Arkeolog Senior Israel Ragukan Warisan Yahudi Yerusalem  

 

Seorang arkeolog senior di Universitas Tel Aviv telah meragukan dugaan Warisan Yahudi Yerusalem. Pengakuan Israel Finkelstein  dibuat ditengah-tengah pengakuan resmi yang dibuat oleh “Israel” dan pengakuan Al-Kitab terhadap kota yang dijajah itu.

Profesor Finkelstein, yang dikenal sebagai “Bapak Arkeologi Al-Kitab”, kepada Jerusalem Post mengatakan bahwa para arkeolog Yahudi tidak menemukan bukti sejarah atau arkeologi untuk mendukung narasi Al-Kitab tentang Keluaran, yaitu pengembaraaan orang-orang Yahudi di Sinai atau penaklukan Yosua terhadap Kanaan. Terkait dugaan Kuil Sulaiman, Finkelstein mengatakan bahwa tidak ada bukti arkeologis yang menyatakan bahwa itu benar-benar ada.

Menurut Rafi Greenberg, seorang dosen arkeologi dan kolega Finkelstein di universitas, “Israel” seharusnya menemukan sesuatu jika dia menggali untuk jangka waktu enam minggu. Namun, Greenberg mengatakan kepada Jerusalem Post, “Israel” telah menggali apa yang disebut Kota Daud di daerah  Silwan yang maasuk Yerusalem jajahan, selama dua tahun tanpa membawa hasil apa-apa.

Profesor Yoni Mizrahi, seorang arkeolog independen yang telah bekerja dengan Badan Energi Atom Internasional, sepakat dengan Israel Finkelstein. Dia mengatakan bahwa Asosiasi Elad sayap kanan belum menemukan apa-apa, katakan saja semacam”ucapan selamat datang di istana Daud” meskipun itu tidak dipedulikan oleh Elad, seolah jika kelompok itu bergantung pada Al-Kitab untuk membimbing mereka dalam melakukanm pekerjaan mereka (i7).

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 20/02/2014 – jam: 03:34.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *