150 Keluarga Terusir Karena Permukiman Zionis

Hasil kajian internasional menunjukan sebanyak 150 keluarga Palestina pinggiran terusir dari tanah kelahirannya akibat desakan permukiman Zionis. Mereka kini tinggal ditempat-tempat yang tidak layak baik dari sisi social maupun ekonomi.

Berdasarkan hasil kajian antara UNRWA dan Organisasi Perencanaan HAM BEMCON di entitas Zionis menyebutkan, sejak tahun 1997 terjadi perluasan besar-besaran permukiman Zionis di Maaleh Adumem yang tentu bertentangan dengan semua hukum internasional.

Dua lembaga ini menegaskan, proses permindahan tempat bagi etnis Arab pinggiran (Arab Baduy) tidak bisa dilakukan, mengingat cara serta budayanya yang khas. Pemindahan secara paksa sama dengan menghancurkan rajutan social serta sendi-sendi ekonomi yang selama ini mereka jalani secara tradisional.

Menurut jubir UNRWA, Cries Gones mengatakan, Otoritas Zionis harusnya memandang rencana-rencana terkait tujuanya membangun perkampungan Arab baduy secara senter (terpusat). Keputusan apapun terkait dengan perubahan alam demografi maupun geografis Arab Al-Quds akan berdampak pada pengembalian nilai-nilai politik tersebut.

Sementara itu, warga Raifah yang menjadi sasaran pemindahan dari menolak kebijakan tersebut. Bahkan mereka mengancam akan menghancurkanya bila kebijakan tersebut jadi dilaksanakan. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *