (2008) karya Tim Neeves dan Tears of Gaza (2010) sutradara Vibeke Lokkeberg.

Film Budrus bercerita tentang pembangunan tembok pemisah oleh pemukim Yahudi di wilayah Palestina, Home Front:Portraits from Syeikh Jarrah tentang represi Israel di wilayah pendudukan. Lalu film Betlehem mengisahkan penindasan yang dialami umat Kristen Palestina dan perjuangan para aktivis Kristen negara Barat di Palestina dan film Tears of Gaza menceritakan penindasan dan gempuran militer Israel di wilayah Palestina. 

“Festival film ini merupakan cara berbeda untuk memberi edukasi dan menyebarkan semangat kepada orang Indonesia, tentang perlawanan dan anti penjajahan dialami bangsa Palestina,” kata Saiful mengenai keempat film dokumenter yang didapat dari kerjasama dengan Viva Palestine Malaysia. 

Dari tujuh film yang dipilih festival film ini, hanya empat film ini yang mendapatkan lisensi dan ijin diputar, termasuk telah lulus sensor dari Lembaga Sensor Indonesia (LSI). “Ada keterbatasan menyajikan film karena kesulitan mendapat lisensinya. Kami masih berupaya mendapatkan film-film Palestina yang lain,” katanya.

Rencananya,  FFP  tidak hanya dalam bentuk film dokumenter dan semi dokumenter, tetapi diharapkan bisa disajikan dalam bentuk film action dan animasi. “Selain Indonesia, Malaysia dan Australia juga tertarik untuk menayangkan film-film asal Palestina ini,” kata Saiful.

ASPAC for Palestine, konsorsium se-Asia Pasifik yang menaungi berbagai individu dan lembaga non pemerintah (NGO). Organisasi ini memiliki kepedulian terhadap perjuangan  Palestina melawan penjajahan dan pendudukan zionis Israel. Organisasi ini didirikan pada 30 Juni 2011 silam di Jakarta Convention Center, Jakarta dan dihadiri 395 peserta dari 22 negara di dunia.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi yang hadir saat pemutaran  film di Jakarta menyambut baik apresiasi masyarakat Indonesia terhadap film tentang Palestina. Dia berharap, sosialisasi tentang kondisi Palestina yang dituangkan dalam film akan terus berlanjut. “Indonesia selama ini selalu mendukung kemerdekaan Palestina,’” katanya. 

Fariz mengatakan, kampanye perdamaian dan kemerdekaan Palestina dilakukan bersama selain aktivis muslim, juga aktivis kristiani dari Eropa dan Amerika bermukim di Palestina. Itu terlihat pada  film Bethlehem berisi kesaksian para rohaniwan kristen Palestina turut memperjuangkan kemedekaan negeri ini dari pendudukan Israel. (Tempo.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *