Diduga Angkut Senjata Buat Palestina Pegawai Konsulat Prancis ditangkap

Dinas Keamanan Shin Bet pada hari Senin (19/03) memperbolehkan disebarkannya informasi tentang  penangkapan seorang pegawai konsulat Prancis di Yerusalem yang terjajah. Dia diduga telah mengangkut senjata dan alat tempur melalui jalur lintasan Kerem atau Salim dan Jalur Gaza menuju ke Tepi Barat yang terjajah.

Media Israel melaporkan bahwa telah terbongkar kasus “penyelundupan senjata” dari Jalur Gaza menuju ke Tepi Barat. Pengumuman tersebut didasarkan pada penyelidikan oleh dinas keamanan Israel, yang mengatakan bahwa seorang pegawai Konsulat Prancis, Roman Frank, akan segera diadili, karena setelah melalui beberapa sesi interogasi oleh “Shabak” bersama polisi Israel, dicurigai telah menyelundupkan senjata dan alat tempur dari Jalur Gaza ke Tepi Barat.

Yang terlibat dalam sangkaan tersebut ada beberapa orang diantaranya juga seorang sopir konjen Prancis yang bertugas membawa kendaraan antar jemput antar Yerusalem dan Jalur Gaza, namun tidak diungkap rincian detail mengenai tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Menurut sumber diplomatik Prancis, bahwa ada seorang pejabat Prancis di konjennya di Yerusalem, yang ditangkap oleh Israel beberapa minggu yang lalu, akan hadir di hadapan pengadilan karena dicurigai melakukan pelanggaran keamanan.

Pada hari Senin, seorang hakim Israel akan menuntut seorang warga negara Prancis yang bekerja untuk konjen di Tepi Barat yang terjajah, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Dinas keamanan Israel mengklaim berdasarkan penyelidikan Shabak menunjukkan bahwa telah terjadi penyelundupan senjata melalui Jalur Kerem Abu Salim “Irz” melalui seorang pegawai konsulat Roman Frank, seorang warga negara Prancis yang bekerja sebagai staf konsulat Perancis di Yerusalem.

Menurut dugaan, pegawai konsuler tersebut telah mengangkut senjata dalam beberapa kesempatan dalam beberapa bulan terakhir, dengan memanfaatkan imunitas (diplomatic) dan mobil konsulat Prancis, di mana dia diberi fasilitas kemudahan saat pemeriksaan keamanan di gerbang perbatasan, seperti biasanya berlaku bagi semua kendaraan diplomatik semacam ini.

Menurut perkiraan, pegawai konsulat ini telah melakukan lima kali penyelundupan senjata melalui gerbang perbatasan, mengangkut sekitar 70 pistol dan dua senapan.

Menurut penyelidikan, pekerja konsuler tersebut menerima senjata dari warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza yang bekerja di Pusat Kebudayaan Prancis di Jalur Gaza. Dia kemudian membawa senjata itu ke satu pihak di Tepi Barat yang menjualnya kepada para pedagang senjata.

Di antara yang telah ditangkap karena terlibat dalam penyelundupan senjata adalah seorang warga Yerusalem yang terjajah, dia bekerja sebagai penjaga keamanan di konsulat Prancis di Yerusalem, dan juga beberapa orang warga Palestina dari Jalur Gaza yang tinggal tanpa izin di Tepi Barat..

Dalam penyelidikan tersebut, sembilan tersangka telah ditangkap sejauh ini dan enam di antaranya sekarang akan didakwa oleh penuntut umum Israel di kantor pengadilan di selatan.

Menurut keterangan Shabak bahwa “Penyelidikan menunjukkan dengan jelas bahwa pejabat konsuler Prancis bertindak sendiri dan tanpa sepengetahuan atasannya, demi mencari imbalan keuntungan finansial. Investigasi tersebut juga mengungkapkan bahwa beberapa tersangka yang ditangkap juga sebelumnya terlibat dalam penyelundupan uang dari Jalur Gaza ke Tepi Barat .”

Investigasi atas kasus tersebut berjalan dengan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Israel dan dengan melakukan update terus menerus kepada pihak berwenang Prancis.

Seorang juru bicara kedutaan Prancis di Tel Aviv mengatakan: “Kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan berhubungan dekat dengan pihak berwenang Israel.” Dia menambahkan bahwa “Tersangka telah menerima dan terus menikmati perlindungan diplomatik” yang diberikan kepada warga negara Prancis (Arab48/i7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *