50 Orang Baru Ditunjuk Jaga Al-Aqsha

Al-Quds – Ketua bagian penjagaan di Masjid Al-Aqsha, Abdullah Abu Talib menegaskan, para penjaga masjid terus memantau apa yang terjadi di sekeliling gerbang-gerbang masjid terutama dalam rangka menghadangi warga Yahudi yang menyamar dengan pakaian Arab dan menyelinap ke dalam barisan jamaah shalat di saat berdesakan.

Menurut Abu Talib, itu sudah pernah mereka lakukan enam bulan lalu yang memasuki masjid lewat gerbang Majlis. Namun para penjaga sigap dam menyampaikan hal itu kepada pejabat wakaf yang kemudian menyampaikan kepada polisi kemudian mereka mengusir Yahudi tersebut.

Dalam waktu dekat, tegas Abu Talib, akan menunjuk 50 penjaga baru untuk memperkuat penjagaan masjid Al-Aqsha dengan lebih baik.

Abu Talib menilai tindakan menyelinap warga Yahudi yang menyamar itu adalah wisata ilegal. Namun polisi ‘Israel’ justru memberikan izin kepada mereka memasuki masjid dari gerbang Magharibah bahkan hal itu dilakukan dalam shalat. Sebagian Yahudi itu menyelinap di sela-sela jamaah shalat dan berpura-pura sebagai pengemis.

Para penjaga masjid itu bergiliran melakukan tugasnya dan meminta kepada polisi ‘Israel’ agar memperketat penjagaannya. Sayangnya, polisi ‘Israel’ lebih memihak kepada warga Yahudi seperti yang terjadi kepada Muhannad Idris yang diperlakukan kasar oleh polisi ‘Israel’ gara-gara melaporkan tidnakan yahudi kepada ‘Israel. Kemudian Muhannad dideportasi dari Masjid Al-Aqsha

Sampai saat ini sudah ada lima penjaga Masjid Al-Aqsha yang dideportasi. Tiga dari mereka akan berakhir masa deportasinya pekan depan. (palinfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *