Barghoti: Proyek Kereta Api Senjata Terakhir Caplok Tepi Barat ke Wilayah Israel

Aleg Palestina Mustafa Barghoti, sekjen gerakan Prakarsa Nasional Palestina menegaskan, proyek pembangunan kereta api adalah senjata terakhir penjajah zionis untuk mencaplok wilayah Tepi Barat.

Dalam pernyataan persnya kemarin Kamis, Barghoti mengatakan, persetujuan dinas sipil penjajah ‘Israel’ atas rencana pembangunan rel kereta api di wilayah Tepi Barat bertujuan menghabisi peluang warga Palestina membangun dan mengelolah tanah mereka di Tepi Barat dan menguasai sebagian besar wilayah yang mengelilingi kota-kota dan desa-desa di Tepi Barat.

Barghoti menegaskan, pengumuman rencana Israel ini adalah pelecehan terhadap Otoritas Palestina dan proses perdamaian dan perundingan yang diupayakan oleh Menlu Amerika John Kerry untuk digulirkan kembali.

Ia menambahkan, dengan rencana ini penjajah zionis menambahkan unsur keenam ke dalam sistem rasisnya disamping pemukiman yahudi, perlintasan militer, jalan-jalan pintas antar pemukiman, tembok rasial dan undang-undang militer yang zhalim.

Barghoti menandaskan bahwa menghadapi rencana rasis ini tidak dengan perundingan namun langsung mengadukan ke pengadilan internasional dengan keputusan Mahkamah Internasional di Den Haag.

Rencana pembangunan rel ini sepanjang 473 kilometer, 30 stasiun kereta. Rel ini akan menghubungkan dengan kota-kota Palestina di wilayah 48, Jordania, dan Suriah. Dan yang terpenting adalah menghubungkan antara pemukiman-pemukiman Yahudi seperti Maaleh Adumim dekat dengan Al-Quds, Arael di utara Tepi Barat, Kariey 4 di wilayah selatan. Dengan pembangunan ini, akan ada jembatan dan terowongan yang akan menggusur dan menyita tanah warga Palestina yang cukup luas.  (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *