250 Anak-anak Ditawan Israel Pasca Operasi Militer Di Tepi Barat

Pengacara di Kementeri Urusan Tawanan, Hibah Mushaliha melaporkan, jumlah anak-anak di bawah umur yang ditawan Israel mencapai 250 orang, pasca operasi zionis di segenap distrik Tepi Barat, yang diklaim untuk mencari 3 serdadu mereka yang hilang.

Mushaliha menyatakan, Rabu (25/6) pemerintah Israel melakukan pelanggaran besar terhadap para tawanan di bawah umur, juga melanggar konvensi hak anak internasional, yang diklaim Israel sebagai saranan mencari 3 warga zionis yang hilang.

Dijelaskannya, pihak penjara Israel menawan anak-anak di bawah umur, sebagai tidakan ilegal, dan bertentangan dengan semua aturan internasional dan konvensi Jenewa ke empat.

Disebutkan bahwa Israel akhir-akhir ini tidak lagi memberikan perlindungan bagi anak-anak di bawah umur. Menangkap mereka dan mengintimidasi mereka sejak saat diinterogasi. Di samping itu penangkapan terhadap anak-anak dilakukan tengah malam, dan tidak disampaikan kepada pihak keluarga terkait alasan penangkapan, sehingga penangkapan ini termasuk penculikan ilegal.

Musholiha mengungkap sejumlah kesaksian adanya penyiksaan dan intimidasi terhadap anak-anak di bawah umur. Seperti yang dialami tawanan Thalal Khalid Yusuf (16) dari Nablus. Ia ditangkap pada 3-5-2014, di tahan di pusat interogasi Hawarah. Saat interogasi, serdadu Israel memukuli perut, wajah dan punggungnya. Bahkan seorang serdadu lainnya, menamparnya dengan keras, sehingga mulut dan hidungnya berdarah. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *