ASPAC Hadiri Pertemuan Aktivis Palestina Sedunia di Tunisia

Tunisia, Kamis—Sabtu  (16—18 /1) Ketua Asia Pacific Community for Palestine, Dr. Saiful Bahri hadir dalam sebuah acara konsorsium internasional LSM untuk Palestina di Gammarth, Tunisia. Dua pengurus Aspac for Palestine lainnya turut mendampingi beliau.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Riset Masalah Al-Quds (Al-Markaz al-Magharibi Li at-Tanmiyah al-Maqdisiyah) di Negara Arab Barat. Tujuan dari acara konsorsium itu adalah untuk merumuskan beberapa hal berkaitan dengan konsep dan tatananan organisasi serupa di wilayah Arab bagian barat. Delegasi dari berbagai Negara dan para tamu undangan serta  para pakar turut meramaikan acara tersebut.

Dalam presentasinya, Dr. Saiful Bahri mengatakan bahwa, cara membantu bangsa Palestina selain yang sudah dilakukan, yaitu berupa pendekatan kemanusiaan dan emosional, perlu juga dengan pendekatan sejarah dan riset. Oleh karena itu, Aspac for Palestine pada tahun ini menerbitkan dua buah buku yaitu Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha dan buku Kontemplasi The Forbidden Country. Beliau menilai bahwa cara tersebut cukup efektif.  

“Beberapa hal yang saya katakan tadi saya tulis dalam buku ini, saya angkat buku saya The Forbidden CountryTegas Dr. Saiful Bahri.

Para peserta seminar ternyata cukup antusias dengan buku tersebut. Dalam sesi break, salah seorang Doktor Mikrobiologi dari London menyarankan agar Aspac for Palestine bisa menerbitkan buku-buku tentang Palestina itu di Afrika Selatan. Salah seorang delegasi dari Malaysia bahkan meminta naskah bahasa inggris buku The Forbidden Country untuk diterjemahkan ke dalam bahasa melayu. (DF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *