Badan Islam – Kristen: Penghancuran Rumah-rumah Palestina di al Quds Rasis dan Dendam

Sekjen Badan Islam – Kristen untuk Membela al Quds dan Tempat-tempat Suci, Dr. Hana Isa, menilai bahwa aksi pasukan penjajah Zionis yang menghancurkan, menyerang dan meratakan tanah rumah serta melakukan penangkapan di daerah Silwan di kota al Quds merupakan “tindakan yang menghancurkan setiap perundingan langsung dan tidak langsung serta hambatan utama terhadap proses perdamaian, juga penghalang utama pendirian negara Palestina merdeka sesuai dengan resolusi DK PBB nomor 242 tahun 1967.

Dr. Isa menambahkan, “Tujuan Zionis di balik itu adalah mencekik keberadaan Palestina dan menerornya dengan jalan kekerasan agar warga asli meninggalkan kota suci al Quds, dengan tujuan memangkas jumlah Palestina di kota al Quds dan menyediakan lahan yang luas untuk kepentingan pembangunan permukiman Yahudi. Hal itu merupakan sanksi massal dan secara terang-terangan bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional terutama perjanjian Jenewa IV untuk melindungi penduduk sipil tahun 1949 yang melarang penggunaan sanksi massal.”

Dr. Isa mengatakan, “Sejak menduduki tanah Palestina pada tahun 1967 ‘Israel’ menempuh kebijakan penghancuran rumah-rumah dan fasilitas dengan berbagai macam alasan, utamanya adalah alasan keamanan atau karena tidak memiliki izin dari ‘Israel’.”

Dia menyatakan bahwa otoritas Zionis sejak awal tahun 2009 melancarkan penghancuran rumah-rumah warga Palestina di al Quds Timur secara khusus dan di Tepi Barat secara umum, dengan alasan tidak memiliki izin dan pengosongan kota al Quds dari penduduk asli Palestina serta mendorong para warga pemukim pendatang Yahudi untuk membangun dan tinggal. Ini pada dasarnya adalah kebijakan rasis yang bertentangan dengan hukum-hukum perjanjian yang melarang diskriminasi rasis dan perjanjian-perjanjian yang berhubungan dengan perlindungan hak-hak penduduk asli.

Dia meminta masyarakat internasional yang diwakili DK PBB mengambil langkah-langkah yang semestinya untuk menghentikan kebijakan Zionis yang menghancurkan perumahan penduduk al Quds dan karakter Arab-Islam-Kristen yang sudah ada di al Quds berabad-abad lamanya dan yang kontemporer, di satu sisi. Sebelum kehilangan kesempatan, agar DK PBB mengambil keputusan yang memaksa ‘Israel’ menghentikan tindakan-tindakan yang tertotal tersebut sesuai dengan fasal ketujuh dari Piagam PBB tahun 1945 di sisi yang lain. (infopalestina.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *