150 Pemukim Zionis Serbu Al-Aqsha Nodai Kesuciannya Pagi

Sekitar 150 pemukim Zionis, Selasa (10/9) menyerbu Masjid Al-Aqsha Mubarak dalam satu rombongan. Mereka terbagi ke dalam beberapa kelompok dan berpencar di sekitar masjid. Tiap kelompok dipimpin oleh seorang rahib Zionis yang berbicara dan  memberikan penjelasan kepada anggotanya tentang ilusi Haikal di Al-Aqsha.

Akibat aksi ini, jama’ah kaum muslimin marah sekali, diiringi teriakan takbir mereka juga menyebar ke seluruh plosok Al-Aqsha.

Sementara itu, yayasan wakaf dan peninggalan Al-Aqsha dalam keteranganya meminta sikap ummat Islam dan Arab yang lebih serius dalam menghadapi masalah Al-Aqsha ini. Ia minta harus ada peningkatan dari sekedar berbicara ke tingkat tindakan nyata. Berlanjutnya ajakan perjalanan ke Al-Aqsha dari warga Al-Quds maupun Palestina jajahan serta jama’ah shalat di Al-Aqsha adalah cara terbaik yang bisa dilakukan sekarang untuk melindungi Al-Aqsha.

Sebelumnya, lembaga ini mengkhawatirkan menyebarnya ajakan dari sejumlah kelompok yahudi untuk menghancurkan Al-Aqsha dan membangun kuil ilusi mereka dibawah tema “Koalisi untuk Haikal”. Mereka juga telah meminta kepolisian Israel untuk membuka Masjid Al-Aqsha pada Sabtu (14/9) depan guna merayakan hari “Pengampunan”, sesuai dengan keputusan dan rekomendasi dari komite dalam negeri di Knessset untuk membuka gerbang Al-Aqsha bagi seluruh kaum yahudi untuk merayakanya. Surat permohonannya sudah ditanda tangani sejumlah rahib yahudi diantaranya, Yahuda Jilek (ketua dewan pengurus lembaga dana Haikal), Yesroil Areil (ketua lembaga Haikal), Jarshon Salmon (wakil organisasi pendiri Haikal) dan lain-lain.

Lembaga peninggalan Al-Aqsha ini menganggap permintaan ini belum pernah dilakukan sebelumnya bahkan sejak penjajahan Al-Aqsha tahun 1967. Oleh karena itu, ajakan dan permintaan mereka ini sangat berbahaya dan harus disikapi secara serius. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *