Blokade Berdampak pada Berbagai Sektor Vital

Biro penerangan pemerintah Palestina menerbitkan laporan seputar dampak blokade Zionis terhadap Jalur Gaza yang mengancam berbagai sektor dan lini kehidupan vital kemanusiaan khusus bagi warga Jalur Gaza yang terblokade.

Meski berbagai upaya dan seruan sudah dilakukan, namun pihak Mesir hanya membuka gerbang Rafah secara terbatas bagi orang yang bepergian. Saat ini masih ada lebih dari 5000 warga yang mendaftar untuk bepergian melalui gerbang Rafah, semuanya mahasiswa, pasien dan yang memiliki izin tinggal di luar negeri.

Terkait dengan situasi lingkungan, Menteri Negara Dr. Muhammad Fara mengingatkan ancaman bahaya pemompaan air limbah ke laut, setelah stasiun mengolahan limbah berhenti beroperasi karena tidak tersedianya bahan bakar yang cukup untuk mengoperasikannya.

Dia mengatakan, “Kita sudah sampai pada garis merah, bendaca lingkungan yang akan disusul dengan ekosistem laut.” Dia mengingatkan bahwa kapan saja air limbah akan sampai ke rumah-rumah warga.

Laporan ini menyinggung krisis bahan bakar. Di mana krisis bahan bakar masih belum beranjak ada perbaikan bersamaan dengan berhentinya pasokan solar dan bensin dari pihak Mesir karena langkah-langkah yang diambil otoritas Mesir untuk mencegah sampainya bahan bakar ke Jalur Gaza.

Terkait dengan krisis energi, laporan ini menjelaskan bahwa jumlah solar yang ada untuk menggerakkan pembangkit listrik tidak cukup. Kapan saja bisa terjadi perubahan jadwal jam-jam pemutusan mulai dari 6 hingga 12 jam, kondisinya sangat sulit.

Selain itu, data menunjukkan bahwa jumlah delegasi kemanusiaan yang berkunjung ke Jalur Gaza sejak bulan Juni mengalami penurunan. Hal ini mengakibatkan berkurangnya obat-obatan dan para pasien tidak bisa mendapatkan pengobatan karena tidak ada obat-obatan, pelayanan, bantuan pangan dan bahan bakar. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *