Abu Marzuq: Oslo Akui Israel dan Secara Legal

Biro politik Hamas Dr. Abu Marzuq menegaskan ada sejumlah faktor kenapa Hamas dan Palestina diserang di Suriah dan di Mesir. Dalam pernyataan yang diterima oleh PIP dia menegaskan pihak zionis  dan Amerika melakukan permusuhan terhadap Hamas dan itu sangat tampak bagi setiap orang.

Kebanyakan informasi yang disebarkan melalui media massa dalam masalah ini serta provokasi negara negara Arab agar menghabisi Hamas serta seruan agar mengeringkan sumber pendanaan gerakan ini dan menolak berinteraksi dengan mereka hanyalah politik Amerika semata. Abu Marzuq menampik Hamas telah menjauh dari poros perlawanan. “Ini sangat aneh Hamas adalah gerakan perlawanan pada dasarnya. Hamas menempuh jalan dan proyek, bukan sejarah atau geografis.”

Ia mengisyaratkan salah satu penyebabnya juga adalah perpecahan dalam negeri Palestina adanya dua proyek yang saling tarik ulur; proyek penyelesaian politik damai dan proyek perlawanan.

Para pendukung pendukung proyek solusi damai mengingkari perlawanan. Meski begitu kami takan memusuhinya. Mereka mendorong negara-negara Arab agar melakukan konfrontasi dengan Hamas. Abu Marzuq menampik Hamas melakukan intervensi terhadap negara lain. “Itu hanya bohong,” Tegasnya. Sebagian membuktikan hal tersebut dengan sejumlah peristiwa personal atau apa yang disampaikan media massa atau pernyataan pernyataan tanpa alasan dan dasar. Ia megaskan, sampai saat ini tidak terbukti bawa Hamas melakukan intervensi apapun tidak ada satu personel pun di Hamas melakukan hal tersebut. Tidak ada pernyataan resmi dari pejabat mana pun Hamas melakukan intervensi terhadap negara mereka.

Abu Marzuq menilai Hamas adalah bagian dari kelompok Islam yang hadir di tengah Arab Spring. Hamas tidak mengingkari Islam tidak menyembunyikan Islam sebagai jalannya dan ciri khas Arabnya atau nasionalismenya yang kokoh. Akan tetapi perbedaan antara Hamas dan kelompok kelompok Arab Spring lainnya bahwa Hamas adalah gerakan pembebasan nasional Palestina yang prioritasnya adalah perlawanan menghadapi musuhnya yakni Israel dan membebaskan tanah Palestina serta mengembalikan rakyatnya. Adapun sistem pemerintahan dan bentuknya maka itu adalah masalah yang harus di bahas di kemudian hari setelah terbebasnya Palestina.

Sementara prioritas gerakan Arab Spring adalah keadilan sosial, harga diri, kemanusiaan dan demokrasi serta memerangi korupsi dan memperjuangkan HAM.

Ia menegaskan bahwa permasalahan Palestina adalah permasalahan yang menjadi kesepakatan Arab dan Islam setiap bangsa Arab dan muslim harus memberikan saham dan peran serta sikap yang jelas terhadap Palestina dan setiap warga Palestina harus menjauhkan diri agar tidak melakukan intervensi terhadap permasalahan dalam negeri Arab. Palestina juga tidak pernah memihak terhadap satu pihakpun di dalam konflik dan urusan negara lainnya.

Terkait dengan apa yang sudah dihasilkan kesepakatan Oslo terhadap Palestina Abu Marzuq menegaskan kesepakatan itu hanya menghasilkan pengakuan terhadap Zionis Yahudi dan legalitasnya. Dia menambahkan bahwa kesepakatan itu telah mencapi tapi wilayah Palestina dan membaginya menjadi wilayah milik Israel sebanyak 78 persen dan bagian lainnya 22 persen yang akan yang masih nasibnya masih ditentukan dalam perundingan. Dia menegaskan bahwa kesepakatandia juga menegaskan Oslo telah mengakhiri perlawanan intifadhah Palestina. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *