Desember 2013

9 Desember 2013 – 300.000 Warga Palestina Ditangkap Sejak Intifadah Pertama

Pusat HAM Palestina menyebutkan, lebih dari 300 ribu warga Palestina pernah mendekam dalam penjara Zionis, sejak intifadah pertama 8 Desember 1987 hingga sekarang. Dari jumlah tersebut 210 ribu kasus penangkapan terjadi sejak awal intifadah pertama hingga berdirinya Otoritas Palestina pada pertengahan tahun 1994.

Laporan dari pusat kajian tawanan Palestina menyebutkan, sebanyak 10 ribu Palestina ditangkap antara 1994 hingga intifadah kedua pada 22 September 2000. 81 ribu orang ditangkap selama masa-masa intifadah, termasuk wanita, anak-anak dan orang tua.

Menjelang peringatan intifadah Al-Aqsha yang ke 26 Pusat Kajian Tawanan menganggap Israel telah gagal telak mencapai tujuannya. Walau mereka melancarkan penangkapan besar-besaran, menyebar ketakutan dan membungkam perlawanan. Namun mereka tak mampu menahan tekad bangsa Palestina untuk mengakhiri penjajahan dan mengembalikan tanahnya yang dirampas. Dan walaupun yang masuk penjara lebih dari 750 ribu orang, rakyat Palestina tetap menuutut hak-haknya. (infopal)

 

12 Desember 2013 – 3 Tawanan Mogok Akhirnya Dievakuasi ke Rumah Sakit

Tentara Zionis akhirnya memindahkan tiga tawanan Palestina dari penjara Over ke rumah sakit, menyusul kondisi kesehatanya yang memburuk akibat aksi mogok makanya.

Pengacara tawanan Palestina mengatakan, pemerintah Israel akhirnya memindahkan Muhammad Badar, Islam Badar dan Tsair Abduh dari penjara Over di sebelah barat Ramallah ke rumah sakit Megan Zionis, menyusul kondisi kesehatan mereka yang terus menurun akibat aksi mogokan makanya sejak pertengahan Nopember kemarin. Mereka semua menolak tawanan administratif yang divoniskan kepadanya.

Sebelumnya, tentara Zionis menangkap Muhammad Badar dan Islam Badar pada 28 Oktober dari Bet Laqia, Ramallah. Kemudian statusnya dipindahkan menjadi tawanan administratif alias tanpa tuduhan dan dakwaan. Sementara Abduh ditahan sejak 26 Oktober dengan kasus serupa. (infopal)

 

14 Desember 2013 – Selama 2013, Israel Hancurkan 630 Rumah, Usir 1035 Orang

Koordinator Urusan Kemanusiaan di PBB untuk Palestina James Rawaolli mengungkapkan kecemasannya mendalam atas meningkatnya penggusuran rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat oleh penjajah Israel selama tahun 2013.

Dia menyerukan pemerintah penjajah Zionis berhenti segera menggusur rumah-rumah warga Palestina. Rully mengisaratkan dalam pernyataan persnya kemarin Kamis (12/12) penjara zionis menghancurkan dan menggusur 30 rumah warga Palestina di Tepi Barat sejak awal bulan ini. Akibatnya, sebanyak 41 warga Palestina 24 di antaranya anak-anak terusir dan terlunta lunta tanpa tempat tinggal.

Ia menegaskan aksi penggusuran dan penghancuran serupa harus segera dihentikan karena tidak bertentangan dengan undang-undang internasional. Ia mengatakan aksi penghancuran yang dilakukan zionis sangat meresahkan karena menyebabkan warga Palestina hidup terlunta lunta tanpa tempat tinggal dan mereka akhirnya hidup menderita apalagi cuaca menurun secara ekstrim.

Ia mengisyaratkan sejak awal tahun ini, Zipnis telah menghancurkan 630 bangunan Palestina di Tepi Barat yang menyebabkan 1035 warga Palestina terusir dari rumah rumah mereka, 526 di antaranya adalah anak anak.

 

24 Desember 2013 – 159 Hari Kamp Pengungsian Yarmuk Diblokade

Kelompok Kerja Untuk Palestina-Suriah melaporkan, 9 korban baru gugur dalam pembantaian di kamp Dir’a, Sabtu (21/12) lalu, akibat serangan udara terhadap kamp Dir’a, tempat para pengungsi Palestina.

Laporan yang dirilis kelompok kerja, Senin (23/12) menyebutkan, warga kamp Yarmuk keluar pada Ahad kemarin mengikuti unjuk rasa menuju salah satu kantor pasukan oposisi (Jabhatun Nashr) yang menolak penandatanganan inisiatif solusi bagi krisis kamp Yarmuk, paska makin ketatnya blokade terhadap para penghuni kamp, dimana hampir setiap keluarga hidup tanpa makanan. Sejumlah pengungsi akhir-akhir ini banyak yang meninggal akibat gizi buruk dan kelaparan.

Rezim militer dan Front Rakyat memberlakukan blokade terhadap Kamp untuk hari ke 159 secara berturut-turut, yang memicu bencana kemanusiaan, akibat kelangkaan bahan pangan, obat-obatan dan bahan bakar, di samping tingginya harga bahan pangan, barang-barang dan sayur-mayur.

Sementara itu dalam rangka milad Sabit Merah Palestina, digelar work shop bertema “Peran Pemuda Dalam Merubah Performance Menuju Kehidupan Lebih Baik” di pusat organisasi pemuda, yang dihadiri lebih dari 13 LSM yang berkiprah di kamp.

Dalam konteks yang sama, Kampanye Solidaritas Eropa mengumumkan pesawat Eropa yang mengangkut bantuan untuk warga korban konflik di Suriah, telah mendarat di bandara internasional Damaskus, Ahad (22/12) kemarin dari bandara Roterdam Belanda. (palinfo)

 

26 Desember 2013 – Serangan Zionis ke Gaza, Seorang Anak Gugur dan 7 Terluka

Pesawat militer Zionis hari Selasa (24/12) sore melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah di Jalur Gaza. Serangan ini mengakibatkan seorang bocah Hala Abu Sabikha (3) gugur dan sejumlah warga lainnya terluka.

Hala gugur dalam serangan Zionis ke sebuah rumah keluarganya di kamp pengungsi Maghazi. Sementara ibu dan dua kakaknya terluka. Jurubicara Kementrian Kesehatan di Gaza, Dr. Asyraf Qudra menegaskan bahwa agresi Zionis mengakibatkan seorang bocah gugur dan tujuh lainnya luka-luka.

Asyraf mengatakan, serangan udara penjajah Zionis hingga malam hari, kemarin, masih terus berlangsung. Akibat serangan ini seorang bocah bernama Hala Abu Sabikha berusia tiga tahun gugur, sementara ibu dan dua saudaranya luka-luka. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan Zionis ke kampung Syujaiya, seorang lagi terluka dalam serangan tembakan Zionis di barat Beit Lahiya.

Tim medis yang turun ke lokasi tersiarnya korban meninggal di utara Jalur Gaza melakukan penyisiran dan menegaskan tidak menemukan adanya korban jiwa yang meninggal.

Militer Zionis mengklaim serangan udara ini dilancarkan ke lokasi-lokasi latihan Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, al Buraij di Jalur Gaza tengah dan dimur kampung Syujaiya di timur kota Gaza. Zionis juga mengklaim melancarkan serangan ke lokasi latihan Brigade Martir al Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam di selatan Deir Balah beberapa kali tanpa ada korban jiwa.

Para saksi mata mengatakan, pesawat tempur Zionis melepaskan tembakan dua buah rudal ke lokasi latihan dan menimbulkan ledakan besar dan asam membumbung dari lokasi serangan. Tiga mobil ambulan langsung ke lokasi. Belum sempat meninggalkan lokasi dan kerumunan massa mendatangi lokasi, tiba-tiba pesawat Zionis melancarkan serangan kembali dan menimbulkan kebakaran besar di lokasi serangan.

Rangkaian serangan ini terjadi setelah ancaman dari PM Zionis Benyamin Netanyahu untuk melancarkan serangan balasan dengan kuat atas tewasnya serdadu Zionis oleh sniper Palestina dekat perbatasan timur Gaza.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *