Dukungan Tanpa Akhir untuk Palestina

Banyak cara dilakukan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Salah satunya yang unik ialah pemutaran Jakarta Palestine Film Festival yang dilakukan oleh ASPAC for Palestine. Pemutaran film ini selain bekerja sama dengan Viva Palestine Malaysia juga didukung oleh berbagai kalangan, salah satunya Majalah UMMI.

Ahad (16/12),bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pemutaran film dilakukan secara marathon terdiri dari empat sesi sejak pukul 09.00 WIB. Kru Annida dan para pemenang kuis Nobar Film Palestina Bareng Annida juga berkesempatan ikut menyaksikan film Jakarta Palestina Film Festival di sesi kedua, jam satu siang.

Ada dua film yang diputar, Bethlehem Hiddeen from View dan Tears of Gaza. Film pertama menceritakan tentang kehidupan masyarakat Bethlehem yang tak ubahnya penjara dari sudut pandang umat kristiani. Tembok melingkar setinggi 9 meter yang dibangun Israel telah merenggut kebebasan dan hak mereka untuk bernafas.

Sedangkan film kedua mengisahkan penderitaan anak-anak Palestina akibat  agresi militer Israel. Cacat fisik terpaksa mereka alami sejak kecil. Mereka juga harus kehilangan ayah, ibu, kakak, adik, teman-teman dan dihantui dengan bayangan kematian orang-orang yang dicintai sepanjang hidupnya. Berbagai kejadian di film-film tersebut menceritakan realitas sesungguhnya yang dihadapi tiap hari oleh penduduk Palestina, sungguh memilukan.

“Salut dengan ketegaran orang-orang Palestina. Meskipun rumah mereka diledakkan dan kehilangan sanak saudara. Mereka tetap tegar dan berpegang teguh pada janji Allah,” tutur Ayu, salah satu penonton.

Menurut Saiful Bahri, ketua ASPAC for Palestine, film ini diputar sebagai terobosan demi menggalang dukungan untuk kemerdekaan Negara Palestina. Alhamdulillah, di setiap sesinya kursi Graha Bhakti Budaya yang berkapasitas 800 orang ini hampir selalu penuh oleh penonton.

Di jeda antara pemutaran film sesi terakhir, Abu Ubadah,  perwakilan dari Persatuan Ulama Palestina menyampaikan rasa bangga dan haru atas dukungan rakyat Indonesia.

“Terima kasih bangsa Indonesia. Kalian adalah pendukung utama kemerdekaan Palestina. Kalian adalah cucu para mujahid,” kata Abu Ubadah, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Saiful Bahri.

Sungguh berat penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina ya, Sob. Dan, mereka mengalaminya bertahun-tahun tanpa upaya real dari negara-negara muslim lainnya. Kalau kita ada di posisi mereka, beeuwh… gak kan kuat deh kayaknya. Mari kita dukung segala upaya untuk kemerdekaan Palestina, Sob. Mari berjuang semampu kita dari hal terkecil sekalipun, melalui doa dan goresan pena. Palestina pasti merdeka! (Annida-Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *